Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Korintus 5:1 2 Korintus 5:2 2 Korintus 5:3 2 Korintus 5:4 2 Korintus 5:5 2 Korintus 5:6 2 Korintus 5:7 2 Korintus 5:8 2 Korintus 5:9 2 Korintus 5:10 2 Korintus 5:11 2 Korintus 5:12 2 Korintus 5:13 2 Korintus 5:14 2 Korintus 5:15 2 Korintus 5:16 2 Korintus 5:17 2 Korintus 5:18 2 Korintus 5:19 2 Korintus 5:20 2 Korintus 5:21



2 Korintus 5:3 (IDN)
Ayat ini muncul dalam pembahasan Paulus tentang kemah rohani yang kita miliki di sorga. Ia menjelaskan bahwa bila kita hidup dalam tubuh duniawi ini, kita masih dalam keadaan berlapis dengan kemah yang menutupi; namun ketika kita berpindah ke kemah yang tidak lagi fana, kita tidak akan berbuat telanjang di hadapan Tuhan. Inti pesannya adalah tentang kemuliaan dan perlindungan Allah atas kita sebagai orang percaya, meskipun kita menanggung kekurangan jasmani di bumi.
Pemahaman mengenai ayat
Ayat ini menegaskan bahwa orang percaya memiliki perlindungan ilahi. “Jika kami bersalut” menggambarkan kemah rohani yang ditopang oleh iman di dalam Kristus, bukan berarti kehilangan identitas. “Tiada kami didapati bertelanjang” menegaskan bahwa di hadapan Allah, kita tidak akan ditemui dalam keadaan memalukan atau terbuka terhadap penghakiman tanpa perlindungan Kristus. Gambaran ini mengajak kita melihat iman sebagai perisai yang menutupi kekurangan kita di hadapan-Nya.
Catatan kata dan gambar penting
Rujukan silang (3 tempat) dan keterkaitannya
Penjelasan singkat: Roma 8 menekankan pembebasan dari penghukuman, 2 Korintus 4 menyoroti kemuliaan Allah bekerja di balik kelemahan kita, dan Yesaya menubuatkan pemulihan penuh di hadirat-Nya. Ketiganya memperkuat gambaran bahwa perlindungan-Nya menahan kebutuhan manusia di dunia hingga kemuliaan kekal yang kita terima di dalam Kristus.
Orisinal pandangan para komentator publik domain
Beberapa rujukan klasik menyiratkan bahwa kemah ini adalah analogi iman yang menutupi kemampuan diri kita dan menekankan perlunya ketergantungan pada Tuhan. Seorang komentator lama menekankan bahwa “berlapis” atau bersalut itu menunjuk pada identitas Kristus yang menutupi kekurangan kita. Mayoritas interpretasi juga menegaskan bahwa kemuliaan masa depan menguatkan kita saat menjalani hidup di tengah kelemahan saat ini. (Kutipan singkat dari para komentator publik domain dapat ditemui dalam karya-karya klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke; catatan ini tidak menampilkan kutipan panjang di luar konteks ayat aslin.)
Aplikasi praktis bagi kehidupan sekarang
Intisahnya: Ayat ini mengundang kita melihat bagaimana Allah menyediakan perlindungan dan identitas baru melalui Kristus, memindahkan fokus dari kelemahan duniawi kepada kemuliaan kekal yang menantikan kita di hadapan-Nya.
Referensi singkat: Roma 8:1–2; 2 Korintus 4:7–9; Yesaya 25:8.