Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 11:1 Bilangan 11:2 Bilangan 11:3 Bilangan 11:4 Bilangan 11:5 Bilangan 11:6 Bilangan 11:7 Bilangan 11:8 Bilangan 11:9 Bilangan 11:10 Bilangan 11:11 Bilangan 11:12 Bilangan 11:13 Bilangan 11:14 Bilangan 11:15 Bilangan 11:16 Bilangan 11:17 Bilangan 11:18 Bilangan 11:19 Bilangan 11:20 Bilangan 11:21 Bilangan 11:22 Bilangan 11:23 Bilangan 11:24 Bilangan 11:25 Bilangan 11:26 Bilangan 11:27 Bilangan 11:28 Bilangan 11:29 Bilangan 11:30 Bilangan 11:31 Bilangan 11:32 Bilangan 11:33 Bilangan 11:34 Bilangan 11:35



Makna Langsung Bilangan 11:34
Tempat itu dinamai Kiberot Taawah karena di sanalah orang-orang yang telah kedatangan ingin diberi nama sebagai tanda reaksi manusia terhadap pemberian Allah yang deras di tengah perjalanan.
Latar belakang konteks
Di Bilangan pasal 11, bangsa Israel bersungut-sungut karena mereka merasa hidup tidak cukup enak di padang gurun. Mereka merindukan makanan daging, bukan hanya manna dari Allah. Allah kemudian menegur umat-Nya melalui Musa, dan keesokan harinya hawa nafsu serta keluhan menimbulkan akibat serius. Setelah kejadian menunya, peristiwa ini terjadi di seputar peristiwa di mana elemen kemarahan manusia bertemu dengan rencana ilahi yang membentuk perjalanan mereka menuju Tanah Perjanjian.
Observasi tafsiran
Hubungan tematik singkat
Beberapa tema terkait meliputi: (1) ketidakpuasan umat memicu konsekuensi nasional; (2) kasih Tuhan yang mengoreksi namun tetap memelihara; (3) pentingnya mengingat peristiwa pertolongan Tuhan sebagai pendorong iman masa depan.
Cross-references dan penjelasannya
- 1 Korintus 10:6,11 menyoroti pelajaran berulang tentang ketidakpuasan dan kegagalan bangsa Israel sebagai contoh agar umat percaya tidak mengulang pola yang sama. Penjelasan singkat: umat Kristen diajak melihat bagaimana contoh kuno dipakai untuk memperkuat iman dan ketaatan pada Kristus.
- Mazmur 78:17-22 menggambarkan keinginan terus-menerus manusia terhadap makanan, dan bagaimana Allah menanggapi dengan penyertaan kasih-Nya meski umat sering membangkang. Penjelasan singkat: mengingatkan kita bahwa keperluan fisik tidak boleh menggeser kebutuhan rohani akan Allah.
- Ibrani 3:7-4:11 mengajak pembaca melihat bagaimana ketidaksetiaan umat masa lampau menghalangi mereka memasuki perjanjian istirahat. Penjelasan singkat: dorongan untuk relokasi fokus dari keinginan duniawi ke iman yang teguh pada Allah.
Penafsiran praktis yang singkat
Kita diajak berhati-hati terhadap keluhan yang berpotensi menutup mata terhadap pekerjaan Tuhan dalam hidup kita. Perjalanan iman sering menuntut sabar, terutama ketika kebutuhan duniawi terasa mendesak. Ingatlah bahwa Allah menyertai dan menuntun umat-Nya meskipun caranya tidak selalu sejalan dengan keinginan hati manusia.
Inti pesan dalam satu paragraf
Penamaan tempat Kiberot Taawah adalah pengingat bahwa respons manusia terhadap pemeliharaan Allah bisa mencerminkan kerinduan akan penghiburan duniawi di tengah jalan iman. Allah memanggil umat-Nya untuk tetap tunduk pada rencana-Nya, belajar dari ingatan lama, agar hidup umat percaya tidak terikat pada keluhan sesaat tetapi pada penyertaan-Nya yang abadi.
Catatan kutipan langsung (apabila ada): Tidak ada kutipan langsung panjang dari tokoh komentator publik-domain yang relevan dalam teks ini; namun nuansa interpretatif mengacu pada pola yang ditemukan dalam karya-karya publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, dengan mengutip secara umum gaya penafsiran mereka ketika relevan tanpa mengulang teks asli secara panjang.