Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
2 Korintus 12:1 2 Korintus 12:2 2 Korintus 12:3 2 Korintus 12:4 2 Korintus 12:5 2 Korintus 12:6 2 Korintus 12:7 2 Korintus 12:8 2 Korintus 12:9 2 Korintus 12:10 2 Korintus 12:11 2 Korintus 12:12 2 Korintus 12:13 2 Korintus 12:14 2 Korintus 12:15 2 Korintus 12:16 2 Korintus 12:17 2 Korintus 12:18 2 Korintus 12:19 2 Korintus 12:20 2 Korintus 12:21



2 Korintus 12:19 (IDN)
Setting segera: Surat ini ditulis Paulus kepada jemaat di Korintus, menjelang bagian akhir suratnya yang membahas kelemahan dan kelembutan rohani serta otoritas rasul. Ayat 19 menengahi antara pengakuan Paulus tentang niat baik mereka dan reaksi jemaat terhadap dakwaan yang mereka sampaikan sebagai wahyu dari Allah di dalam Kristus.
Apa yang diceritakan teks tentang Allah atau iman
Ayat ini menegaskan bahwa semua tindakan rasul adalah untuk memperkuat iman jemaat melalui kebenaran, bukan untuk kepentingan pribadi. Rasul menyatakan bahwa mereka telah berulangkali menegaskan niat mereka di hadapan Allah dan di dalam Kristus. Inti ajaran ini adalah iman yang dibangun di atas kejujuran hati, transparansi pelayanan, dan pembuktian nyata bahwa misi mereka adalah untuk menyatakan Kristus dan menguatkan iman, bukan mengumpulkan keuntungan pribadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa hubungan antara pemimpin rohani dan Jemaat bersifat akuntabel di hadapan Allah, sehingga pesan yang disampaikan bertujuan menguatkan iman bukan menimbulkan keingintahuan akan kekayaan atau popularitas.
Istilah dan gambaran penting
Hubungan silang yang relevan
Beberapa pasal lain memperlihatkan tema kesetiaan rasul dan tujuan pelayanan untuk membangun iman:
Aplikasi praktis untuk masa kini
Cuplikan pandangan tokoh teolog publik domain (singkat)
Beberapa komentator lama menekankan bahwa tujuan rasul adalah membangun iman, bukan memuaskan rasa kagum arti manusia. Mereka menyoroti pentingnya integritas pribadi dan dedikasi kepada Kristus sebagai pusat pemberitaan.
Ringkasan ini menggabungkan pandangan klasik terkait akuntabilitas pelayanan kepada Allah, yang menegaskan agar setiap pernyataan pelayanan senantiasa mengarahkan umat kepada Kristus dan iman yang hidup.
Catatan rujukan singkat: seperti pada karya-karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, fokus utama adalah motivasi rohani, kejujuran, serta tujuan membangun iman jemaat melalui pemberitaan Kristus. Peringkasan di atas tidak menampilkan kutipan panjang, namun memanfaatkan pola interpretatif umum yang ditemukan dalam tafsiran publik domain tersebut.