Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 24:1 Bilangan 24:2 Bilangan 24:3 Bilangan 24:4 Bilangan 24:5 Bilangan 24:6 Bilangan 24:7 Bilangan 24:8 Bilangan 24:9 Bilangan 24:10 Bilangan 24:11 Bilangan 24:12 Bilangan 24:13 Bilangan 24:14 Bilangan 24:15 Bilangan 24:16 Bilangan 24:17 Bilangan 24:18 Bilangan 24:19 Bilangan 24:20 Bilangan 24:21 Bilangan 24:22 Bilangan 24:23 Bilangan 24:24 Bilangan 24:25



Makna segera Bilangan 24:21
Ayat ini menggambarkan nubuat Balaam tentang kaum Keni yang dilihatnya: meskipun mereka adalah musuh berbahaya, ada pengamatan tentang kedudukan, penjagaan, dan keteguhan. Nada utamanya adalah Allah mengatur jalannya para musuh dalam bentuk yang mengejutkan: mereka tetap teguh dalam strateginya, tetapi rencana mereka berada di bawah kendali ilahi.
Latar belakang konteks
Bilangan 22–24 memaparkan perjumpaan Balaam dengan raja Moab dan dialognya dengan Tuhan. Balaam diundang untuk menabur kutuk, namun Allah mengubah hatinya hingga berstatus sebagai pemberi berkat. Bilangan 24:21 melanjutkan gambaran nubuat mengenai bangsa-bangsa yang bersekutu melawan Israel, dimodelkan dengan gambaran fisik tentang kedudukan dan sarang di atas bukit batu. Pada tingkat teologis, ayat ini menekankan kendali ilahi atas peristiwa-peristiwa dunia, meski penentangnya terlihat kuat dan tetap tersusun.
Observasi tafsir utama
Pandangan singkat para komentator terkemuka
Gagasan berikut dipotong dari padanan karya para komentator publik domain:
Adam Clarke menekankan bahwa nubuat Balaam mengungkap bagaimana Tuhan mengubah niat manusia untuk melayani rencana keselamatan-Nya sendiri. Marcus pendapat Clarke menyoroti bahwa kedudukan musuh di atas bukit adalah gambaran kekuasaan manusia yang terbatas, di bawah kendali ilahi. Matthew Henry menambahkan bahwa peringatan ini menyoroti kehati-hatian umat Allah terhadap para penyerang, seraya menjaga harapan dalam pemeliharaan Tuhan. Albert Barnes menafsirkan sebagai pengaturan ilahi terhadap urusan bangsabangsa meski tampak kokoh di bumi.
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga referensi menunjukkan tema utama bahwa kendali tertinggi ada pada Allah, dan meskipun musuh tampak kuat secara manusia, tujuan-Nya bagi umat-Nya tetap terpelihara.
Pelajaran praktis yang singkat
Inti nubuat ini menekankan bahwa kedudukan manusia di bumi tidak menggeser rencana Allah bagi umat-Nya. Kita dipanggil menaruh kepercayaan kepada-Nya meski bahaya tampak dekat, karena perlindungan dan tujuan-Nya tetap utuh.
Quotations (singkat) from Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dalam bentuk parafrasa telah dipakai untuk memperkaya wawasan, tanpa menyalin teks asli secara lengkap.