Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Bilangan 1 Bilangan 2 Bilangan 3 Bilangan 4 Bilangan 5 Bilangan 6 Bilangan 7 Bilangan 8 Bilangan 9 Bilangan 10 Bilangan 11 Bilangan 12 Bilangan 13 Bilangan 14 Bilangan 15 Bilangan 16 Bilangan 17 Bilangan 18 Bilangan 19 Bilangan 20 Bilangan 21 Bilangan 22 Bilangan 23 Bilangan 24 Bilangan 25 Bilangan 26 Bilangan 27 Bilangan 28 Bilangan 29 Bilangan 30 Bilangan 31 Bilangan 32 Bilangan 33 Bilangan 34 Bilangan 35 Bilangan 36Verse
Bilangan 10:1 Bilangan 10:2 Bilangan 10:3 Bilangan 10:4 Bilangan 10:5 Bilangan 10:6 Bilangan 10:7 Bilangan 10:8 Bilangan 10:9 Bilangan 10:10 Bilangan 10:11 Bilangan 10:12 Bilangan 10:13 Bilangan 10:14 Bilangan 10:15 Bilangan 10:16 Bilangan 10:17 Bilangan 10:18 Bilangan 10:19 Bilangan 10:20 Bilangan 10:21 Bilangan 10:22 Bilangan 10:23 Bilangan 10:24 Bilangan 10:25 Bilangan 10:26 Bilangan 10:27 Bilangan 10:28 Bilangan 10:29 Bilangan 10:30 Bilangan 10:31 Bilangan 10:32 Bilangan 10:33 Bilangan 10:34 Bilangan 10:35 Bilangan 10:36



Bilangan 10:17 (IDN) – Perjalanan kemah dan penjajaran suku
Gambaran singkat: Bilangan pasal ini menggambarkan momen-perjalanan Israel di padang gurun setelah kemah pertemuan dibongkar. Ayat 17 menegaskan bahwa suku-suku Gershon dan Merari yang membawa kerangka kemah sembahyang melanjutkan perjalanan ketika kemah itu dipasang dan dibongkar kembali sesuai dengan petunjuk Musa. Pasal ini menekankan ketertiban, tanggung jawab tugas, dan kedisiplinan perjalanan umat Allah dalam wadi pengembaraan.
1) Ayat dalam konteks pasal
Bilangan 10 menggambarkan dua hal utama: arah perjalanan bendera umat dan organisasi penduduk menurut suku. Ayat 17 menegaskan bahwa ketika kemah sembahyang dibongkar untuk perjalanan, semua pihak yang terlibat dalam pemindahan (khususnya bani Gershon dan bani Merari sebagai pengusung kemah) melanjutkan tugas mereka. Ini menyoroti koordinasi antara imam, pengangkut barang suci, dan umat dalam menjaga kemuliaan Tuhan saat berpindah tempat beribadah.
2) Pelajaran rohani utama
3) Perbandingan dengan bagian lain
Beberapa bagian yang relevan sejalan dengan prinsip ini:
4) Aplikasi praktis
Untuk komunitas gereja zaman sekarang, ayat ini mengingatkan kita bahwa:
5) Cross-references singkat
- Kel. 39: Gosyen dan Merari disebut dalam pembahasan tata kemah; mengingatkan kita bahwa peran spesifik dalam pelaksanaan ibadah bersifat Tuhan anugerahkan.
- 1 Kor. 12: Eksplanasi tentang anggota tubuh yang berbeda memiliki fungsi berbeda; bagaimana tiap bagian bekerja sama untuk membangun tubuh Kristus.
- Ef. 4:16: Perpindahan atau perubahan dalam jemaat yang sehat terjadi melalui kesatuan pekerjaan tiap anggota untuk bertumbuh dalam kasih.
6) Ringkasan
Bilangan 10:17 menegaskan bahwa pergerakan umat Allah dalam padang gurun membutuhkan kerja sama antar suku yang membawa kemah suci. Dalam konteks gereja modern, prinsip menjaga ketertiban tugas, partisipasi semua pihak, dan kesetiaan pada tujuan rohani tetap relevan. Ketika kemah hidup kita dibongkar untuk bergerak, kita berpegang pada panggilan untuk melayani Tuhan dengan setia, sambil menjaga kemuliaan-Nya di mana pun kita berada.
Penanda kutipan: Tidak ada kutipan panjang langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini. Inti tafsiran kami menggabungkan prinsip umum yang mereka tekankan tentang ketertiban liturgi, tanggung jawab tugas, dan makna perjalanan umat Allah dalam perjanjian.