Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 22:1 Bilangan 22:2 Bilangan 22:3 Bilangan 22:4 Bilangan 22:5 Bilangan 22:6 Bilangan 22:7 Bilangan 22:8 Bilangan 22:9 Bilangan 22:10 Bilangan 22:11 Bilangan 22:12 Bilangan 22:13 Bilangan 22:14 Bilangan 22:15 Bilangan 22:16 Bilangan 22:17 Bilangan 22:18 Bilangan 22:19 Bilangan 22:20 Bilangan 22:21 Bilangan 22:22 Bilangan 22:23 Bilangan 22:24 Bilangan 22:25 Bilangan 22:26 Bilangan 22:27 Bilangan 22:28 Bilangan 22:29 Bilangan 22:30 Bilangan 22:31 Bilangan 22:32 Bilangan 22:33 Bilangan 22:34 Bilangan 22:35 Bilangan 22:36 Bilangan 22:37 Bilangan 22:38 Bilangan 22:39 Bilangan 22:40 Bilangan 22:41



Bilangan 22:37 (IDN)
Setting segera: Balak telah mengutus para utusan kepada Bileam untuk meminta pelbagai ramalan berkat atau kutukan bagi umat Israel. Balak berharap Bileam akan datang dengan kuasa ilahinya untuk menyingkap nasib bangsa itu. Namun, Bileam telah bersumpah untuk tidak pergi tanpa izin Tuhan dan kemudian berangkat hanya setelah Tuhan membenarkan (Bilangan 22:35–36). Pada ayat ini, Balak bertanya mengapa Bileam tidak segera datang meskipun utusan telah memanggilnya, dan mengulangikannya bahwa ia sanggup memuliakan Bileam “sepertinya” – menunjukkan kekuatan dan niat Balak untuk membayar lunas apa pun yang diperlukan.
What the text reveals about God or faith
Ayat ini menonjolkan kendali Tuhan atas panggilan serta batasan-batasan manusia ketika Allah berfirman melalui peristiwa-peristiwa luar biasa. Bileam secara tegas menimbang firman Tuhan lebih dulu, meski Balak menawar-niaga dengan upah dan kemuliaan. Ketika Tuhan tidak membiarkan dirinya dipaksa oleh imbalan dunia, maka rencana ilahi tetap berjalan melalui perantara-Nya. Hal ini mengingatkan bahwa panggilan ilahi tidak bisa diukur dari harga tawaran manusia, melainkan oleh izin dan arahan Allah.
Kata kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain
Beberapa rujukan yang relevan:
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa panggilan ilahi tidak bisa diperdagangkan dengan imbalan dunia. Bileam menilai panggilan Tuhan sebelum memenuhi permintaan Balak, dan Allah tetap memegang kendali atas jalan kisah-Nya melalui perantara Bileam.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Terjemahan praktis: Dalam menghadapi godaan imbalan dunia—berupa kekayaan, kemuliaan, atau keuntungan pribadi—orang percaya diajak untuk menimbang perintah Tuhan lebih dulu. Ketika Allah membuka pintu menuju tugas-Nya, kita menerima arahan-Nya dengan taat, meskipun tawaran dunia tampak menggiurkan. Ketahuilah bahwa kuasa dan kemuliaan sejati berasal dari Allah, bukan dari upah manusia.
Cross-references singkat
Quotations from classic commentators (ringkas): - Matthew Henry menekankan bahwa orang percaya seharusnya menilai panggilan bukan dari imbalan dunia, melainkan dari perintah Tuhan yang lebih tinggi. - Albert Barnes menunjukkan bahwa kebebasan Bileam untuk pergi bergantung pada izin Tuhan, menggarisbawahi kendali ilahi atas peluang dan bahaya. - Adam Clarke menekankan bahwa Balak mencoba menukar nubuat dengan bayaran, namun Tuhan menilai hati manusia dan mengatur arah pelaksanaan nubuat melalui perantara-Nya. “No full verse quotations are cited here to respect the public-domain paraphrases.”