Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 16:1 1 Raja-raja 16:2 1 Raja-raja 16:3 1 Raja-raja 16:4 1 Raja-raja 16:5 1 Raja-raja 16:6 1 Raja-raja 16:7 1 Raja-raja 16:8 1 Raja-raja 16:9 1 Raja-raja 16:10 1 Raja-raja 16:11 1 Raja-raja 16:12 1 Raja-raja 16:13 1 Raja-raja 16:14 1 Raja-raja 16:15 1 Raja-raja 16:16 1 Raja-raja 16:17 1 Raja-raja 16:18 1 Raja-raja 16:19 1 Raja-raja 16:20 1 Raja-raja 16:21 1 Raja-raja 16:22 1 Raja-raja 16:23 1 Raja-raja 16:24 1 Raja-raja 16:25 1 Raja-raja 16:26 1 Raja-raja 16:27 1 Raja-raja 16:28 1 Raja-raja 16:29 1 Raja-raja 16:30 1 Raja-raja 16:31 1 Raja-raja 16:32 1 Raja-raja 16:33 1 Raja-raja 16:34



1 Raja-raja 16:9 (IDN) — Latar, makna, dan penerapan
Setting segera pasal
Ayat ini menempatkan kita di masa kekuasaan Zimri, salah satu hambanya di istana Yerusalem yang sedang merencanakan pemberontakan. Zimri adalah penghulu bagian yang bertanggung jawab atas pasukan dan administrasi, namun di balik jubah jabatan ia melancarkan tipu daya untuk menggulingkan raja melalui aksi keji dan munafik di Tirza, di mana ia hadir dalam keadaan mabuk bersama para pengikutnya. Adegan ini menyoroti ambisi pribadi yang tumbuh menjadi pemberontakan terhadap tata pemerintah yang sah.
Apa yang dinyatakan teks tentang Allah atau iman
Teks menegaskan bahwa Allah menilai hati manusia, bukan hanya tindakan lahiriah. Ketika ada tindakan kudeta yang dilakukan dalam pesta mabuk, Tuhan menyingkap kenyataan bahwa kekuasaan yang tidak berlandaskan kehendak-Nya—dan yang dijalankan dengan tindakan serakah—akan menimbulkan kehancuran bagi diri pelaku dan bagi bangsa. Dalam konteks kitab 1 Raja-raja, Allah sering menunjukkan bahwa raja yang dipilih-Nya pun boleh digulingkan jika tidak menaati perintah-Nya; demikian juga kejatuhan Zimri menjadi bagian dari penegakan keadilan-Nya terhadap kejahatan politik dan moral yang menyertai perang kekuasaan.
Istilah dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat yang memperkaya pemahaman ini:
Penafsiran dan penerapan masa kini
Pesan utama ayat ini mengajak pembaca untuk melihat bahwa kejahatan dalam ambisi kekuasaan tidak luput dari pengawasan Allah. Dalam kehidupan berjemaat, kita diajak menilai motivasi: apakah tindakan kita didorong oleh kasih, keadilan, dan ketaatan kepada-Nya, ataukah oleh gengsi, reputasi, dan kuasa pribadi? Ketidaksetiaan terhadap otoritas Allah dalam kehidupan pribadi akan berdampak pada komunitas dan bangsa secara luas. Allah menghargai kejujuran, tanggung jawab, dan kesetiaan kepada-Nya terutama di saat-saat krisis kekuasaan dan keputusan besar.
Inti doa dan praktik iman
Cuplikan pendapat para komentator terdahulu (tanpa kutipan panjang): pendapat mereka menekankan pergeseran kekuasaan sebagai cermin dari sifat hati manusia dan perlunya kejernihan iman di tengah godaan kekuasaan. Kecenderungan Zimri untuk bertindak di balik tirai pembalasan menegaskan bahwa tindakan diam-diam tanpa akuntabilitas membawa malapetaka.