Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Petrus 2:1 1 Petrus 2:2 1 Petrus 2:3 1 Petrus 2:4 1 Petrus 2:5 1 Petrus 2:6 1 Petrus 2:7 1 Petrus 2:8 1 Petrus 2:9 1 Petrus 2:10 1 Petrus 2:11 1 Petrus 2:12 1 Petrus 2:13 1 Petrus 2:14 1 Petrus 2:15 1 Petrus 2:16 1 Petrus 2:17 1 Petrus 2:18 1 Petrus 2:19 1 Petrus 2:20 1 Petrus 2:21 1 Petrus 2:22 1 Petrus 2:23 1 Petrus 2:24 1 Petrus 2:25



1 Petrus 2:7 (IDN) — Tafsiran singkat dalam konteks
Ayat ini berada dalam rangka Petrus menasihati umat percaya mengenai identitas mereka sebagai umat Allah yang dipanggil untuk hidup saleh. Dalam konteks jalur keselamatan dan pewartaan, batu yang dibuang oleh tukang-tukang dianggap tidak berharga, namun bagi umat percaya, batu itu menjadi batu penjuru. Ayat ini menegaskan dua sisi: diterima sebagai keindahan bagi yang percaya, dan sebagai ujian bagi yang tidak percaya.
Makna inti
Ayat ini menegaskan perbedaan respons: kepada orang percaya, Kristus berfungsi sebagai keindahan dan dasar hidup yang kokoh; kepada orang tidak percaya, Kristus menjadi ujian—mereka menolak-Nya karena ketidakpercayaan, tetapi dengan itu rancangan Allah dinyatakan melalui penolakan manusia terhadap-Nya. “Batu penjuru” adalah gambaran Kristus sebagai landasan utama yang menyatukan dan menopang komunitas iman, sebagaimana rumah dibangun di atas batu penjuru yang menjadi dasar.
Tiga tema utama
Rujukan lintas yang relevan
- Kis 4:11-12: Penegasan tentang Jesus sebagai batu yang ditolak namun menjadi keselamatan bagi umat manusia.
Penjelasan singkat: Kisah ini menegaskan bahwa respons terhadap Kristus menentukan jalan keselamatan pribadi dan komunitas gereja.
- Mazmur 118:22: Gambaran tentang batu yang dibuang menjadi dasar yang penting bagi rumah ibadah Allah.
Penjelasan singkat: Menunjukkan bagaimana gambaran batu yang tidak diakui oleh manusia di dalam Perjanjian Lama dipenuhi dalam karya Kristus.
- Efesus 2:20-22: Gereja dibangun di atas para rasul dan nabi, dengan Kristus sebagai kepala senarai batu penjuru.
Penjelasan singkat: Menarik garis antara kepemimpinan rohani dan fondasi yang kuat bagi komunitas percaya.
Refleksi praktis
Bagaimana kita merespons kepada Kristus sebagai batu penjuru dalam kehidupan sehari-hari? Pilihan hidup saleh, tunduk pada amanat-Nya, dan menjaga persatuan jemaat menjadi cara kita meneguhkan identitas sebagai umat pilihan. Bagi yang percaya, pekerjaan Allah dinyatakan melalui hidup yang melayani dengan kasih dan integritas.
Inti penutup
Ayat ini menegaskan bahwa keindahan iman muncul ketika kita menerima Kristus sebagai pusat hidup dan membangun komunitas di atas-Nya. Penolakan awan-awan dunia menegaskan bahwa Allah bekerja melalui respons manusia, untuk membentuk umat-Nya menjadi umat yang setia.
Catatan singkat mengenai kutipan tokoh teologi publik-domain
Tidak ada kutipan langsung lengkap dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini. Namun, secara umum, pandangan klasik dari tafsiran mereka menguatkan pemahaman bahwa Kristus adalah batu penjuru yang menentukan identitas gereja dan ujian bagi manusia berdasarkan iman mereka (rujukan umum kepada karya-karya klasik seperti komentar pasal-pasal Petrus dan Mazmur).
Salinan ayat (IDN): Sebab itu kepada kamu yang percaya menjadi suatu keindahan, tetapi kepada orang yang tiada percaya: Maka batu yang dibuang tukang-tukang itu, itulah juga sudah menjadi batu penjuru;