Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Tawarikh 1 1 Tawarikh 2 1 Tawarikh 3 1 Tawarikh 4 1 Tawarikh 5 1 Tawarikh 6 1 Tawarikh 7 1 Tawarikh 8 1 Tawarikh 9 1 Tawarikh 10 1 Tawarikh 11 1 Tawarikh 12 1 Tawarikh 13 1 Tawarikh 14 1 Tawarikh 15 1 Tawarikh 16 1 Tawarikh 17 1 Tawarikh 18 1 Tawarikh 19 1 Tawarikh 20 1 Tawarikh 21 1 Tawarikh 22 1 Tawarikh 23 1 Tawarikh 24 1 Tawarikh 25 1 Tawarikh 26 1 Tawarikh 27 1 Tawarikh 28 1 Tawarikh 29Verse
1 Tawarikh 29:1 1 Tawarikh 29:2 1 Tawarikh 29:3 1 Tawarikh 29:4 1 Tawarikh 29:5 1 Tawarikh 29:6 1 Tawarikh 29:7 1 Tawarikh 29:8 1 Tawarikh 29:9 1 Tawarikh 29:10 1 Tawarikh 29:11 1 Tawarikh 29:12 1 Tawarikh 29:13 1 Tawarikh 29:14 1 Tawarikh 29:15 1 Tawarikh 29:16 1 Tawarikh 29:17 1 Tawarikh 29:18 1 Tawarikh 29:19 1 Tawarikh 29:20 1 Tawarikh 29:21 1 Tawarikh 29:22 1 Tawarikh 29:23 1 Tawarikh 29:24 1 Tawarikh 29:25 1 Tawarikh 29:26 1 Tawarikh 29:27 1 Tawarikh 29:28 1 Tawarikh 29:29 1 Tawarikh 29:30



Inti pokok tafsiran: Kuasa, kemuliaan, dan takdir kerajaan dalam 1 Tawarikh 29:30
Pasalnya menyoroti bagaimana kitab Tawarikh menggambarkan kekuasaan raja-raja Israel—bukan sebagai prestise manusia semata, melainkan sebagai bagian dari rencana Ilahi atas bangsa pilihan dan bangsa-bangsa di sekitarnya. Ayat ini menyambung gambaran tentang kehormatan besar yang dianugerahkan Tuhan kepada raja-raja Israel dan bagaimana kerajaan-kerajaan tersebut beroperasi di bawah kendali dan nasib yang ditetapkan Allah. Inti pesan: segala kebesaran dan kuasa kerajaan adalah bagian dari tata kelola ilahi atas sejarah manusia, termasuk kesejahteraan umat Israel dan negara tetangga.
Konteks sastra
1 Tawarikh 29 memuat doa dan pujian raja Daud serta perhitungan amal ibadah yang dipimpin Salomo saat mendirikan bait Allah. Ayat 30 melanjutkan serangkaian gambaran tentang bagaimana Allah menegakkan kekuasaan, memberikan nasib baik atau mengatur nasib bagi kerajaan-kerajaan di sekeliling Israel. Struktur kitab ini cenderung mengurangkan fokus pada peristiwa-peristiwa sejarah besar dan lebih menekankan pengakuan akan kedaulatan Allah atas rencana keselamatan dan administrasi negara.
Makna teologis
Ayat ini menegaskan bahwa kemenangan, stabilitas, dan kemakmuran kerajaan tidak bersifat otomatis, tetapi dalam konteks relasi dengan Tuhan. Peran manusia—raja maupun pemerintah—adalah melaksanakan kehendak Allah dalam tata kelola negara. Nasib baik sebuah negeri maupun ketertiban di antara kerajaan-kerajaan lain berlaku karena penetapan Allah, bukan semata-mata keberuntungan manusia. Hal ini menekankan tema keandalan Allah atas perjanjian-Nya dengan Israel dan bahwa sejarah bangsa-bangsa berada di bawah kendali Allah yang berdaulat.
Kerangka pandangan tokoh-tokoh tafsir terdahulu
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke memperlihatkan pola standar: Allah mengatur nasib kerajaan melalui pemimpin yang taat; kekuasaan raja terkait dengan ketaatan kepada Tuhan; kemakmuran bersifat tugas yang harus dipelihara melalui ibadah dan hukum Allah. Ringkasnya, otoritas manusia menjadi bertugas menggenapkan rencana ilahi, bukan meraih kemuliaan bagi diri sendiri.
Quotations (singkat) yang relevan:
Tautan lintas Alkitab
Beberapa rujukan relevan untuk memperjelas tema ini:
Penjelasan singkat: Mazmur menegaskan perlindungan Tuhan bagi yang beriman; Amsal mengaitkan kehendak ilahi dengan tindakan penguasa; Roma menekankan kehormatan perintah Allah terhadap kekuasaan negara.
Pertanyaan renungan
Kesimpulan pendek
1 Tawarikh 29:30 menegaskan bahwa semua kemuliaan dan kekuasaan kerajaan berada dalam kerangka rencana Allah yang mengatur nasib umat-Nya dan hubungan antarnegara. Pengakuan ini mengingatkan umat Allah untuk selalu memuliakan Tuhan melalui ketaatan, ibadah, dan keadilan dalam pemerintahan. Dalam konteks kita, pesan ini mengundang doa bagi pemimpin kita agar mereka mengarahkan negara sesuai kehendak-Nya dan menjaga kesejahteraan semua warga.