Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
1 Petrus 2:1 1 Petrus 2:2 1 Petrus 2:3 1 Petrus 2:4 1 Petrus 2:5 1 Petrus 2:6 1 Petrus 2:7 1 Petrus 2:8 1 Petrus 2:9 1 Petrus 2:10 1 Petrus 2:11 1 Petrus 2:12 1 Petrus 2:13 1 Petrus 2:14 1 Petrus 2:15 1 Petrus 2:16 1 Petrus 2:17 1 Petrus 2:18 1 Petrus 2:19 1 Petrus 2:20 1 Petrus 2:21 1 Petrus 2:22 1 Petrus 2:23 1 Petrus 2:24 1 Petrus 2:25



1 Petrus 2:20 (Terjemahan IDN)
Inti utama teks ini: umat percaya dipanggil untuk memandang sengsara karena berbuat benar sebagai bentuk ketaatan yang berkenan kepada Allah, bukan sebagai ajuan untuk menanggung beban karena pelanggaran. Toleransi sabar menghadapi sengsara karena berbuat baik adalah gambaran kehidupan iman yang berintegritas di tengah dunia yang sering menilai dari hasil luar, bukan dari motif hati yang taat kepada Tuhan.
konteks sastra
Surat Petrus menekankan identitas orang percaya sebagai "umat pilihan" yang hidup sebagai umat Allah di dunia yang sering menolak. Petikan ini muncul setelah Petrus menasihati tentang bagaimana hidup saleh di tengah penderitaan, dan bagaimana teladan Kristus menanggung sengsara tanpa membalas jahat. Ayat ini membedakan sengsara karena berbuat dosa (yang tidak memuliakan Allah) dari sengsara karena berbuat baik (yang memuliakan Allah).
tafsiran teologis singkat
buruknya sengsara karena berbuat dosa berasal dari konsekuensi logis tindakan jahat manusia; sementara sengsara karena berbuat baik menunjukkan ketekunan iman yang menempatkan Allah di pusat hidup. Pilihan untuk bertahan dalam penderitaan karena kebenaran menguatkan kesaksian gereja dan menguji kemurnian motif hati orang percaya.
hubungan teologis dalam seluruh Alkitab
pertanyaan untuk renungan
cross-references singkat
- Ibrani 12:3-4: menyoroti ketabahan dalam menghadapi cobaan dengan pandangan pada Kristus; menguatkan gagasan bahwa penderitaan karena iman sebenarnya memperdalam hubungan dengan Allah.
- Roma 5:3-5: penderitaan menghasilkan ketekunan, karakter, dan harapan di dalam kasih Allah.
- 1 Pet 4:19: mereka yang menderita karena melakukan kehendak Allah dipanggil untuk menyerahkan dirinya dalam doa kepada-Nya.
kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa kualitas sejati dari iman terlihat dalam bagaimana kita menanggung sengsara. Jika sengsara itu karena berbuat baik, maka itu berkenan kepada Allah dan menjadi saksi hidup bahwa hidup kita dikendalikan oleh kasih-Nya, bukan oleh dorongan dunia. Dalam konteks Petrus, penguatan moral kepada jemaat adalah menjaga integritas, menjaga iman, dan tetap bersaksi melalui hidup yang saleh meskipun menghadapi penolakan atau perlakuan tidak adil.
Cuplikan kata-kata Alkitab yang relevan dari penafsir publik domain: “... maka itulah yang berkenan kepada Allah.” Kalimat ini biasanya dijelaskan sebagai alasan utama mengapa penderitaan karena kebenaran lebih berharga di mata Allah daripada kenyamanan dunia. (Rujukan umum: pendekatan tafsiran tradisional para ahli seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke.)