Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 4:1 2 Raja-raja 4:2 2 Raja-raja 4:3 2 Raja-raja 4:4 2 Raja-raja 4:5 2 Raja-raja 4:6 2 Raja-raja 4:7 2 Raja-raja 4:8 2 Raja-raja 4:9 2 Raja-raja 4:10 2 Raja-raja 4:11 2 Raja-raja 4:12 2 Raja-raja 4:13 2 Raja-raja 4:14 2 Raja-raja 4:15 2 Raja-raja 4:16 2 Raja-raja 4:17 2 Raja-raja 4:18 2 Raja-raja 4:19 2 Raja-raja 4:20 2 Raja-raja 4:21 2 Raja-raja 4:22 2 Raja-raja 4:23 2 Raja-raja 4:24 2 Raja-raja 4:25 2 Raja-raja 4:26 2 Raja-raja 4:27 2 Raja-raja 4:28 2 Raja-raja 4:29 2 Raja-raja 4:30 2 Raja-raja 4:31 2 Raja-raja 4:32 2 Raja-raja 4:33 2 Raja-raja 4:34 2 Raja-raja 4:35 2 Raja-raja 4:36 2 Raja-raja 4:37 2 Raja-raja 4:38 2 Raja-raja 4:39 2 Raja-raja 4:40 2 Raja-raja 4:41 2 Raja-raja 4:42 2 Raja-raja 4:43 2 Raja-raja 4:44



2 Raja-raja 4:27 (IDN) — Bentuk Pait Yohanes: Kasih Ibu terjadi dalam Dukacita
Ayat ini berada dalam konteks kisah nabi Elisa membesarkan namanya melalui mukjizat yang dilakukan melalui pelayanannya. Ketika istri dari seorang anak perempuan Siro-Fenisia yang sebelumnya dibangkitkan atau diberkati, yakni janda dari Shunem, mendapatkan anak lagi, gadis itu menderita; sang ibu membawa beban berat dan akhirnya datang kepada Elisha di gunung Karmel (atau Gunung Nebo dalam beberapa tradisi). Dalam momen itu, Elisa menguji iman dan menegaskan pertolongan Allah melalui perantaraan doa. Namun ketika wanita itu kembali dengan berita dukacita yang berat, ia mencari Elisha. Di sana Aziz Allah—yang mengantarkan porsi wahyu dari Tuhan melalui Elisha—menerima kedatangannya dengan kehangatan namun dengan penundukan atas dukacita yang berat dalam hatinya.
Makna pokok ayat
Ayat ini menegaskan bahwa Allah mengetahui kedukaan manusia dan merespon dengan kebijaksanaan yang tidak selalu selaras dengan aspirasi manusia. Ketika wanita itu memeluk kaki Elisha, Gehazi mencoba menolak karena situasi ini menyiratkan kedudukan manusia di hadapan Allah, bukan sekadar hak istimewa seorang nabi. Allah melalui Elisha menyatakan dukacitanya yang besar, dan menyatakan bahwa hal itu dilindungi Tuhan—tidak dinyatakan-Nya kepada sang nabi. Dalam bahasa teologi: Allah mengizinkan keterbatasan manusia untuk melihat pekerjaan-Nya secara penuh, sambil menjaga rahasia rencana-Nya yang lebih luas.
Tema utama
Kaitan Alkitabiah
Beberapa bagian yang berhubungan secara tema: - Kisah ibu yang kehilangan anak di 2 Raja-raja 4 secara umum menggambarkan bagaimana Elisha berperan sebagai perantara kebaikan Tuhan dalam keluarga yang terberat beban. Hubungan dengan pemeliharaan Tuhan atas keluarga yang lemah dan penguatan iman melalui mukjizat menunjukkan bahwa Allah bekerja di dalam ketidakpastian manusia.
Praktik relasional antara nabi dan umatnya, serta kebijaksanaan Allah dalam memilih bagaimana berinteraksi dengan kedukaan, juga sejalan dengan intisari kisah Elisa sebelumnya.
Pandangan penafsir klasik (ringkas)
Unsur dari para penafsir publik domain lama menekankan bahwa dukacita manusia seringkali tidak sepenuhnya disalurkan kepada manusia, karena Allah memiliki rencana yang melampaui pemahaman kita. Mereka menegaskan bahwa tindakan Elisha menunjukkan ketaatan kepada kehendak Tuhan, sementara Allah menjaga rahasia-Nya untuk kebaikan yang lebih besar. Dikutip secara ringkas: karya-karya seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti kehadiran Allah di tengah kedukaan manusia serta kebutuhan kita untuk percaya meski Firman-Nya kadang-kadang tidak memberi jawaban langsung. “Biarkanlah dia, karena besar dukacita dalam hatinya” juga dipandang sebagai pengingat bahwa dukacita itu nyata di hadapan Allah dan diproses dalam rencana-Nya yang lebih tinggi.
Aplikasi praktis
Coba renungkan bagaimana kita merespon kedukaan: tidak selalu semua pertanyaan kita mendapatkan jawaban eksplisit, tetapi kita dapat belajar menaruh kepercayaan kepada Allah yang menjaga rencana-Nya. Ketika kita menghadapi beban berat, kita perlu menyikapinya dengan kejujuran hati, tetap mencari Allah, dan menerima bahwa Dia berkuasa bekerja melalui orang-orang terkasih-Nya, meskipun rahasia-Nya tidak sepenuhnya kita mengerti.
Pendalaman silang referensi
Beberapa ayat terkait untuk memperkaya pemahaman: - Mazmur 34:18 — Allah dekat kepada orang-orang yang patah hati dan menolong orang-orang yang remuk semangat. - Yesaya 55:8-9 — Pikiran Allah berbeda dengan pikiran manusia; rancangannya melampaui pemahaman kita, namun terpercaya. - Yakobus 1:5 — Allah memberikan hikmat kepada siapa yang meminta dengan tidak ragu-ragu.
Ringkasan singkat
2 Raja-raja 4:27 menegaskan bahwa Allah memperhatikan dukacita manusia meskipun tidak selalu langsung menjelaskan rencana-Nya kepada nabi-Nya. Allah menuntun kita untuk percaya meskipun rahasia-Nya tetap terjaga, sambil menunjukkan kasih-Nya melalui janji dan pertolongan pada waktunya.
Quotations from public-domain commentators (ringkas):
Henry/Clarke/Barnes memperlihatkan bahwa Allah memperhatikan kedukaan yang mendalam dan menahan jawaban-Nya untuk menjaga misteri rencana-Nya, sambil tetap berprasangka baik terhadap orang yang datang kepada Tuhan dengan iman.