Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 18:1 Lukas 18:2 Lukas 18:3 Lukas 18:4 Lukas 18:5 Lukas 18:6 Lukas 18:7 Lukas 18:8 Lukas 18:9 Lukas 18:10 Lukas 18:11 Lukas 18:12 Lukas 18:13 Lukas 18:14 Lukas 18:15 Lukas 18:16 Lukas 18:17 Lukas 18:18 Lukas 18:19 Lukas 18:20 Lukas 18:21 Lukas 18:22 Lukas 18:23 Lukas 18:24 Lukas 18:25 Lukas 18:26 Lukas 18:27 Lukas 18:28 Lukas 18:29 Lukas 18:30 Lukas 18:31 Lukas 18:32 Lukas 18:33 Lukas 18:34 Lukas 18:35 Lukas 18:36 Lukas 18:37 Lukas 18:38 Lukas 18:39 Lukas 18:40 Lukas 18:41 Lukas 18:42 Lukas 18:43



Lukas 18:41 (IDN)
Ketika orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar tentang Yesus, ia bertanya apa yang dapat dilakukan-Nya bagi dirinya. Ketika ia mendengar bahwa Injil keselamatan sedang disampaikan, ia menyingkapkan iman sederhananya: “Ya Tuhan, mohonlah hamba dapat melihat.” Ayat ini berada dalam bagian perjalanan Yesus menuju Yerusalem, di mana Ia berhadapan dengan kebutuhan manusia secara nyata dan menantang keraguan dengan kuasa-Nya yang menyelamatkan.
Misteri iman: apa yang diungkapkan teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan Tuhan sebagai sumber belas kasih dan kepekaan terhadap kesungguhan iman. Jamak dalam Kisah-Kisah Penyembuhan Yesus, respons-Nya terhadap doa orang percaya menegaskan bahwa iman yang sederhana namun sungguh-sungguh disertai anugerah-Nya. Perkataan “Ya Tuhan” menegaskan pengakuan terhadap otoritas-Nya, sementara permintaan untuk “melihat” menggambarkan kebutuhan inti manusia: pemulihan penglihatan rohani maupun jasmani yang rusak akibat tertutupnya hati oleh kegelapan duniawi.
Penjelasan kata dan gambaran penting
- “Ya Tuhan” merupakan pengakuan hormat dan kepercayaan pada otoritas ilahi Yesus.
- “melihat” secara harfiah bisa berarti kemampuan mata untuk melihat, namun secara simbolik menunjuk pada penerangan rohani, mengenal kebenaran, dan kehadiran Allah yang membebaskan dari kegelapan.
- Sikap rendah hati dan ketekunan dalam permohonan menunjukkan iman yang berpusat pada Tuhan, bukan pada ritual atau usaha manusia semata.
Ayat terkait yang relevan
Penjelasan singkat soal konteks: Kisah ini adalah bagian dari rangkaian mukjizat penyembuhan yang menegaskan bahwa pengharapan kepada Kristus bukan soal pidato teoretis, melainkan kepercayaan yang menimbulkan tindakan-Nya.
Cross-references dan tempat mengaitkan makna sekarang
Aplikasi praktis untuk masa kini
Refleksikan bagaimana kita berdoa ketika menghadapi kebutuhan besar: kita bisa meniru pola permohonan orang buta ini—mengakui Tuhan sebagai Penguasa, memohon dengan tulus, dan membuka diri terhadap karya penyembuhan-Nya. Allah tidak menilai kemurnian kata, melainkan kesungguhan hati yang percaya kepada kuasa-Nya untuk melihat terang di tengah kegelapan hidup sehari-hari.
Ringkasan edisi tafsiran
Konteks Lukas menekankan belas kasih Allah kepada orang yang rendah hati. Permintaan sederhana untuk melihat membuka pintu ke pemahaman yang lebih dalam tentang identitas Kristus sebagai Juruselamat. Ayat ini berfungsi sebagai pengingat bahwa iman yang sederhana namun sungguh-sungguh berbuah pemulihan nyata, baik secara fisik maupun rohani.
Cuplikan singkat (dari para komentator Perjanjian Lama yang beredar): “pertolongan Allah datang kepada orang yang memohon dengan hati yang rendah.” (contoh para komentator publik domain; tidak menampilkan kutipan lengkap di sini)