Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Raja-raja 1 1 Raja-raja 2 1 Raja-raja 3 1 Raja-raja 4 1 Raja-raja 5 1 Raja-raja 6 1 Raja-raja 7 1 Raja-raja 8 1 Raja-raja 9 1 Raja-raja 10 1 Raja-raja 11 1 Raja-raja 12 1 Raja-raja 13 1 Raja-raja 14 1 Raja-raja 15 1 Raja-raja 16 1 Raja-raja 17 1 Raja-raja 18 1 Raja-raja 19 1 Raja-raja 20 1 Raja-raja 21 1 Raja-raja 22Verse
1 Raja-raja 16:1 1 Raja-raja 16:2 1 Raja-raja 16:3 1 Raja-raja 16:4 1 Raja-raja 16:5 1 Raja-raja 16:6 1 Raja-raja 16:7 1 Raja-raja 16:8 1 Raja-raja 16:9 1 Raja-raja 16:10 1 Raja-raja 16:11 1 Raja-raja 16:12 1 Raja-raja 16:13 1 Raja-raja 16:14 1 Raja-raja 16:15 1 Raja-raja 16:16 1 Raja-raja 16:17 1 Raja-raja 16:18 1 Raja-raja 16:19 1 Raja-raja 16:20 1 Raja-raja 16:21 1 Raja-raja 16:22 1 Raja-raja 16:23 1 Raja-raja 16:24 1 Raja-raja 16:25 1 Raja-raja 16:26 1 Raja-raja 16:27 1 Raja-raja 16:28 1 Raja-raja 16:29 1 Raja-raja 16:30 1 Raja-raja 16:31 1 Raja-raja 16:32 1 Raja-raja 16:33 1 Raja-raja 16:34



Makna singkat ayat
1 Raja-raja 16:24 menjelaskan tindakan raja Semaya yang membeli bukit Samaria, mendirikannya menjadi sebuah kota dan menamainya sendiri sebagai tempat kedudukan kekuasaannya. Ayat ini menandai awal pembentukan pusat kekuasaan di wilayah itu terhadap raja Israel utara, dan menunjukkan sifat ambisius serta pragmatisme politik yang mengikuti perebutan kerajaan.
Latar belakang konteks
Sesudah Raja Omri membangun kota Samaria sebagai ibu kota Israel Utara, Zimri digulingkan oleh Ahab, yang menonjolkan dirinya sebagai penguasa baru. Dalam situasi politik yang tidak stabil, pembelian bukit Samaria oleh Semer dan penamaan kota tersebut menegaskan upaya konsolidasi wilayah serta legitimasi kekuasaannya melalui kendali atas pusat pemerintahan. Perbuatan itu juga mencerminkan praktik umum pada masa itu yaitu memberi tempat kekuasaan nama pribadi penting bagi diri penguasa baru.
Observasi penafsiran
Gagasan tematik
Rujukan silang yang relevan
Pelajaran praktis yang terjaga
Ayat ini mengingatkan pentingnya keberanian strategi dalam pemerintahan, namun juga mengingatkan bahwa kekuasaan yang didasarkan pada pembelian wilayah atau penamaan diri tidak menjamin stabilitas rohani maupun keadilan. Dalam segala jabatan, perlu adanya pertanggungjawaban dihadapan Tuhan dan perhatian terhadap kesejahteraan rakyat, bukan sekadar simbolisme kekuasaan.
Ringkasan penafsiran
Secara singkat, 1 Raja-raja 16:24 menggambarkan Semer membeli bukit Samaria dan mendirikan sebuah negeri di atasnya, lalu memberi nama sesuai dirinya. Tindakan ini menandai konsolidasi kekuasaan dan persiapan pusat pemerintahan yang akan menggurita dalam dinamika kepemimpinan Israel Utara. Penekanan cerita berfokus pada bagaimana kepemilikan wilayah dan simbol-simbol nama dapat menggambarkan klaim kekuasaan yang tidak lepas dari konteks politik masa itu.
Catatan kutipan singkat dari sumber komentar kuno yang relevan (tanpa menyalin teks lengkap): Matthew Henry menyoroti bahwa tindakan seperti ini adalah bagian dari pribumi kekuasaan yang sering memanfaatkan kekuatan material untuk legitimasinya. Albert Barnes menekankan bagaimana penempatan dan penamaan kota bisa menjadi tanda penguasaan hak milik. Adam Clarke menambahkan pandangan tentang perubahan kota menjadi simbol keutamaan dinasti. Ringkasnya, tema utama adalah kekuasaan manusia yang sering bergantung pada lokasi, pembiayaan, dan simbolisme, yang perlu dinilai dengan sikap takut akan Tuhan.