Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Timotius 6:1 1 Timotius 6:2 1 Timotius 6:3 1 Timotius 6:4 1 Timotius 6:5 1 Timotius 6:6 1 Timotius 6:7 1 Timotius 6:8 1 Timotius 6:9 1 Timotius 6:10 1 Timotius 6:11 1 Timotius 6:12 1 Timotius 6:13 1 Timotius 6:14 1 Timotius 6:15 1 Timotius 6:16 1 Timotius 6:17 1 Timotius 6:18 1 Timotius 6:19 1 Timotius 6:20 1 Timotius 6:21



1 Timotius 6:17 (IDN) — Nasihat kepada orang kaya di dunia
Rangkaian nasihat Paulus dalam surat kepada Timotius mencakup etika iman, kehidupan beragama, dan cara menghadapi kekayaan. Ayat 17 menargetkan mereka yang berada dalam posisi ekonomi lebih, mengingatkan agar mereka tidak sombong dan tidak menaruh harapan pada kekayaan yang rapuh. Sebaliknya, mereka diajak menaruh harapan pada Allah yang berlimpah kasih dan menyediakan segala sesuatu untuk dinikmati dalam ukuran yang tepat dan berguna bagi pekerjaan serta pelayanan.
Inti makna ayat
Ayat ini menegaskan tiga hal utama: (1) larangan kesombongan karena kekayaan; (2) peringatan terhadap harapan yang tergantung pada kekayaan dunia yang tidak abadi; (3) dorongan untuk mengalihkan harapan kepada Allah yang murah hati dan pelindung umat-Nya.
Dua–tiga tema kunci
Rujukan silang yang relevan
Refleksi praktis
Orang kaya dipanggil untuk melihat kekayaan mereka sebagai alat pelayanan, bukan identitas atau sumber kepastian. Ambil waktu untuk merenungkan bagaimana Anda dapat menggunakan berkat dengan adil, membantu yang membutuhkan, dan memajukan karya Allah tanpa membiarkan ego menguasai diri. Doa sehari-hari bisa mencakup pengakuan bahwa segala sesuatu datang dari Allah dan permohonan hikmat untuk membelanjakan harta menurut kehendak-Nya.
Makna terlengkap dalam satu gambaran
Ayat ini memadukan kewaspadaan rohani dengan tanggung jawab praktis: hidup di tengah kemewahan duniawi sambil terus menaruh harapan pada Allah yang memberi, serta mengarahkan kekayaan untuk melayani kasih dan kebenaran. Dengan demikian, iman tidak teredam oleh keberlimpahan materi, melainkan diperlihatkan melalui pendelegasian berkat bagi kemuliaan-Nya.
Ringkasan penutup
Paulus menasihati orang kaya agar mereka tetap rendah hati, tidak mengandalkan kekayaan yang rapuh, melainkan mengandalkan Allah yang mencukupi segala sesuatu. Pengelolaan kekayaan secara benar menjadi bagian wujud iman yang hidup: berharap pada Allah, bukan pada kekayaan itu sendiri, dan menggunakan berkat untuk kesejahteraan keluarga, gereja, serta sesama.
Quotations (edisi umum): “Jangan harap kepada kekayaan yang tiada tetap itu, melainkan kepada Allah.” (kutipan para komentator publik domain yang relevan telah diringkas untuk konteks Indonesia; tidak menyalin teks penuh ayat asli.)