Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 28:1 Bilangan 28:2 Bilangan 28:3 Bilangan 28:4 Bilangan 28:5 Bilangan 28:6 Bilangan 28:7 Bilangan 28:8 Bilangan 28:9 Bilangan 28:10 Bilangan 28:11 Bilangan 28:12 Bilangan 28:13 Bilangan 28:14 Bilangan 28:15 Bilangan 28:16 Bilangan 28:17 Bilangan 28:18 Bilangan 28:19 Bilangan 28:20 Bilangan 28:21 Bilangan 28:22 Bilangan 28:23 Bilangan 28:24 Bilangan 28:25 Bilangan 28:26 Bilangan 28:27 Bilangan 28:28 Bilangan 28:29 Bilangan 28:30 Bilangan 28:31

Bilangan 28:22 (IDN)
Ayat ini muncul dalam konteks pemberian persembahan korban bagi dosa menjelang peringatan-peringatan ibadah pada pihak umat Israel. Tuhan menekankan bahwa jika ada pelanggaran yang tidak disengaja, korban penebusan perlu dilakukan melalui seekor kambing jantan sebagai korban karena dosa. Gafirat (penebusan) diatur untuk menghapus salah satu bentuk pelanggaran yang mengakhiri jarak antara manusia dengan Allah melalui tindakan penebusan yang disediakan-Nya.
Makna utama
Ayat ini menegaskan bahwa dosa, meskipun tidak disengaja, tetap memerlukan pemikiran otoritatif tentang konsekuensi dan cara pemulihan. Korban seekor kambing jantan adalah sarana simbolis untuk menebus dosa dan memulihkan hubungan dengan Tuhan. Ini menekankan kemurnian ritual dan ketaatan umat dalam menghadapi ketidakonsistenan manusia terhadap hukum-Nya.
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
Perenungan praktis
Dalam konteks iman kita hari ini, ayat ini mengingatkan kita bahwa dosa, sekecil apapun, memerlukan respons yang serius dan penyelesaian dalam hubungan dengan Tuhan. Kemurnian hidup serta ketaatan kepada perintah-Nya tetap relevan. Allah menyediakan jalan pendamaian melalui kemahakuasaan-Nya, dan kita dipanggil untuk datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan kepercayaan bahwa pembebasan ada dalam syarat-Nya yang benar.
Refleksi singkat
Penebusan melalui korban kambing jantan di Bilangan menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan dosa tidak terselesaikan, tetapi menyediakan cara yang kudus untuk memulihkan hubungan-Nya dengan umat-Nya. Kedalaman pengalaman umat Israel di dalam tata ibadah menggambarkan pengajaran tentang pengakuan dosa, pertobatan, dan pemulihan kedekatan dengan Tuhan.
Garis besar ringkas
Ayat ini menegaskan bahwa dosa, termasuk yang tidak disengaja, menuntut penebusan melalui sesuatu yang kudus: seekor kambing jantan sebagai korban karena dosa. Ini bagian dari pola ibadah Israel yang menyeimbangkan ketaatan dengan belas kasihan Allah, sehingga umat dapat hidup dalam hubungan yang benar dengan-Nya.
Catatan kutipan langsung (pernyataan dari tokoh komentar publik domain): Teks ini mengacu pada pola penebusan yang dibahas dalam karya-karya klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke. Beberapa frasa inti tentang penebusan dan dosa yang tidak disengaja sering dirujuk sebagai bagian dari penafsiran umum mereka tentang hukum korban. (Kutipan panjang tidak disertakan di sini untuk menjaga fokus pada ringkasan eksegetis dan tidak menambah teks penuh karya mereka.)