1 Tawarikh 17:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Apakah dapat lagi dipersembahkan Daud kepada-Mu akan hal kemuliaan yang dikaruniakan kepada hamba-Mu? Karena Engkau juga mengenal hamba-Mu.

Ayat sebelumnya
« 1 Tawarikh 17:17
Ayat berikutnya
1 Tawarikh 17:19 »

1 Tawarikh 17:18 Tafsiran ayat Alkitab

1 Tawarikh 17:18 (IDN) — Apakah dapat lagi dipersembahkan Daud kepada-Mu hal kemuliaan yang dikaruniakan kepada hamba-Mu?

Ayat ini muncul dalam konteks nubuat Tuhan kepada Daud melalui Nabi Natan, saat rencana Tuhan untuk keluarga Daud diungkapkan. Daud menyadari kemurahan dan kemuliaan yang telah Tuhan berikan kepadanya sebagai hamba-Nya. Ia merespons dengan kerendahan hati dan pengakuan bahwa semua kemuliaan itu berasal dari Allah yang berkuasa, lalu menindaklanjuti dalam doanya yang bersandar pada kasih dan kesetiaan Allah terhadap umat-Nya. Bagi pembaca Indonesia, ayat ini menegaskan sikap yang tepat dalam menghadapi anugerah Tuhan: pengakuan sumber segala kemuliaan dan pemurnian niat hati di bawah bimbingan-Nya.

1. Pembacaan ayat dalam konteks pasal

1 Tawarikh 17 berisi janji-Nya kepada Daud melalui Nabi Natan: Tuhan menyatakan bahwa Ia akan membangun suatu rumah baginya, bukan sebaliknya. Tuhan menjanjikan silsilah kerajaan yang kekal melalui anak Daud, yakni Salomo, dan lebih jauh lagi hingga Mesias. Dalam konteks ini, pertanyaan Daud yang diungkapkan di ayat 18 mencerminkan kerendahan hati seorang raja yang menyadari kemuliaan yang Tuhan berikan adalah pemberian-Nya sendiri, dan bahwa tidak layak bagi manusia untuk membanggakan diri di hadapan Allah yang begitu besar.

2. Pelajaran utama ayat

  • Sumber kemuliaan berasal dari Allah. Daud menyadari bahwa apapun kemuliaan yang diterimanya bukan karena dirinya sendiri, melainkan anugerah dari Tuhan.
  • Kerendahan hati di hadapan Allah. Respons Doa Daud menempatkan dirinya sebagai hamba, terus-menerus menggantungkan diri pada kedaulatan-Nya.
  • Pengakuan identitas sebagai hamba Allah. Frasa hamba-Mu menegaskan hubungan pribadi dengan Allah dan kewajiban setia mengikuti rencana-Nya.

3. Contoh silang dan referensi relevan

Beberapa bagian Alkitab menekankan tema kemuliaan Tuhan sebagai sumber segalanya serta sikap rendah hati manusia:

  • 1 Samuel 2:2 menekankan tidak ada yang setia seperti Tuhan dan tidak ada batu sandungan di hadapan-Nya. Makna ini mendasari persembahan kemuliaan manusia kepada Tuhan sebagai ungkapan kebergantungan kepada-Nya.
  • Matius 6:1 mengingatkan agar perbuatan baik tidak dilakukan untuk mendapat pujian manusia, melainkan dalam rahasia kepada Bapa di sorga—mendorong kita untuk menilai kemuliaan dalam konteks tujuan ilahi, bukan reputasi manusia.
  • Roma 12:1 mengajak kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup kepada Allah, sebagai wujud belas kasih-Nya. Ayat ini sejalan dengan pola Daud: kemuliaan yang dipakai-Nya kembali kepada Tuhan dengan hidup yang penuh kesetiaan.

4. Aplikasi praktis bagi pembaca

– Refleksikan sumber segala talenta, kemampuan, dan kesempatan yang kita miliki; hargailah semua itu sebagai anugerah Tuhan.
– Latih sikap rendah hati saat menerima keberhasilan, menghindari kesombongan yang menutup mata terhadap karya Allah.
– Jadikan kemuliaan Allah sebagai tujuan utama dalam setiap upaya, pekerjaan, dan hubungan kita.

5. Ringkasan inti

Ayat 18 menegaskan bahwa kemuliaan yang diterima Daud adalah pemberian Allah, dan Daud merespons dengan pengakuan penuh kerendahan hati. Sikap ini menjadi teladan bagi umat percaya: segala kemuliaan sejati berasal dari Allah, dan kita dipanggil untuk hidup sebagai hamba-hamba-Nya yang setia.

Penafsiran singkat menurut tokoh-tokoh publik-domain

Para komentator terkenal menekankan prinsip bahwa manusia tidak memiliki hak mutlak atas kemuliaan yang diberikan Tuhan, melainkan harus dipakai untuk tujuan-Nya. Kutipan ringkas yang relevan dari sumber-sumber publik domain dapat membantu memperkaya pemahaman, tanpa menggantikan inti ayat. (Tidak ada kutipan panjang dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini; jika ada kutipan yang relevan, akan disertakan secara singkat dengan pembatasan hak cipta publik.)

Cross-references singkat

- 1 Samuel 2:2: Tuhan adalah satu-satunya yang layak dipuja karena tidak ada seperti-Nya.
- Matius 6:1: hindari mencari pujian manusia; lakukan pekerjaan Allah dalam hati yang benar.
- Roma 12:1: persembahkan diri sebagai ibadah yang hidup.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

1 Tawarikh 17:18 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Samuel 16:7 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Samuel 16:7 (IDN) »
Tetapi datanglah firman Tuhan kepada Semuel: Janganlah engkau pandang akan rupanya atau akan ketinggian lembaganya, karena sudah Kutolak akan dia; bahwa yang dipandang oleh manusia itu satupun tiada adanya, karena manusia memandang seperti yang di hadapan mata sahaja, tetapi Tuhan memandang sampai ke dalam batin.

1 Samuel 2:30 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Samuel 2:30 (IDN) »
Maka sebab itu firman Tuhan, Allah Israel, demikian: Sebenarnya dahulu Aku sudah berfirman, bahwa orang isi rumahmu dan orang isi rumah bapamu akan berjalan di hadapan hadirat-Ku sampai selama-lamanya, tetapi sekarang firman Tuhan: Jauhlah ia itu dari pada-Ku, karena barangsiapa mempermuliakan Daku, maka Akupun mempermuliakan dia kelak, tetapi barangsiapa yang mencelakan Daku, ia itu akan dibinasakan.

2 Samuel 7:20 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
2 Samuel 7:20 (IDN) »
Entah apa lagi dapat dipersembahkan Daud kepadamu? karena Engkau juga yang mengenal akan hambamu ini, ya Tuhan Hua!

IDN Pilih kitab dalam Alkitab