Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 8:6 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 8:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
tetapi kepada kita ada Satu sahaja, yaitu Allah Bapa, maka segala sesuatu daripada Dialah asalnya, dan kita menuju Dia, dan Tuhan pun Satu juga, yaitu Yesus Kristus, oleh sebab-Nyalah ada segala sesuatu, dan kita pun ada oleh sebab-Nya.
1 Korintus 8:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 8:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 11:36 (IDN) »
Karena dari pada-Nya dan oleh-Nya dan kepada-Nya ada segala sesuatu. Kepada-Nyalah kemuliaan itu selama-lamanya! Amin.

Yohanes 1:3 (IDN) »
Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya, maka jikalau tidak ada Ia, tiadalah juga barang sesuatu yang telah jadi.

Ibrani 1:2 (IDN) »
maka berfirmanlah Ia pula pada akhirnya kepada kita di dalam Anak-Nya, yang ditetapkan-Nya menjadi waris segala sesuatu, oleh-Nya juga dijadikan-Nya sekalian alam.
1 Korintus 8:6 (IDN): Latar, makna, dan aplikasi
Ayat ini muncul dalam konteks perdebatan mengenai makanan yang dipersembahkan kepada berhala di kota Korintus. Rasul Paulus menegaskan bahwa meskipun ada banyak “Deity” yang dipuja orang, bagi umat percaya hanya ada satu Allah Bapa dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus. Dari konteksnya, fokusnya bukan pada larangan berpendapat tentang praktik budaya, melainkan pada perekat iman di tengah kebebasan Kristen yang bertanggung jawab.
Apa yang dinyatakan teks tentang Tuhan dan iman
Paulus menegaskan monoteisme absolut: semua berasal dari Allah Bapa, dan kita hidup karena-Nya. Demikian pula, ada satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus, yang menjadi perantara dan pusat kehidupan jemaat. Kalimat ini menekankan dua ujung pandang yang harmonis: sumber segala sesuatu datang dari Bapa, dan keselamatan serta kehidupan kita ada melalui Kristus. Hubungan ini menegaskan bahwa iman Kristen tidak menjelaskan adanya banyak prinsip ilahi yang setara; sebaliknya, ada satu sumber dan satu tujuan dalam rencana Allah.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat lain membantu memperluas makna ini:
Pemahaman ini menolong kita melihat bahwa kebebasan Kristen tidak mengarah pada relativisme rohani, melainkan pada loyalitas yang utama kepada Allah dalam Kristus.
Aplikasi bagi kehidupan sekarang
Catatan editorial
Pengamatan para komentator klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa inti ayat ini adalah penegasan ketunggalan Allah dan Kristus sebagai pusat keselamatan. Mereka menekankan agar kebebasan Kristen tidak menyebabkan ucapan yang merusak iman orang lain, melainkan memperkuat kasih dan persatuan dalam Kristus.
Quotations (singkat) yang relevan dari sumber-sumber klasik tersedia: “There is but one God, the Father” (tone generalisasi), “There is one Lord Jesus Christ” (peran Kristus dalam keselamatan). Harap dicatat contoh kutipan langsung di atas bersifat parafrase sesuai konteks umum karya mereka; tidak selalu tersedia kata per kata dalam bentuk aslinya.
Refleksi singkat: Iman terletak pada keseimbangan antara kebebasan rohani dan tanggung jawab kasih. Kita hidup karena Allah dan melalui Kristus; oleh-Nya kita memegang satu kesaksian dan satu panggilan: mengasihi sesama, memuliakan Allah, dan menjaga persatuan tubuh Kristus.