Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Lukas 18:1 Lukas 18:2 Lukas 18:3 Lukas 18:4 Lukas 18:5 Lukas 18:6 Lukas 18:7 Lukas 18:8 Lukas 18:9 Lukas 18:10 Lukas 18:11 Lukas 18:12 Lukas 18:13 Lukas 18:14 Lukas 18:15 Lukas 18:16 Lukas 18:17 Lukas 18:18 Lukas 18:19 Lukas 18:20 Lukas 18:21 Lukas 18:22 Lukas 18:23 Lukas 18:24 Lukas 18:25 Lukas 18:26 Lukas 18:27 Lukas 18:28 Lukas 18:29 Lukas 18:30 Lukas 18:31 Lukas 18:32 Lukas 18:33 Lukas 18:34 Lukas 18:35 Lukas 18:36 Lukas 18:37 Lukas 18:38 Lukas 18:39 Lukas 18:40 Lukas 18:41 Lukas 18:42 Lukas 18:43



Memangsa Jalan Menuju Penderitaan: Ayat Lukas 18:31
Inti interpretatif ayat ini adalah janji dan penetapan tujuan. Yesus dengan sengaja membawa para murid-Nya menuju Yerusalem untuk menjalani futur yang telah ditetapkan oleh takdir Ilahi: penderitaan-Nya, pengkhianatan, dan kemuliaan yang mengikuti melalui kebangkitan. Ayat ini menegaskan bahwa apa yang telah dinubuatkan oleh nabi-nabi mengenai Anak Manusia akan terjadi secara tepat di hadapan mereka, menekankan rencana keselamatan Allah yang berfokus pada pengorbanan dan pemulihan umat manusia.
Konteks Sastra
Bacaan ini berada dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem, bagian Lukas yang menyoroti perlambangan kehendak Allah melalui tindakan Kristus. Dalam momen ini, Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk melihat bahwa jalan-Nya bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bagian dari nubuatan yang harus dipenuhi. Latar ini menekankan sifat-Nya sebagai Penggenap nubuat (metaini) dan sebagai Perdamaian yang bekerja melalui penderitaan.
Makna Teologis
Ayat ini menegaskan tiga poin penting:
Kaitan dengan Penafsiran Warisan Para Pendeskripsi PB
Beberapa penafsir klasik menyoroti bahwa kunci fokus ayat ini adalah kesadaran murid terhadap rencana penebusan. Ketiga tokoh berpendapat bahwa Nabi-nabi telah menubuhkan jalan penderitaan sebagai syarat pembebasan. Catatan singkat: “bahwa kita ini berjalan naik ke Yeruzalem” menekankan arah jelas dan tujuan Kristus, bukan sekadar perjalanan fisik.
Rujukan silang
Beberapa ayat terkait yang relevan untuk dipahami secara kontekstual:
Pertanyaan Renungan
Penutup Singkat
Ayat ini mengajak kita melihat jelas: rencana keselamatan Allah tidak terjadi secara acak, melainkan melalui jalan yang telah dinubuatkan dan direstui oleh-Nya. Dalam mengikuti Kristus, kita bukan hanya mengikuti seorang guru, melainkan mengikuti rencana penyelamatan yang telah ditentukan dengan kasih-Nya yang luar biasa.
Cuplikan kata dari tokoh penafsir terdahulu: “yang paling tepat adalah bahwa nubuat nabi-nabi akan digenapkan dalam diri-Nya” (interpretasi umum para penafsir Perjanjian Baru). Catatan ini digunakan untuk memperkuat gambaran bahwa fokus ayat ini adalah penetapan tujuan Ilahi dan pemenuhan nubuat melalui diri Kristus.