Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 5:1 Lukas 5:2 Lukas 5:3 Lukas 5:4 Lukas 5:5 Lukas 5:6 Lukas 5:7 Lukas 5:8 Lukas 5:9 Lukas 5:10 Lukas 5:11 Lukas 5:12 Lukas 5:13 Lukas 5:14 Lukas 5:15 Lukas 5:16 Lukas 5:17 Lukas 5:18 Lukas 5:19 Lukas 5:20 Lukas 5:21 Lukas 5:22 Lukas 5:23 Lukas 5:24 Lukas 5:25 Lukas 5:26 Lukas 5:27 Lukas 5:28 Lukas 5:29 Lukas 5:30 Lukas 5:31 Lukas 5:32 Lukas 5:33 Lukas 5:34 Lukas 5:35 Lukas 5:36 Lukas 5:37 Lukas 5:38 Lukas 5:39



Lukas 5:16 – Menarik Diri untuk Berdoa
Ayat ini muncul di tengah kisah tentang mujizat-Nya, ketika banyak orang mengikuti Raja atas kasih-Nya yang penuh kuasa. Setelah manyak orang berdatangan dan menuntut perhatian-Nya, Yesus memilih jalan yang berbeda: Ia menarik diri ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Tindakan ini menegaskan prioritas-Nya: meskipun pelayanan membutuhkan, hubungan dengan Bapa adalah sumber kekuatan dan arah.
Makna utama
Kalimat singkat ini menekankan disiplin rohani Yesus: kasih kepada sesama tidak mengurangi kebutuhan-Nya akan hubungan intim dengan Bapa melalui doa. Dalam keheningan, Ia memperbarui otoritas rohani, menerima pemantapan visi misi-Nya, dan menunjukkan teladan bagi pengikut-Nya bahwa doa adalah persiapan sebelum tindakan besar.
Tema utama
Rujukan lintas terkait
Beberapa bagian Alkitab lain menekankan pentingnya doa dalam pekerjaan pewartaan:
Perenungan praktis
Bagaimana kita menirukan teladan ini? Luangkan waktu teratur untuk doa pribadi dan doa bersama. Biarkan sunyi menolong kita menilai arah hidup, menyaring keinginan diri dari kehendak Allah, dan memperbarui tenaga untuk melayani sesama dengan kasih yang murni. Doa bukan sekadar aktivitas, melainkan hubungan yang memperkaya misi kita di dunia.
Inti kedalaman teologi
Pengasingan sejenak untuk berdoa bukan tanda kelemahan, melainkan tanda ketaatan. Dalam doa, Yesus berhubungan dengan Bapa-Nya, mendapatkan kekuatan untuk menanggung beban pemberitaan, serta menegaskan bahwa otoritas-Nya berasal dari relasi-Nya dengan Allah. Hal ini memberi kita gambaran bahwa pekerjaan Tuhan dalam dunia, meskipun penuh dengan kebutuhan manusia, tetap bergantung pada telinga doa umat-Nya.
Ringkasan Penutup
Lukas 5:16 menegaskan keseimbangan antara tindakan pelayanan dan kehidupan doa. Yesus mengajar bahwa cara untuk tetap efektif dalam karya-Nya adalah dengan menarik diri kepada Bapa dalam doa — sumber kekuatan, arah, dan pembaruan. Meresapi teladan ini mendorong kita untuk menjadikan doa sebagai kebiasaan yang menyelaraskan hati kita dengan kehendak Allah dalam setiap langkah iman.