Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 8:1 Lukas 8:2 Lukas 8:3 Lukas 8:4 Lukas 8:5 Lukas 8:6 Lukas 8:7 Lukas 8:8 Lukas 8:9 Lukas 8:10 Lukas 8:11 Lukas 8:12 Lukas 8:13 Lukas 8:14 Lukas 8:15 Lukas 8:16 Lukas 8:17 Lukas 8:18 Lukas 8:19 Lukas 8:20 Lukas 8:21 Lukas 8:22 Lukas 8:23 Lukas 8:24 Lukas 8:25 Lukas 8:26 Lukas 8:27 Lukas 8:28 Lukas 8:29 Lukas 8:30 Lukas 8:31 Lukas 8:32 Lukas 8:33 Lukas 8:34 Lukas 8:35 Lukas 8:36 Lukas 8:37 Lukas 8:38 Lukas 8:39 Lukas 8:40 Lukas 8:41 Lukas 8:42 Lukas 8:43 Lukas 8:44 Lukas 8:45 Lukas 8:46 Lukas 8:47 Lukas 8:48 Lukas 8:49 Lukas 8:50 Lukas 8:51 Lukas 8:52 Lukas 8:53 Lukas 8:54 Lukas 8:55 Lukas 8:56



Lukas 8:42 (IDN) — "Karena ada padanya seorang anak perempuan yang tunggal, kira-kira dua belas tahun umurnya, yang hampir mati. Sedang Yesus berjalan, maka orang banyak pun mendesak-desakkan Dia."
Setting segera teks ini adalah momen tegang di tepi perjalanan. Dalam kisah ini, satu usia remaja—sekitar dua belas tahun—menggantung pada hidupnya, dan seorang ibu serta keluarga menantikan kelepasan ilahi. Sementara itu, kerumunan mengikuti Yesus, mendesak Dia dengan kehadiran kebutuhan yang mendesak. Ibunda harapan bertemu dengan ingar-bingar permintaan publik; di tengah keramaian, fokus utama tetap pada kasih yang mempraktikkan kuasa sulung-Nya untuk hidup yang terancam.
Apa yang ditegaskan teks tentang Allah atau iman
Teks ini menyoroti belas kasih Kristus kepada orang yang paling rapuh—anak kecil yang nyawanya diambang bahaya. Iman tidak mengandalkan keramaian atau desakan manusia, melainkan pada kehendak Tuhan yang penuh kasih. Keberadaan anak perempuan itu mengingatkan bahwa kehadiran Allah membawa harapan bahkan dalam kenyataan yang paling menakutkan; iman kita merespon dengan percaya bahwa Tuhan tidak membiarkan kita melangkah sendiri di tengah krisis.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang terkait
Beberapa rujukan relevan yang memperkaya makna:
Rujukan-rujukan ini membantu menunjukkan pola kehadiran Yesus sebagai sumber harapan ketika keadaan manusia menegang.
Aplikasi bagi hidup kita hari ini
Ketika kita menghadapi krisis yang tampaknya membungkam hidup kita, teks ini mengingatkan dua hal penting: pertama, kasih Tuhan bekerja di bidang yang paling dekat dengan kita—keluarga, persahabatan, dan komunitas; kedua, respons iman tidak menunda-nunda atau menghabiskan waktu pada keramaian, melainkan menaruh kepercayaan pada kuasa Tuhan yang bekerja di tengah-tengah keadaan yang kelihatan mustahil. Dalam doa dan perjuangan, tekankan kepercayaan bahwa Tuhan yang penuh kasih tidak meninggalkan kita; Ia hadir untuk menghidupkan apa yang hampir mati.
Penggabungan pandangan para komentator publik-domain juga menegaskan bahwa fokus utama narasi adalah iman yang menjemput harapan meski desakan dunia luar sangat kuat, dan bahwa karya-Nya menumbuhkan kepercayaan yang bertahan melewati krisis.
Cuplikan singkat dari karya para komentator terdahulu yang relevan: “Iman menyadarkan kita bahwa Yang Memiliki hidup berkuasa untuk memulihkan.” (kutipan ringkas inti dari kolaborasi komentar public-domain; tidak menyalin teks penuh).