Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Timotius 5:1 1 Timotius 5:2 1 Timotius 5:3 1 Timotius 5:4 1 Timotius 5:5 1 Timotius 5:6 1 Timotius 5:7 1 Timotius 5:8 1 Timotius 5:9 1 Timotius 5:10 1 Timotius 5:11 1 Timotius 5:12 1 Timotius 5:13 1 Timotius 5:14 1 Timotius 5:15 1 Timotius 5:16 1 Timotius 5:17 1 Timotius 5:18 1 Timotius 5:19 1 Timotius 5:20 1 Timotius 5:21 1 Timotius 5:22 1 Timotius 5:23 1 Timotius 5:24 1 Timotius 5:25



Makna Pokok 1 Timotius 5:13
Inti ayat ini menegaskan bahwa perilaku wanita-wanita yang menyimpang dari tugas gereja tidak hanya berujung pada kemalasan, tetapi juga pada pembelokan mulut dan gangguan terhadap orang lain. Mereka tidak hanya tidak bekerja dengan tekun, tetapi juga suka berbicara tanpa mempertimbangkan hal-hal yang pantas.
Latar Kontekstual
Surat 1 Timotius ditujukan kepada Timotius yang memimpin jemaat di Ephesus. Paulus mengarahkan masalah disiplin jemaat, termasuk bagaimana anggota yang tidak berfungsi seharusnya diperlakukan. Dalam konteks ini, fokus ayat 13 adalah pola perilaku yang tidak produktif dan merugikan komunitas gereja—menghabiskan waktu berkeliling rumah tangga atau rumah tangga jemaat lainnya sambil melakukan percakapan yang tidak sopan atau tidak berguna.
Observasi Tafsir
Kutipan Singkat dari Penafsir Terkait
Beberapa penafsir berbahasa Inggris menekankan bahwa bagian ini menyoroti gaya hidup tidak berdisiplin yang merembet pada hubungan antar anggota gereja. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga pembicaraan yang membangun dan tidak merusak reputasi sesama.
Petunjuk Tafsir yang Terintegrasi
Ayat ini mengajak jemaat untuk:
Referensi silang yang Relevan
Beberapa bagian lain memberi konteks serupa tentang perilaku dan pelayanan:
Penempatan tematiknya terletak pada disiplin pribadi, integritas mulut, dan perlindungan komunitas dari suara yang merusak.
Takeaway Praktis
Gereja diperkaya ketika anggota bekerja dengan tekun, memperhatikan tutur kata, dan memelihara lingkungan yang saling membangun. Hindari kebiasaan berpindah-pindah tanpa tujuan, serta belajarlah menyuarakan hal-hal yang membangun, bukan yang merusak.
Ringkas Penilaian Penelaah
Ayat ini menekankan disiplin diri dalam berbicara dan berfungsi sebagai penyeimbang: kemalasan disamakan dengan penyalahgunaan waktu, sementara pembicaraan yang tidak pantas menggoyahkan keharmonisan komunitas. Pada akhirnya, tujuan nasihat ini adalah memelihara kesaksian gereja sebagai tubuh yang hidup dalam karya kasih Kristus.