Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 8:1 Lukas 8:2 Lukas 8:3 Lukas 8:4 Lukas 8:5 Lukas 8:6 Lukas 8:7 Lukas 8:8 Lukas 8:9 Lukas 8:10 Lukas 8:11 Lukas 8:12 Lukas 8:13 Lukas 8:14 Lukas 8:15 Lukas 8:16 Lukas 8:17 Lukas 8:18 Lukas 8:19 Lukas 8:20 Lukas 8:21 Lukas 8:22 Lukas 8:23 Lukas 8:24 Lukas 8:25 Lukas 8:26 Lukas 8:27 Lukas 8:28 Lukas 8:29 Lukas 8:30 Lukas 8:31 Lukas 8:32 Lukas 8:33 Lukas 8:34 Lukas 8:35 Lukas 8:36 Lukas 8:37 Lukas 8:38 Lukas 8:39 Lukas 8:40 Lukas 8:41 Lukas 8:42 Lukas 8:43 Lukas 8:44 Lukas 8:45 Lukas 8:46 Lukas 8:47 Lukas 8:48 Lukas 8:49 Lukas 8:50 Lukas 8:51 Lukas 8:52 Lukas 8:53 Lukas 8:54 Lukas 8:55 Lukas 8:56



Lukas 8:55 (IDN) – "Maka rohnya pun kembalilah pula, lalu bangunlah ia dengan segera; maka Yesus menyuruh memberi budak itu makan."
Setting segera setelah kebangkitan anak perempuan Jairus, atau keajaiban yang menampilkan kuasa Yesus atas kematian. Kisah ini menyoroti bagaimana perhatian penuh kasih dan otoritas Ilahi bekerja dalam detik-detik terakhir kehidupan manusia yang rapuh. Dalam konteks ini, roh anak perempuan berbalik, ia bangun, dan dengan bijak Yesus memerintahkan agar ia diberi makan, menunjukkan bahwa hidup yang dipulihkan memerlukan perawatan praktis dan pemeliharaan harian.
Masuknya tema iman dan kuasa Allah
Ayat ini menegaskan bahwa kuasa hidup yang berkuasa di atas kematian adalah nyata bagi mereka yang percaya. Ketika roh itu kembali, kebangkitan itu bukan sekadar kebalikan dari kematian, melainkan sebuah pemulihan yang jelas terhadap fungsi hidup: bangunlah ia dengan segera. Hal ini menegaskan bahwa kuasa Yesus tidak hanya mengalahkan kematian secara abstrak, tetapi juga memulihkan kebutuhan fisik dan kesejahteraan manusia.
Penafsiran kata-kata kunci
Cross-references (singkat dengan hubungan singkat)
Penjelasan singkat tentang hubungan: ayat-ayat terkait memperlihatkan bahwa kebangkitan yang dibawa Kristus tidak terlepas dari pemeliharaan harian, termasuk kebutuhan fisik, serta panggilan untuk hidup dalam kasih dan pelayanan kepada sesama.
Garis besar tafsiran dari tokoh-tokoh benar (ringkas, tanpa kutipan panjang)
Para penafsir public domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa keajaiban ini menegaskan Kristus sebagai pemberi hidup yang penuh belas kasih; otoritas-Nya atas hidup dan kematian berdampak pada kehidupan praktis orang percaya—pemulihan menyertai pemeliharaan, bukan semata-mujarab pisah dari realitas dunia. Inti pandangan mereka: Allah bekerja dalam konteks kehidupan nyata manusia, memulihkan tubuh, membangkitkan harapan, dan menuntun ke dalam tindakan kasih seperti memberi makan orang yang dipulihkan.
Pengajaran utama dan aplikasi kekinian
Ayat ini mengajar bahwa pemulihan ilahi tidak berhenti pada restorasi spiritual saja, melainkan meliputi kebutuhan fisik dan keseharian kita. Ketika Yesus menyuruh memberi makan budak itu, kita diingatkan bahwa hidup Kristen menuntut respon konkret: pelayanan praktis, perhatian terhadap kebutuhan tetangga, dan solidaritas dalam kasih. Dalam konteks gereja hari ini, pemulihan yang dikerjakan Tuhan menggerakkan kita untuk memperhatikan mereka yang lemah, menyediakan makanan, dukungan, dan peluang untuk bangkit kembali secara utuh.
Penutup – inti pesan untuk sekarang
Demikianlah bahwa kasih Allah bekerja secara nyata di tengah peristiwa hidup, dengan kuasa yang membangkitkan dan hikmat untuk merawat. Biarlah kita menyadari bahwa pemulihan total yang Allah tawarkan berakhir dalam perbuatan nyata—memberi makan, merawat, dan membangun kembali komunitas melalui kasih Kristus.