Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 5:1 Lukas 5:2 Lukas 5:3 Lukas 5:4 Lukas 5:5 Lukas 5:6 Lukas 5:7 Lukas 5:8 Lukas 5:9 Lukas 5:10 Lukas 5:11 Lukas 5:12 Lukas 5:13 Lukas 5:14 Lukas 5:15 Lukas 5:16 Lukas 5:17 Lukas 5:18 Lukas 5:19 Lukas 5:20 Lukas 5:21 Lukas 5:22 Lukas 5:23 Lukas 5:24 Lukas 5:25 Lukas 5:26 Lukas 5:27 Lukas 5:28 Lukas 5:29 Lukas 5:30 Lukas 5:31 Lukas 5:32 Lukas 5:33 Lukas 5:34 Lukas 5:35 Lukas 5:36 Lukas 5:37 Lukas 5:38 Lukas 5:39



Lukas 5:38 (IDN)
Ayat ini muncul dalam konteks Yesus menjawab pertanyaan mengapa Ia tidak berpuasa seperti para ahli taurat dan murid-murid Yohanes Pembaptis. Dalam bagian ini, Yesus menjelaskan bahwa fungsi hukum dan praktik lama memerlukan pembaruan seiring berjalannya waktu. Perumpamaan “kerbat” (jerat anggur) melambangkan keadaan umat Israel yang lama: hal-hal yang baru tidak ditempatkan di dalam wadah lama, begitu pula pekerjaan Allah yang baru tidak muat jika disimpan dalam pola lama yang kaku.
Pemaknaan pokok
Verse ini menegaskan prinsip pembaruan ilahi: Allah menghadirkan hal-hal baru yang memerlukan sarana baru. “Anggur yang baharu” menandakan hidup, kuasa, dan cara kerja Roh yang segar. “Kerbat yang baharu” menandakan jiwa, komunitas, dan praktik yang relevan dengan damai-Nya pada masa itu dan seterusnya. Inti pesannya ialah keseuaian antara tugas Allah dan cara umat-Nya menjalankannya; keduanya perlu responsif terhadap karya Roh yang hidup demi efek yang benar dan berbuah.
Tema utama
Cross-reference singkat
Beberapa bagian sejalan: Matius 9:17 menekankan bahwa hal baru memerlukan kantong baru; 2 Korintus 5:17 menegaskan pembaruan dalam Kristus; Ibrani 8:13 menyingkap pergeseran dari perjanjian lama ke perjanjian baru. Penekanan umum: Allah bekerja secara progresif demi pemulihan dan pemurnian umat-Nya.
Refleksi praktis
Bagaimana kita merespons pembaruan ilahi? Bilamana kita merasa pola lama menghambat imajinasi karya-Nya, kita dipanggil untuk bersikap terbuka pada arah baru yang sejalan dengan kasih Kristus. Jangan mengabaikan inti iman: pertumbuhan kerohanian yang berbuah dalam kasih kepada sesama dan ketaatan pada pimpinan-Nya.
Inti penutup
Ayat ini mengingatkan bahwa hidup rohani tidak berhenti pada tradisi, melainkan bergerak dalam kehadiran karya Allah yang baru. Anggur yang baharu memerlukan kerbat yang baru supaya buahnya nyata dan membawa kemuliaan bagi Tuhan.
Q.S.: “melainkan air anggur yang baharu patutlah dibubuhkan ke dalam kerbat yang baharu.”
Catatan singkat dari komentator klasik menggarisbawahi gagasan bahwa pembaruan ilahi menuntut kesiapan wajan rohani yang baru untuk memikul dan menumbuhkan hidup yang dinamis dalam Tuhan.