Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi1 Korintus 13:5 Tafsiran ayat Alkitab
1 Korintus 13:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
tiada melakukan yang tiada senonoh, tiada mencari keuntungan dirinya sahaja; tiada pemarah; tiada menyimpan kesalahan orang;
1 Korintus 13:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
1 Korintus 13:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 10:24 (IDN) »
Biarlah tiada seorang pun mencari faedahnya sendiri, melainkan faedah orang lain.

Filipi 2:3 (IDN) »
Satu pun jangan dilakukan dengan berlawan-lawanan atau dengan sombong, melainkan dengan rendah hati, masing-masing menyangkakan orang lain ada lebih daripada dirinya sendiri.

Inti interpretatif utama
Ayat 1 Korintus 13:5 menegaskan bahwa kasih sejati tidak bersikap tidak sopan terhadap sesama, tidak mencari keuntungan diri, tidak sombong, tidak mudah marah, dan tidak menyimpan dendam atau kesalahan orang lain. Dalam konteks kebersamaan jemaat dan etika kasih, ayat ini menggambarkan tatakelakuan mulia yang menjadi ciri khas hidup yang dipikat oleh kasih Kristus.
Konteks sastra dan tema utama
Surat kepada jemaat Korintus menyingkap kebingungan dan konflik di antara komunitas yang beragam. Pusat bagian ini adalah definisi kasih (1 Korintus 13) yang melampaui karunia-karunia rohani. Ayat 5 secara konkret menguraikan pola perilaku kasih dalam hubungan antar sesama: menahan diri dari perilaku kurang sopan, tidak memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi, menjaga kerendahan hati, menghindari kemarahan berlebihan, dan tidak menghimpun dendam dengan menyimpan kesalahan orang. Secara naratif, ayat ini menuntun pembaca pada hidup yang dipandu oleh perhatian terhadap martabat sesama dan kendali diri.
Ruang teologis dan dampak praktis
Secara teologis, ayat ini memperlihatkan kasih sebagai fondasi etika Kristen yang aktif. Kasih tidak mengutamakan diri sendiri, melainkan menimbang bagaimana tindakan memperlakukan orang lain membangun komunitas. Praktiknya mencakup pengendalian diri terhadap hasrat untuk mendominasi, serta pemberian kesempatan bagi pemulihan dan rekonsiliasi, bukannya menyimpan kesalahan yang bisa membinasakan hubungan.
Kait alkitabiah dengan bagian lain
Beberapa referensi lintas relevan:
Pertanyaan merenung
Ringkasan dan kesimpulan
Ayat ini menempatkan kasih sebagai standar etis yang menyatakan bagaimana hidup bersama secara harmonis. Kasih tidak mencari keuntungan diri, tidak memperlakukan orang lain secara tidak sopan, tidak mudah marah, dan tidak menyimpan kesalahan orang. Dengan demikian, kasih menjadi pengikat komunitas dan cermin kehidupan rohani yang tumbuh dalam kehendak Kristus.
Cuplikan pandangan para komentator (ringkas, tanpa kutipan panjang)
Para komentator berbahasa Latin kuno menekankan bahwa kasih menahan dorongan untuk memanfaatkan orang lain dan menuntun pada ketiadaan iri hati serta pengampunan yang sungguh. Inti mereka: kasih praktis mengubah cara seseorang berelasi, menjaga martabat sesama, dan membangun relasi berdasarkan hormat serta pengampunan, bukan egoisme.
Catatan singkat: kutipan persis dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke akan dicantumkan jika ada. Saat ini, ringkasan umum menekankan bahwa kasih yang sejati menolak tindakan tidak sopan, memperhatikan kesejahteraan orang lain, dan mengampuni serta tidak membebani hubungan dengan kesalahan masa lalu.