Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 14:1 Bilangan 14:2 Bilangan 14:3 Bilangan 14:4 Bilangan 14:5 Bilangan 14:6 Bilangan 14:7 Bilangan 14:8 Bilangan 14:9 Bilangan 14:10 Bilangan 14:11 Bilangan 14:12 Bilangan 14:13 Bilangan 14:14 Bilangan 14:15 Bilangan 14:16 Bilangan 14:17 Bilangan 14:18 Bilangan 14:19 Bilangan 14:20 Bilangan 14:21 Bilangan 14:22 Bilangan 14:23 Bilangan 14:24 Bilangan 14:25 Bilangan 14:26 Bilangan 14:27 Bilangan 14:28 Bilangan 14:29 Bilangan 14:30 Bilangan 14:31 Bilangan 14:32 Bilangan 14:33 Bilangan 14:34 Bilangan 14:35 Bilangan 14:36 Bilangan 14:37 Bilangan 14:38 Bilangan 14:39 Bilangan 14:40 Bilangan 14:41 Bilangan 14:42 Bilangan 14:43 Bilangan 14:44 Bilangan 14:45



Bilangan 14:40 (IDN) — Setting, Reaksi, dan Pelajaran Iman
Imamat bangsa Israel setelah kegagalan mereka menolak janji masuk tanah perjanjian berlanjut dengan respons mereka sendiri. Pada bagian sebelumnya, umat itu menolak untuk masuk ke tanah Kanaan karena mereka takut akan raksasa dan kekuatan penduduknya. Dalam ayat ini, meskipan diri mereka berkobar karena kemarahan dan keletihan, mereka mencoba menebus kesalahan mereka dengan tindakan fisik: pagi-pagi naik bukit untuk berjalan ke tempat yang telah diperintahkan Tuhan, lalu mengaku dosanya. Perhatikan dua dimensi utama: profesi dosa yang mereka nyatakan dan upaya mereka untuk kembali mengikuti rencana Tuhan.
Apa yang terpancar dari teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak membatalkan janji karena satu kegagalan manusia. Meskipun umat Israel mengaku berdosa, di sepanjang Kisah Bilangan Allah tetap memegang firman-Nya dan terus mengarahkan umat-Nya menggunakan disiplin dan petunjuk-Nya. Pengakuan dosa di sini menjadi langkah awal untuk pemulihan hubungan dengan Allah, asalkan dilakukan dengan hati yang rendah hati dan kepatuhan yang baru.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian-bagian terkait
Beberapa bagian yang relevan untuk memahami konteks ini antara lain:
Penafsiran rujukan silang singkat
Beberapa rujukan silang yang relevan (tanpa mengutip teks lengkap) antara lain:
Aplikasi praktis bagi kita hari ini
Ayat ini mengingatkan bahwa pengakuan dosa seharusnya menjadi pintu masuk bagi pemulihan. Ketika kita bertindak menurut kebenaran firman Tuhan meski konteks kita berbeda, kita menegaskan komitmen kita pada rencana-Nya. Kita diajak untuk menanggalkan kepura-puraan dan menyerahkan diri dengan ketaatan yang nyata, menjaga hati tetap rendah hati di hadapan Allah, dan melangkah maju dalam kasih serta ketaatan yang konsisten—mengingat bahwa Tuhan setia menuntun umat-Nya meski di tengah ujian.
Inti pesan: pengakuan dosa bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk menilik kembali jalan dengan Tuhan dan melangkah dalam kepatuhan yang baru kepada-Nya.
Quotations (bahasa Indonesia) dari komentator publik domain yang relevan: “...mengakui dosanya dan berusaha kembali mengikuti rencana Tuhan dengan hati yang rendah hati.”