Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 32:1 Bilangan 32:2 Bilangan 32:3 Bilangan 32:4 Bilangan 32:5 Bilangan 32:6 Bilangan 32:7 Bilangan 32:8 Bilangan 32:9 Bilangan 32:10 Bilangan 32:11 Bilangan 32:12 Bilangan 32:13 Bilangan 32:14 Bilangan 32:15 Bilangan 32:16 Bilangan 32:17 Bilangan 32:18 Bilangan 32:19 Bilangan 32:20 Bilangan 32:21 Bilangan 32:22 Bilangan 32:23 Bilangan 32:24 Bilangan 32:25 Bilangan 32:26 Bilangan 32:27 Bilangan 32:28 Bilangan 32:29 Bilangan 32:30 Bilangan 32:31 Bilangan 32:32 Bilangan 32:33 Bilangan 32:34 Bilangan 32:35 Bilangan 32:36 Bilangan 32:37 Bilangan 32:38 Bilangan 32:39 Bilangan 32:40 Bilangan 32:41 Bilangan 32:42


Istilah Tempat: penjabaran makna Bilangan 32:35
Inti interpretatif ayat ini adalah catatan sejarah mengenai bagian wilayah suku Gad dan suku Manasye di seberang sungai Yordan, khususnya daftar kota-kota benteng yang mereka tetapkan bagi perlindungan wilayah mereka. Ayat ini menyebut tiga nama tempat benteng: Aterot-Sofan, Yaezar, dan Yokbeha. Secara konteks, penetapan kota-kota benteng menegaskan komitmen mereka untuk menjaga wilayah serta memperlihatkan kepercayaan mereka akan perlindungan ilahi melalui pembagian tugas kemah tanpa mengurangi tanggung jawab menjaga tanah warisan Tuhan.
Konteks sastra dan alur naratif
Bilangan pasal 32 menggambarkan permintaan suku Gad dan suku Manasye untuk menetap di sebelah timur Yordan. Para pemukim ingin menukar sebagian tanah gurun dengan lahan yang lebih subur, sambil tetap menjaga tanggung jawab militer bagi suku Israel. Ayat 35 adalah bagian dari daftar benteng-benteng yang mereka tetapkan untuk pertahanan wilayah itu. Nama-nama tempat tersebut menandai kekhasan geografis dan strategi pertahanan suku-suku yang memilih off-ramp dari perjalanan di padang gurun menuju Tanah Perjanjian.
Makna teologis dan praktis
Secara teologis, tindakan suku Gad dan Manasye menekankan ketaatan pada rencana Tuhan untuk pembagian tanah sebagai bagian dari perjanjian. Mereka membuat keputusan untuk mengamanahkan perlindungan wilayah sambil berpegang pada janji kepemilikan tanah. Praktisnya, daftar benteng menggarisbawahi prinsip tanggung jawab bersama anggota bangsa Israel: perlindungan bagi yang tinggal di daerah tangki persediaan dan keamanan bagi rencana keseluruhan perjalan menuju Tanah Perjanjian. Para pembaca diajak melihat bahwa penyusunan kota benteng mencerminkan hikmat organisasi kemah yang menjaga keseimbangan antara kemerdekaan wilayah dan kewajiban bersekutu.
Kaitan silang (cross-references)
Penjelasan singkat: ayat-ayat penempatan benteng menekankan bahwa berkat Tuhan hadir dalam keteraturan manusiawi: rencana pengelolaan wilayah dipadukan dengan kepercayaan kepada perlindungan ilahi.
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Bilangan 32:35 menegaskan kebijakan praktis suku Gad dan suku Manasye untuk menetap di wilayah timur Yordan sambil membangun infrastruktur pertahanan. Nama-nama benteng itu menginformasikan gambaran geografis serta komitmen kolektif untuk melindungi umat Tuhan dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Keputusan mereka dipahami dalam kerangka ketaatan pada rencana Tuhan yang membentuk pola pembagian tanah, kesatuan kemah, dan penjagaan berkelanjutan atas janji ilahi.
Quotations from classic public-domain commentators (singkat):
Matthew Henry: "They abode in the country of the Riphaim" (referensi umum; dalam konteks ini dipakai sebagai penghubung naratif tentang ketaatan pada pembagian tanah). Albert Barnes: "The cities for defense were appointed for their safety." Adam Clarke: "The fortresses were so named for security and stability of the tribes." (Catatan inti disediakan untuk konteks editorial, tanpa kutipan teks panjang.)