Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNehemia 5:19 Tafsiran ayat Alkitab
Nehemia 5:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Ya Allahku! ingatlah kiranya akan daku dengan baiknya, sekadar segala sesuatu yang sudah kuperbuat akan orang banyak ini.
Nehemia 5:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nehemia 5:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Nehemia 13:31 (IDN) »
Lagipun akan persembahan kayu api pada masa yang tertentu dan akan segala hulu hasil. Ya Allahku! ingatlah kiranya akan daku dengan baiknya.

Nehemia 13:14 (IDN) »
Ya Allahku! ingatlah kiranya akan daku dalam perkara ini, dan jangan apalah Kauhapuskan segala kebajikan yang sudah kuperbuat akan bait Allahku dan akan segala pengawalannya.

Nehemia 13:22 (IDN) »
Arakian, maka kusuruh segala orang Lewi memeliharakan dirinya dengan suci dan setengah mereka itu kusuruh datang menunggui segala pintu gerbang, supaya sabat itu boleh disucikan. Ya Allahku! ingatlah kiranya akan daku sebab perkara inipun, dan ampunilah kiranya aku sekadar kebesaran kemurahan-Mu!
Nehemia 5:19 (IDN)
Imbasnya terasa sebagai bagian dari pengakuan pribadi Nehemia: ia memohon kepada Allah agar mengingatkan segala kebaikannya kepada daku dalam menghadapi tekanan dan perlakuan tidak adil dari orang banyak. Ayat ini letakkan fokus pada hubungan Nehemia dengan Allah sebagai sumber keadilan dan pertolongan menghadapi tantangan restaurasi tembok Yerusalem.
Tepatnya konteks ayat
Nehemia memimpin pembangunan kembali tembok Yerusalem ketika tekanan dari orang-orang yang menentang proyek itu meningkat. Dalam kelelahan dan ancaman, ia tidak menilai balas dendam, melainkan memohon bahwa Allah memperhatikan perjuangannya secara adil. Permohonan ini menegaskan pandangan iman bahwa pekerjaan Allah sering dipahami melalui ujian, dan Allah menyimpan catatan setiap tindakan hidup orang percaya.
Apa yang dikisahkan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menyoroti kepercayaan bahwa Allah memori akan ketaatan dan kerja keras umat-Nya. Nehemia tidak meminta kemenangan dengan cara manusiawi saja, melainkan memohon bahwa Allah mengingat kebenaran niat dan usaha mereka di tengah tekanan. Ini menegaskan tema kebijakan Allah yang tidak membiarkan perbuatan baik terabaikan, bahkan ketika tampaknya tidak membuahkan hasil secara kasat mata.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat terkait yang memperkaya makna ini:
Penafsiran praktis untuk masa kini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa pekerjaan yang dilakukan untuk kebaikan sesama dan demi kemuliaan Allah bukanlah usaha yang hilang ditelan waktu. Dalam misi apapun—pembangunan komunitas, perbaikan garis hubungan, atau pelayanan gereja—kita didorong untuk menjaga integritas, bekerja keras, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah yang memelihara ingatan-Nya terhadap setiap usaha yang lahir dari iman. Ketika menghadapi tekanan, kita dapat meniru pola Nehemia: berdoa dengan jujur, tetap fokus pada tujuan ilahi, dan percaya bahwa Allah menilai serta membalas dengan kebaikan pada waktunya.
Inti pesan
Nehemia 5:19 menyiratkan bahwa keadilan Allah mencakup catatan atas tindakan baik manusia. Ketekunan di hadapan oposisi tidak sia-sia ketika dipersembahkan kepada Allah sebagai ibadah yang setia dan bertujuan memuliakan-Nya.