Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
1 Tawarikh 1 1 Tawarikh 2 1 Tawarikh 3 1 Tawarikh 4 1 Tawarikh 5 1 Tawarikh 6 1 Tawarikh 7 1 Tawarikh 8 1 Tawarikh 9 1 Tawarikh 10 1 Tawarikh 11 1 Tawarikh 12 1 Tawarikh 13 1 Tawarikh 14 1 Tawarikh 15 1 Tawarikh 16 1 Tawarikh 17 1 Tawarikh 18 1 Tawarikh 19 1 Tawarikh 20 1 Tawarikh 21 1 Tawarikh 22 1 Tawarikh 23 1 Tawarikh 24 1 Tawarikh 25 1 Tawarikh 26 1 Tawarikh 27 1 Tawarikh 28 1 Tawarikh 29Verse
1 Tawarikh 17:1 1 Tawarikh 17:2 1 Tawarikh 17:3 1 Tawarikh 17:4 1 Tawarikh 17:5 1 Tawarikh 17:6 1 Tawarikh 17:7 1 Tawarikh 17:8 1 Tawarikh 17:9 1 Tawarikh 17:10 1 Tawarikh 17:11 1 Tawarikh 17:12 1 Tawarikh 17:13 1 Tawarikh 17:14 1 Tawarikh 17:15 1 Tawarikh 17:16 1 Tawarikh 17:17 1 Tawarikh 17:18 1 Tawarikh 17:19 1 Tawarikh 17:20 1 Tawarikh 17:21 1 Tawarikh 17:22 1 Tawarikh 17:23 1 Tawarikh 17:24 1 Tawarikh 17:25 1 Tawarikh 17:26 1 Tawarikh 17:27



Makna Ayat
1 Tawarikh 17:6 menegaskan bahwa Tuhan merasakan kehadiran-Nya bersama bangsa Israel dalam perjalanan panjang mereka, sejak masa para hakim sampai raja-raja masa kemudian. Tuhan menegaskan bahwa Ia tidak pernah mengabaikan umat-Nya, bahkan ketika manusia tidak menepati kemauan-Nya. Pertanyaan retoris mengenai pembangunan rumah bagi-Nya mengingatkan bahwa niat Tuhan adalah mendirikan identitas pertemuan dengan umat-Nya, lewat tempat pertemuan yang tidak semata-mata diukur dengan kayu atau batu, melainkan dengan kesetiaan dan ibadah mereka.
Konteks Sejarah
Ayat ini berada dalam rangka narasi 1 Tawarikh yang menyoroti pemerintahan Daud dan persiapan pembangunan Bait Suci secara rohani. Allah berfirman melalui Nabi-Nabi pada masa para hakim, tetapi kini doa Daud menggerakkan pemikiran bahwa Israel telah lama menjelajah tanpa tempat ibadah tetap. Dalam konteks ini, Allah menegaskan bahwa Ia tidak meminta rumah yang terbuat dari kayu araz terlebih dahulu; tujuan-Nya adalah hubungan setia dengan umat-Nya, dan kemurahan-Nya berlimpah meski manusia belum membangun rumah bagi-Nya.
Tematik Singkat
Rujukan terkait
Beberapa rujukan yang relevan untuk memahami tema ini:
Catatan Alkitabiah dan Kutipan Terbatas
Beberapa komentar sejarah gereja berpendapat bahwa fokus utama teks ini adalah pola hubungan umat dengan Tuhan, bukan penekanan pada proyek fisik. Kutipan pendek yang relevan dari penafsir kuno menyatakan bahwa Tuhan menuntut hati yang taat terlebih dahulu daripada keindahan bangunan.
Catatan: Tidak ada kutipan kata-per-kata lengkap yang tertera dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam ayat ini yang disalin secara utuh di sini; hanya diringkas secara konteksical untuk menjaga keutuhan bahasa asli dan aliran penafsiran mereka.
Pemahaman Praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa hubungan dengan Tuhan lebih penting daripada fasilitas fisik keagamaan. Dalam hidup kita hari ini, kita diajak untuk menilai: apakah ibadah kita berpusat pada memenuhi ritual semata, atau pada ketaatan yang nyata kepada kehendak Tuhan? Tuhan ingin kita membangun kehidupan berkomunikasi dengan-Nya setiap hari, melalui doa, ketaatan, dan kasih kepada sesama.