Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
2 Raja-raja 1 2 Raja-raja 2 2 Raja-raja 3 2 Raja-raja 4 2 Raja-raja 5 2 Raja-raja 6 2 Raja-raja 7 2 Raja-raja 8 2 Raja-raja 9 2 Raja-raja 10 2 Raja-raja 11 2 Raja-raja 12 2 Raja-raja 13 2 Raja-raja 14 2 Raja-raja 15 2 Raja-raja 16 2 Raja-raja 17 2 Raja-raja 18 2 Raja-raja 19 2 Raja-raja 20 2 Raja-raja 21 2 Raja-raja 22 2 Raja-raja 23 2 Raja-raja 24 2 Raja-raja 25Verse
2 Raja-raja 1:1 2 Raja-raja 1:2 2 Raja-raja 1:3 2 Raja-raja 1:4 2 Raja-raja 1:5 2 Raja-raja 1:6 2 Raja-raja 1:7 2 Raja-raja 1:8 2 Raja-raja 1:9 2 Raja-raja 1:10 2 Raja-raja 1:11 2 Raja-raja 1:12 2 Raja-raja 1:13 2 Raja-raja 1:14 2 Raja-raja 1:15 2 Raja-raja 1:16 2 Raja-raja 1:17 2 Raja-raja 1:18



Makna Langsung Ayat 2 Raja-raja 1:14
Ayat ini mencatat reaksi api langit yang membunuh dua panglima luhur Israel, sambil menegaskan bahwa raja Ahab menilai dirinya penting di hadapan TUHAN. Peristiwa ini menunjukkan konsekuensi serius terhadap keengganan raja untuk menerima wahyu ilahi dan kehendak-Nya yang membatalkan rencana manusia ketika itu bertentangan dengan hukum-Nya.
Latar Belakang Kontekstual
Pada bagian sebelumnya, raja Ahazia (anak Ahab) mencari nubuat melalui pihak nabi lain, tetapi TUHAN menolak permintaan mereka dan mengirim angin api melalui penjaga istana sebagai respons terhadap permintaan mereka untuk menurunkan hujan. Reaksi api yang memakan kedua komandan dan pengikut mereka mengindikasikan otoritas ilahi yang menghukum penolakan terhadap mandat Tuhan.
Observasi Penafsiran
Pembelajaran Singkat
Cross-References Singkat
Penutup Praktis
Ketika kita menghadapi tantangan atau permintaan yang tampak benar di mata manusia, perlu ada hati yang rendah di hadapan Tuhan. Jangan mengandalkan reputasi atau posisi untuk menghindari penghakiman ilahi. Ketaatan yang lahir dari takut akan Tuhan membawa kedamaian dalam menghadapi bahkan keputusan yang sulit.
Catatan Pengarang
Ringkasan ini menggabungkan pemahaman dari sumber-sumber tafsiran publik domain (contoh: Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke), dengan menyeimbangkan nuansa konteks Israel kuno dan keutamaan ketaatan kepada Allah. Istilah dan frasa berasal dari terjemahan IDN, disesuaikan untuk pembaca Indonesia modern tanpa mengubah makna teologis inti.
Catatan: Kutipan kata-kata persis dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang diperlukan hanya yang tersedia secara langsung dalam sumber mereka. Frasa kunci yang diambil dicantumkan sesuai konteks dalam bagian di atas.