Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiNehemia 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
Nehemia 1:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sembahku: Ya Tuhan, Allah yang di sorga, Engkaulah Allah yang mahabesar dan haiban, yang memeliharakan perjanjian dan kemurahan kepada barangsiapa yang mengasihi akan Dikau dan yang memeliharakan segala firman-Mu.
Nehemia 1:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Nehemia 1:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 20:6 (IDN) »
tetapi Aku menunjuk kemurahan-Ku akan beribu-ribu gilir orang yang mengasihi akan Daku dan yang memeliharakan segala firman-Ku.

Daniel 9:4 (IDN) »
Maka akupun meminta doalah kepada Tuhan Allahku serta aku mengaku salahku, kataku: Ya Tuhan! Engkau Allah yang mahabesar dan hebat, yang menyampaikan perjanjian dan kemurahan kepada mereka yang kasih akan Dikau, dan yang menurut segala hukum-Mu!

Ulangan 7:21 (IDN) »
Janganlah kamu gentar di hadapan mereka itu, karena di tengah-tengah kamu adalah Tuhan, Allahmu, yaitu Allah yang mahabesar dan hebat!
Nehemia 1:5 – Makna inti dan latar konteks singkat
Paitalanya menyatakan pengakuan doa Nehemia: ia menyembah Allah yang di sorga, Yang Mahabesar dan Haiban, pemelihara perjanjian dan kemurahan kepada orang yang mengasihi-Nya serta menepati firman-Nya.
Latar belakang konteks
Nehemia menulis saat bangsa Israel kembali dari pembuangan, berurusan dengan kehancuran Yerusalem dan tantangan membangun tembok serta menegakkan kembali perjanjian dengan Allah. Doa ini menegaskan fondasi hubungan: kekuasaan Allah, kesetiaan-Nya pada perjanjian, dan kemurahan bagi orang yang setia kepada firman-Nya.
Pengamatan tafsir singkat
- Pengakuan kedahsyatan Allah: istilah “Ya Tuhan, Allah yang di sorga” menegaskan kredo iman Israel bahwa Allah berkuasa dari surga dan beribadah dengan kekudusan-Nya.
- Gelar kebesaran dan kehaban: “maha besar dan haiban” menekankan kekuasaan-Nya yang memerintah secara adil dan penuh hormat, sehingga manusia dipanggil merendahkan diri di hadapan-Nya.
- Perjanjian dan kemurahan: Allah tidak sekadar berkuasa, tetapi setia pada perjanjian-Nya dan melimpahi kasih bagi yang mengasihi-Nya serta menuruti firman-Nya. Respons manusia adalah komitmen untuk mengasihi dan menaati firman-Nya.
Kaitan teologi penting
Hal ini menekankan keseimbangan antara ketundukan kepada Allah yang berkuasa dan anugerah-Nya bagi mereka yang setia. Doa Nehemia juga memposisikan ketaatan sebagai syarat meraih pemeliharaan ilahi dalam situasi krisis nasional.
Konten silang yang relevan
Relasi praktis yang singkat
Ketika kita menghadapi tugas besar atau kegagalan pribadi maupun komunitas, kita diajak menimbang bahwa Allah adalah yang berkuasa, setia pada perjanjian-Nya, dan penuh kemurahan bagi mereka yang hidup dalam kasih dan ketaatan kepada firman-Nya. Doa kita bisa mencerminkan pengakuan ini: merendahkan diri di hadapan-Nya, meminta pimpinan-Nya, dan melangkah dalam ketaatan.
Ringkasan tematik
Nehemia 1:5 menegaskan tiga hal pokok: kuasa Ilahi yang maha besar, kesetiaan-Nya pada perjanjian, dan kemurahan bagi orang yang mengasihi serta menuruti firman-Nya. Doa ini menjadi pola ibadah yang berakar pada pengakuan hidup di bawah otoritas Allah yang di sorga.
Cuplikan pandangan para penafsir (singkat)
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa kehadran kata- kata ini mengajak umat untuk melihat Allah sebagai sumber perlindungan dan hukum hidup. Mereka menekankan keseimbangan antara pengakuan kekuasaan Allah dan keteraturan moral berlandaskan firman-Nya. (Catatan: tidak menyalin teks lengkap, hanya gambaran umum.)
Catatan penamaan kutipan langsung yang spesifik dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke disertakan hanya jika ada kutipan singkat yang relevan dan tersedia dalam catatan editorial publik domain.