Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 7:1 Lukas 7:2 Lukas 7:3 Lukas 7:4 Lukas 7:5 Lukas 7:6 Lukas 7:7 Lukas 7:8 Lukas 7:9 Lukas 7:10 Lukas 7:11 Lukas 7:12 Lukas 7:13 Lukas 7:14 Lukas 7:15 Lukas 7:16 Lukas 7:17 Lukas 7:18 Lukas 7:19 Lukas 7:20 Lukas 7:21 Lukas 7:22 Lukas 7:23 Lukas 7:24 Lukas 7:25 Lukas 7:26 Lukas 7:27 Lukas 7:28 Lukas 7:29 Lukas 7:30 Lukas 7:31 Lukas 7:32 Lukas 7:33 Lukas 7:34 Lukas 7:35 Lukas 7:36 Lukas 7:37 Lukas 7:38 Lukas 7:39 Lukas 7:40 Lukas 7:41 Lukas 7:42 Lukas 7:43 Lukas 7:44 Lukas 7:45 Lukas 7:46 Lukas 7:47 Lukas 7:48 Lukas 7:49 Lukas 7:50



Rangkuman Pembaca: Kisah Lemah Lembut Kasih Allah di Lukas 7:13
Dalam Lukas 7, kita menyaksikan rangkaian perjumpaan Yesus dengan berbagai orang yang membutuhkan, mulai dari orang sakit hingga orang berdosa yang menunggu harapan pemulihan. Pada ayat 13, di antara berita duka para pengangkat beban, Tuhan menatap seorang janda yang kehilangan satu-satunya anak laki-laki. Respons-Nya adalah kasih yang menggerakkan: "Janganlah engkau menangis." Ayat ini menegaskan bagaimana belas kasihan Allah menjangkau mereka yang paling rapuh secara sosial maupun emosional.
Ayat Kisahnya (Lukas 7:13, Versi IDN)
Serta Tuhan melihat perempuan itu, jatuhlah kasihan-Nya akan dia, lalu kata-Nya, "Janganlah engkau menangis."
Perikop dalam konteks babnya
Ayat ini berada dalam narasi mengenai Yesus yang menggenapi kehadiran ilahi melalui mukjizat dan perhatian pribadi. Pada saat itu, janda itu hanyalah gambaran dari kehilangan publik yang menanggung beban keluarga. Ketika Tuhan melihatnya, belas kasihan-Nya membubuhkan pengharapan baru dalam situasi yang kelihatan putus asa. Ini bukan sekadar respons terhadap kesedihan, tetapi juga tindakan yang memulihkan peran sosial dan harapan akan masa depan.
Pelajaran rohani utama
Perbandingan alkitabiah yang relevan
Korespondensi dengan kisah-kisah kasih Allah di Perjanjian Baru, misalnya:
Aplikasi praktis bagi pembaca modern
Keadaan kita sering dihadapkan pada ungkapan kehilangan—bukan hanya kematian, tetapi juga kegagalan, kehilangan pekerjaan, atau perpecahan keluarga. Pelajaran di sini mengajak kita untuk:
2-3 referensi silang yang relevan dan penjelasan singkat
- Matius 9:36-38: Ketika Yesus melihat orang banyak yang lelah dan terhilang, Ia merasa belas kasihan; hal ini mendorong tindakan misi. Hubungan antara belas kasihan-Nya dan dorongan untuk bekerja membangun komunitas iman terlihat jelas.
- Markus 1:41: Yesus mengulurkan kasih-Nya kepada orang yang sakit dengan kasih yang tulus—perhatikan bagaimana sentuhan-Nya menandai pemulihan secara pribadi.
- Yohanes 11:35-36: Ketika Maria dan sahabatnya menangis, respons-Nya adalah empati yang mendalam, menegaskan bahwa kasih-Nya menyentuh bahkan pada kedalaman duka.
Catatan karya para penafsir terdahulu (kutipan singkat)
Beberapa penafsir berbahasa Inggris terdahulu menggambarkan respons Yesus sebagai inti dari karakter-Nya: Henry, Barnes, dan Clarke menekankan belas kasihan yang nyata yang memulihkan martabat manusia. Contoh ringkas: salah satu komentar menggarisbawahi bahwa kebaikan-Nya kepada orang berduka adalah inti dari kerajaan-Nya yang berbelas kasih. (Kutipan utuh tertera dalam bagian catatan, jika tersedia.)
Ringkasan
Ayat ini menegaskan bahwa kasih Allah tidak abstrak; Ia melihat kebutuhan pribadi kita, menyentuh air mata kita, dan mengembalikan harapan. Respons-Nya mengajak kita untuk menjadi agen belas kasihan bagi sesama, menghibur mereka yang menangis, dan menyatakan bahwa masa depan dalam kasih-Nya tetap terjaga.