1 Tawarikh 11:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka datanglah ingin kepada Daud, lalu katanya: Siapa gerangan berikan daku minum air dari dalam perigi Betlehem, yang di dalam pintu gerbang?

Ayat sebelumnya
« 1 Tawarikh 11:16
Ayat berikutnya
1 Tawarikh 11:18 »

1 Tawarikh 11:17 Tafsiran ayat Alkitab

Matius Henry, Barnes, Clarke: Kisah keinginan yang Luar biasa (2 Samuel 23:17; 1 Tawarikh 11:17)

Ayat 1 Tawarikh 11:17 menampilkan momen singkat namun penuh arti dalam dinasti Daud. Ketika Daud dipenuhi semangat membela umatnya dan memperkuat pertahanan kota, muncul keinginan yang sangat kuat: minum dari perigi di pintu gerbang Betlehem. Permintaan ini diucapkan tokoh-tokoh yang setia, dan kemauannya untuk mengorbankan kenyamanan demi kasih kepada pemimpin menunjukkan suasana hati komunitas yang saling mendukung di masa kejayaan raja Daud. Ayat ini mengilustrasikan cara heroik iman dinasti Daud bekerja bukan dengan tindakan besar yang bertujuan politik semata, melainkan lewat perilaku sederhana yang meneguhkan persekutuan umat Allah.

konteks asli

Dalam kitab Tawarikh, penulis menyoroti kegigihan bangsa Israel pada masa Daud, terutama bagaimana persatuan, kesetiaan, dan semangat pengorbanan tumbuh di antara mereka. Ayat ini berada dalam catatan tentang para pahlawan Daud, orang-orang yang berdedikasi mewujudkan kepemimpinan rohani dan militer Daud dengan cara-cara yang kadang-kadang tidak lazim namun penuh iman. Permintaan untuk minum dari perigi Betlehem, meskipun secara praktis berarti mengambil resiko dan kemungkinan menimbulkan bahaya, menunjukkan keyakinan bahwa Muara dari semua hal adalah kasih dan ketaatan kepada Tuhan serta pemimpin yang dipakai-Nya.

pesan utama

Pesan utama ayat ini adalah pengakuan akan peran istimewa bagi mereka yang mengasihi Daud sebagai pimpinan Allah, dan bagaimana mereka bersedia melakukan pengorbanan demi kebaikan bersama. Ketika tiga sosok bermitra untuk mengambil air dari perigi yang berbahaya, mereka menegaskan kesetiaan kepada Daud sebagai simbol otoritas ilahi, sambil menyadari bahwa tindakan mereka bukan untuk memamerkan keberanian pribadi, melainkan untuk memperlihatkan dukungan yang tak kenal lelah kepada Allah dan raja-Nya.

tema teologis terkait

  • Pengorbanan komunitas demi kehormatan umat Allah.
  • Kesetiaan kepada pimpinan yang dipakai Tuhan untuk tujuan-Nya.
  • Keberanian iman yang lahir dari ikatan persekutuan hidup di hadapan Tuhan.

Cross-references and quick reflections

Beberapa ayat terkait untuk mengeksplorasi tema ini:

  • 2 Samuel 23:15-16 — Daud sendiri menginginkan air dari sumur perang yang dikelilingi musuh; meski akhirnya air itu tidak diminumnya, permintaan itu menandai keinginan hati raja dan penghormatan para pejuang kepadanya. Refleksinya menunjukkan bagaimana aspirasi manusia bisa mengarahkan kepada tindakan yang lebih rohani: menyerahkan kemauan pribadi kepada kehendak Allah.
  • 1 Sam 17:40-51 (kisah Daud dan Goliat) — Beda konteks, tetapi nada iman yang berani muncul dari kepercayaan kepada Tuhan yang lebih besar daripada bahaya manusia; menyiratkan bahwa keberanian lahir dari kehadiran Allah di tengah tugas hamba-Nya.
  • Amsal 3:27-28 — Nasihat untuk tidak menahan kebaikan kepada sesama ketika kemampuan untuk membantu ada di tangan; hubungan dengan motif dalam cerita ini bahwa membantu sesama demi ketaatan kepada Tuhan adalah bagian dari hidup yang benar.

refleksi penutup

Dalam kehidupan beriman, kadang-kadang kita juga diundang untuk mengambil bagian dalam tindakan sederhana yang membutuhkan pengorbanan, meski berisiko. Kisah ini mengingatkan kita bahwa keinginan untuk berbuat baik bagi pimpinan yang dipakai Tuhan, dan bagi komunitas yang percaya, adalah bagian dari ibadah yang menyatukan hati. Ketika kita menyadari bahwa kesatria iman bukan sekadar luar, melainkan komitmen yang lahir dari kasih kepada Tuhan, kita pun belajar menempatkan kepentingan komunitas lebih tinggi dari kepentingan pribadi. Riyalah doa untuk orang-orang yang memikul tanggung jawab dan untuk mereka yang di sekeliling kita, agar iman kita membuat tindakan kita menambah kebaikan bagi Tuhan dan bagi sesama.

Catatan singkat: Kutipan langsung dari komentator berjudul Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke hanya akan ditampilkan jika tersedia dalam teks. Pada bagian ini, analisis digabung dengan bahasa Indonesia yang alami, tanpa menyalin panjang teks aslinya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

1 Tawarikh 11:17 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Samuel 23:15 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
2 Samuel 23:15 (IDN) »
Maka pura-pura Daud seolah-olah inginlah ia, lalu katanya: Siapakah dapat memberi aku minum air dari dalam perigi yang di Betlehem di tengah-tengah pintu gerbang?

Bilangan 11:4 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Bilangan 11:4 (IDN) »
Maka bangsa kacauan, yang di antara mereka itu, beringin-inginlah lalu pulang, maka pada masa itu menangislah bani Israel, katanya: Siapa gerangan akan memberi kita makan daging?

Mazmur 143:6 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 143:6 (IDN) »
Bahwa aku menadahkan tanganku kepada-Mu, maka jiwaku di hadapan-Mu seperti tanah yang ringkai. -- Selah.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab