Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 3:1 2 Raja-raja 3:2 2 Raja-raja 3:3 2 Raja-raja 3:4 2 Raja-raja 3:5 2 Raja-raja 3:6 2 Raja-raja 3:7 2 Raja-raja 3:8 2 Raja-raja 3:9 2 Raja-raja 3:10 2 Raja-raja 3:11 2 Raja-raja 3:12 2 Raja-raja 3:13 2 Raja-raja 3:14 2 Raja-raja 3:15 2 Raja-raja 3:16 2 Raja-raja 3:17 2 Raja-raja 3:18 2 Raja-raja 3:19 2 Raja-raja 3:20 2 Raja-raja 3:21 2 Raja-raja 3:22 2 Raja-raja 3:23 2 Raja-raja 3:24 2 Raja-raja 3:25 2 Raja-raja 3:26 2 Raja-raja 3:27



Inti Pokok Penafsiran: Kekhilangan air di perjalanan raja Israel, Yehuda, dan Edom
Ayat 2 Raja-raja 3:9 menampilkan momen krusial ketika tiga raja—Israel, Yehuda, dan Edom—berjalan mengelilingi gurun tujuh hari lamanya. Akhirnya, rakyat dan hewan kekurangan air. Inti interpretasi ayat ini adalah ketegangan antara tindakan manusia yang mengandalkan aliansi militer dan kebutuhan mendesak akan pertolongan ilahi; peristiwa ini menyoroti betapa rapuhnya persatuan di bawah keadaan krisis, serta perlunya respons iman ketika sumber kehidupan hampir habis.
Latar sastra dan konteks kitab
Dalam konteks 2 Raja-raja pasal 3, peristiwa ini terjadi di tengah kampanye militer oleh raja Israel Yoram (joab? tidak), raja Yehuda Joasias? maaf, fokusnya adalah persekutuan, bukan spesifik nama raja. Para raja berupaya menggulung rintangan dengan kekuatan politik dan militer. Namun, di padang gurun, kekuatan ini tak cukup tanpa suplai air. Narasi ini berfungsi sebagai ujian iman bagi para pemimpin dan bangsa, menyingkap bagaimana rencana manusia sering kali tergantung pada penyediaan Tuhan melalui mukjizat atau respons rohani yang tepat.
Signifikansi teologis
Beberapa tokoh penafsir mengarahkan perhatian pada kebutuhan akan ketergantungan total kepada Tuhan dalam krisis. Ketidakmampuan manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar—air—menjadi simbol kebutuhan rohani: kehidupan dan pemeliharaan datang dari Tuhan. Peristiwa ini juga membuka jalan bagi mukjizat nabi Elisha yang akan muncul sebagai penyedia berkat melalui intervensi ilahi. Ketidakmampuan manusia untuk mengatasi krisis tanpa bantuan ilahi menegaskan tema alkitabiah tentang umat Allah sebagai makhluk yang bergantung pada kasih setia-Nya.
Kaitan dengan Penafsir Terkemuka
Catatan para penafsir masa lalu membantu menjernihkan pembacaan kita:
Pertanyaan untuk refleksi
Rujukan silang yang relevan
Kesimpulan singkat
Ayat ini mengajak kita melihat bahwa kekuatan manusia, sekutu politik, atau kekayaan materi tidak cukup untuk menjamin hidup di padang gurun hidup. Krisis menuntun pada tindakan iman: memohon pertolongan Tuhan, mengandalkan janji-Nya, dan menantikan intervensi-Nya. Dalam kelelahan, Tuhan tetap setia menyediakan sumber hidup bagi umat-Nya ketika umat itu berbalik kepada-Nya dengan doa dan ketergantungan yang tulus.