Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 4:1 2 Raja-raja 4:2 2 Raja-raja 4:3 2 Raja-raja 4:4 2 Raja-raja 4:5 2 Raja-raja 4:6 2 Raja-raja 4:7 2 Raja-raja 4:8 2 Raja-raja 4:9 2 Raja-raja 4:10 2 Raja-raja 4:11 2 Raja-raja 4:12 2 Raja-raja 4:13 2 Raja-raja 4:14 2 Raja-raja 4:15 2 Raja-raja 4:16 2 Raja-raja 4:17 2 Raja-raja 4:18 2 Raja-raja 4:19 2 Raja-raja 4:20 2 Raja-raja 4:21 2 Raja-raja 4:22 2 Raja-raja 4:23 2 Raja-raja 4:24 2 Raja-raja 4:25 2 Raja-raja 4:26 2 Raja-raja 4:27 2 Raja-raja 4:28 2 Raja-raja 4:29 2 Raja-raja 4:30 2 Raja-raja 4:31 2 Raja-raja 4:32 2 Raja-raja 4:33 2 Raja-raja 4:34 2 Raja-raja 4:35 2 Raja-raja 4:36 2 Raja-raja 4:37 2 Raja-raja 4:38 2 Raja-raja 4:39 2 Raja-raja 4:40 2 Raja-raja 4:41 2 Raja-raja 4:42 2 Raja-raja 4:43 2 Raja-raja 4:44



Gema Pesan 2 Raja-raja 4:16 (IDN)
Ayat ini adalah bagian dari kisah Elisa yang berhubungan dengan seorang wanitaイス yang bersuami dan menghadapi kekeringan harapan. Elisa, sebagai nabi Allah, menubuatkan sesuatu yang tampaknya mustahil bagi si wanita dan suaminya pada waktu itu. Dalam konteks keseluruhan pasal ini, mukjizat Elisa menunjukkan bahwa Allah memperhatikan kebutuhan manusia dan bekerja melalui umatNya untuk membuahkan harapan di tengah situasi yang tampaknya tidak mungkin.
Ayat dalam konteks pasal
Di bagian ini, Elisa menanggapi permohonan wanita yang merindukan anak. Tekanan utama adalah kepercayaan manusia terhadap janji Allah. Ketika Elisa mengatakan, “Betul pada masa begini, lepas setahun umur hidup, engkau akan memeluk seorang anak laki-laki,” ia menegaskan bahwa Allah menyertakan hadiah hidup walau dalam masa kekeringan dan godaan untuk menyerah. Namun tanggapan perempuan itu menundukkan diri pada realitasnya, menolak untuk menilai janji Allah secara sepele.
Pembelajaran spiritual utama
Iman dan keraguan dalam dialog
Perempuan itu menanggapi dengan hati-hati, menghadapkan realitas bahaya jika janji itu tidak bertemu dengan kenyataan. Ketegangan ini mencerminkan dinamika iman manusia: dorongan untuk berharap di balik ancaman kenyataan, sambil mempertahankan kerendahan hati di hadapan Allah. Dalam sebagian catatan penafsir awam, tokoh ini menolak terlalu cepat percaya tanpa konfirmasi. Namun seiring berjalannya narasi, Allah menggenapi janji tersebut melalui kelahiran anak yang menjadi sumber kekuatan bagi keluarganya.
Cross-references yang relevan
Beberapa bagian Alkitab lainnya menampilkan tema janji Allah yang menembus masa ketiadaan:
Bagian rangkuman aplikasi praktis
Agar hidup kita relevan dengan kisah ini, kita diajak untuk:
Garis besar pemahaman dengan panduan tokoh kuno
Para penafsir bidang publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa mukjizat kelahiran anak berasal dari kasih Allah dan pengenaan tugas-Nya atas keluarga yang setia. Mereka menuturkan bahwa ujian menantang iman tidak membatalkan rencana ilahi, melainkan menguji dan memperkaya iman. Catatan singkat berikut merangkum pandangan mereka secara singkat:
“Elisa menegaskan janji bagi istri Sahaya” (ringkas dari penafsiran para tokoh kuno).
Penutup
Ayat 16 menampilkan kombinasi antara firman nabi dan respons iman wanita. Allah yang pemurah tidak melupakan kebutuhan manusia, bahkan saat waktu terasa sunyi. Kisah ini mengingatkan kita bahwa janji ilahi sering kali datang pada masa yang tak terduga, memerlukan kesetiaan kita untuk percaya dan menantikan penyelenggaraan-Nya dengan sabar.