Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 3:1 2 Raja-raja 3:2 2 Raja-raja 3:3 2 Raja-raja 3:4 2 Raja-raja 3:5 2 Raja-raja 3:6 2 Raja-raja 3:7 2 Raja-raja 3:8 2 Raja-raja 3:9 2 Raja-raja 3:10 2 Raja-raja 3:11 2 Raja-raja 3:12 2 Raja-raja 3:13 2 Raja-raja 3:14 2 Raja-raja 3:15 2 Raja-raja 3:16 2 Raja-raja 3:17 2 Raja-raja 3:18 2 Raja-raja 3:19 2 Raja-raja 3:20 2 Raja-raja 3:21 2 Raja-raja 3:22 2 Raja-raja 3:23 2 Raja-raja 3:24 2 Raja-raja 3:25 2 Raja-raja 3:26 2 Raja-raja 3:27


2 Taja Raja-raja 3:26 (IDN)
Setelah perang melibatkan kerajaan Israel Utara dan Moab, raja Moab menghadapi kekalahan yang berat. Ayat ini menggambarkan bagaimana tentara Moab mencoba mengalahkan musuh dengan menelan biaya besar dan berjuang hingga mengorbankan banyak nyawa serta perbekalan. Meski demikian, upaya mereka tidak membuahkan hasil karena rencana Tuhan atas bangsa-bangsa tersebut tidak pernah meleset.
Setting langsung ayat
Riwayat ini berlangsung ketika raja Moab bersekutu dengan Arab Edom untuk menghadapi Israel yang diperintahkan oleh Elisha. Ketika raja Moab melihat bahwa peperangan akan sangat berat baginya, ia berusaha mengatasi kekalahan dengan mengerahkan 700 orang ahli pedang untuk menebuk hingga ke arah raja Edom. Namun, usaha itu tetap gagal.
Apa yang ditunjukkan ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan bahwa kekuatan manusia terbatas di hadapan rancangan ilahi. Meski raja Moab berusaha menggunakan kekuatan militer dan persekutuan untuk membela diri, respons Tuhan terhadap bangsanya lebih besar daripada strategi perang mana pun. Dalam konteks kitab 2 Tawarikh/2 Raja-raja, Allah sering kali membangkitkan cobaan bagi bangsa-bangsa untuk menegaskan otoritas-Nya dan rencana-Nya yang melampaui perhitungan manusia. Ayat ini mengingatkan bahwa iman sejati tidak bergantung pada ukuran tentara atau peralatan perang, melainkan pada keandalan Tuhan yang berkuasa menegakkan kehendak-Nya.
Kata kunci dan gambaran gambar (important words/images)
- Sertanya (penghadapan dengan musuh) dan pengabaran kekuatan: Menunjukkan upaya manusia dalam menghadapi ancaman, namun semua upaya itu tidak cukup jika tidak sesuai rencana Allah.
- Tiada dapat: Menegaskan keterbatasan manusia ketika menghadapi kehendak ilahi yang berdiri di atas segala rencana manusia.
Ayat silang yang relevan
Pengaplikasian masa kini
situasi modern sering menuntut kita mengandalkan kekuatan, terutama lewat sumber daya ekonomi, jaringan, atau kekuasaan. Ayat ini mengingatkan bahwa kita tidak boleh terlalu mengandalkan kemampuan sendiri ketika menghadapi hal-hal yang tampak besar dan menakutkan. Sebagai orang percaya, kita diajak untuk memohon hikmat-Nya, berpegang pada janji-Nya, dan menyadari bahwa Tuhan berdaulat atas segala peperangan baik besar maupun kecil dalam hidup kita. Dalam doa dan tindakan, kita diajak untuk mencari kehendak Tuhan terlebih dahulu, sambil berani mengambil langkah yang penuh integritas meski hasilnya tidak selalu sesuai dengan rencana manusia.
Catatan editorial singkat
Catatan singkat: jika ingin menyoroti bagian historisnya, sumber-sumber para komentator public domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa Tuhan sering membalikkan situasi agar menegaskan kuasa-Nya, bahkan lewat kejatuhan liyan di medan perang. Cuplikan singkat dari para komentator ini menguatkan pemahaman bahwa Allah tidak tergoyahkan oleh strategi manusia; ia bekerja melalui kelemahan manusia untuk memperlihatkan kemuliaan-Nya. (Kutipan eksplisit akan disertakan jika tersedia dalam edisi yang bersifat publik.)