Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 1:1 2 Raja-raja 1:2 2 Raja-raja 1:3 2 Raja-raja 1:4 2 Raja-raja 1:5 2 Raja-raja 1:6 2 Raja-raja 1:7 2 Raja-raja 1:8 2 Raja-raja 1:9 2 Raja-raja 1:10 2 Raja-raja 1:11 2 Raja-raja 1:12 2 Raja-raja 1:13 2 Raja-raja 1:14 2 Raja-raja 1:15 2 Raja-raja 1:16 2 Raja-raja 1:17 2 Raja-raja 1:18



Makna Langsung Ayat 2 Raja-raja 1:6 (IDN)
Ayat ini menegaskan bahwa raja Ahab Syalamu (icat) tidak menghormati Allah Israel, melainkan menaruh kepercayaan kepada Baal-Zebub, dewa orang Ekeron, sehingga Allah menilai tindakan itu sebagai pembangkangan terhadap otoritas-Nya. Karena itu, nubuatnya adalah bahwa raja tidak akan turun dari tempat tidurnya hingga mati.
Latar belakang konteks
Elia menghadapi raja Israel yang mencari pertolongan di luar Tuhan. Nabi sedang mengadili kepercayaan yang tidak setia: meminta petunjuk kepada dewa asing ketika Tuhan berkuasa atas segala sesuatu. Dalam konteks ini, Yehu seorang utusan raja Ahazia dari Israel bertemu dengan para penjaga yang melengkapi tuduhan bahwa sang raja menolak firman Tuhan dan menempuh jalan sesat dengan meminta perantara kepada Baal-Zebub.
Observasi interpretatif
Konteks teologis dan hikmah
Firman Tuhan dalam 2 Raja-raja menegaskan bahwa pusat hidup bangsa ini adalah ketundukan kepada Allah. Ketika raja menyalahgunakan jabatan untuk mempromosikan penyembahan berhala, Allah juga menegaskan bahwa pekerjaan manusia tidak akan meniadakan kuasa-Nya. Pesan moralnya adalah ketaatan kepada Tuhan menuntun pada keselamatan, sedangkan pengabaian firman-Nya membawa konsekuensi yang serius.
Cross-references singkat
Penjelasan singkat: cross-references menyoroti pilihan loyalitas antara Allah dengan berhala, dan bagaimana respons Allah terhadap penyembahan palsu membawa dampak nyata bagi umat-Nya.
Ringkasan praktis
1) Ketekunan dalam memegang firman Tuhan adalah sumber hidup bagi komunitas iman. 2) Jangan mencari petunjuk dari sumber yang menyangga keimanan pada Allah yang hidup. 3) Ketika ada tindakan mengutamakan kuasa manusia di atas Allah, konsekuensinya bisa berupa kehilangan perlindungan ilahi.
Catatan kutipan saguh dari para komentator publik domain
Beberapa pemikir gereja berpendapat bahwa peringatan Elia menekankan kecenderungan manusia untuk bergantung pada solusi praktis yang kelihatan mudah daripada menantikan kehendak Tuhan. Jika ada kutipan singkat dari komentar klasik, contoh seperti: "Allah tidak berbagi tahta dengan dewa lain" (ringkas tema umum dari ulasan para komentator publik domain). Namun, pada bagian ini tidak disajikan kutipan panjang teks penuh karena keterbatasan hak cipta dan keutuhan teks dari karya-karya tersebut.
Penutup
Ayah dan anak-anak di zaman ini dipanggil untuk hidup dalam ketaatan yang teguh kepada Allah. Ayat ini mengingatkan bahwa kepercayaan kepada Allah menuntut penolakan terhadap segala bentuk penyembahan palsu, karena Allah yang hiduplah sumber keselamatan dan kehidupan.