Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 4:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bergemarlah dan bersukacitalah engkau, hai puteri Edom, yang duduk di benua Uz! Maka kepadamu juga diunjuk piala itu, sehingga terhantar engkau dengan mabuk dan telanjang!
Ratapan 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 4:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Wahyu 16:15 (IDN) »
"Ingatlah olehmu, Aku datang seperti seorang pencuri; maka berbahagialah orang yang berjaga-jaga sambil memeliharakan pakaiannya, supaya jangan ia berjalan bertelanjang dan orang nampak kemaluannya."

Amos 1:11 (IDN) »
Demikianlah firman Tuhan: Oleh karena tiga salahnya Edom, bahkan, oleh karena empat tiada Kujauhkan itu; sebab telah diusirnya akan saudaranya dengan pedang dan diputuskannya belas kasihannya, dan sebab amarahnya mencarik-carik selalu dan geramnyapun senantiasa bergelora.

Ayub 1:1 (IDN) »
Sebermula, maka dahulu adalah di tanah Uz seorang laki-laki yang bernama Ayub, maka orang itu tulus hatinya dan saleh, lagi takut akan Allah dan dijauhkannya dirinya dari pada jahat.
Ratapan 4:21 (Versi IDN) — Ringkasan dan Penjelasan
Ayat ini berada dalam rangkaian ratapan atas kehancuran Yerusalem dan penyerahan bangsawan Edom yang bersaudara dengan Israel. Edom, yang bersikap bangga karena kedudukan geografi dan kekayaannya, dipaksa menanggung kehinaan atas pengrusakan yang sebetulnya datang karena ketidaktaatan bangsanya sendiri. Pujangga Ratapan menata pujian yang ironi: "Bergemarlah dan bersukacitalah engkau, hai puteri Edom," karena piala murka Tuhan akhirnya juga dinyatakan kepada Edom, sehingga ia dibawa dalam keadaan mabuk dan telanjang. Ayat ini tidak sekadar merendahkan suatu bangsa, tetapi menunjukkan bahwa semua umat manusia berada di bawah kendali adil Allah yang membalikkan kehormatan manusia sesuai dengan tindakan mereka terhadap bangsanya sendiri dan orang-orang pilihan-Nya.
Makna pokok ayat
Ayat ini mengekspresikan hukuman Allah atas Edom untuk perbuatan bejatnya terhadap umat Allah ketika kota Yerusalem jatuh. “Piala” melambangkan kemuakan kemarahan ilahi, yang tidak menimbulkan kebanggaan bagi siapa pun yang menanggungnya. Edom sebelumnya bersukaria karena penderitaan Yerusalem, tetapi akhirnya pula mereka mengalami kehinaan serupa—mabuk karena arak ilahi dan telanjang karena malu.
Tema utama
Ayat-ayat terkait
Beberapa ayat yang beresonansi dengan tema ini: - Amsal 16:18 tentang bahaya kesombongan; - Mazmur 75:8-10 yang menggambarkan bagaimana Tuhan yang mengambil dan memberi minuman kehinaan, bukan manusia berkuasa untuk memegahkan diri; - Yeremia 49:12-13 yang juga menyorot hukuman atas bangsa-bangsa yang berbuat jahat terhadap umat Allah.
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini memperlihatkan pola umum alkitabiah bahwa kejayaan manusia dapat berubah karena kedaulatan Tuhan, dan pembalasan-Nya melayani tujuan keadilan dan pemulihan iman.
Seorang refleksi praktis
Bagian ini mengingatkan kita untuk tidak menilai secara serampangan kekuatan dunia atau membanggakan posisi kita. Dalam keadaan tertindas maupun berkuasa, umat Tuhan diajak untuk tetap rendah hati di hadirat-Nya, membiarkan keadilan Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri. Ketika komunitas berhadapan dengan penindasan atau ketidakadilan, doa dan kesetiaan kepada Tuhan menjadi jalan keluar yang lebih penting daripada pembalasan manusiawi.
Acuan para penafsir terdahulu (kutipan singkat)
Matthew Henry menekankan bahwa hukuman Allah menembus keangkuhan bangsa-bangsa dan bahwa telanjang serta mabuk adalah gambaran kehinaan total di hadapan Tuhan. Albert Barnes menyoroti sifat universal dari keadilan ilahi, di mana gembira atas penderitaan sesama bangsa Israel sering mendapatkan pembalasan dari Tuhan. Adam Clarke menekankan bahwa edom menanggung “piala” karena tidak empati kepada saudara seiman dan karena tindakan mereka yang sembrono terhadap bangsa Yerusalem. (Kutipan terikat pada pola umum tafsiran para tokoh public-domain; kutipan langsung tidak disediakan lengkap di sini, namun makna kunci diserap dari karya mereka.)
Cross-references singkat
- Yakobus 4:6: Allah menentang orang sombong, memberikan kasih karunia kepada yang rendah hati. Penekanannya pada pembalikan posisi antara angkuh dan rendah hati menegaskan pesan ayat Ratapan 4:21.
- Roma 12:19: “Biarkanlah kiamat menuntaskan kemarahan,” menunjukkan prinsip bahwa pembalasan adalah domain Tuhan yang adil, bukan manusia.
- Yehezkiel 28:17: Penghinaan yang berujung pada kejatuhan karena kesombongan, mirip pola Edom dalam Ratapan ini.
Penutup
Ratapan 4:21 mengingatkan bahwa pembalasan ilahi tidak diskriminatif; ia membalikkan keadaan bagi semua pihak yang menentang Allah dan sesama umat-Nya. Dalam konteks Indonesia, ayat ini mengajak pembaca untuk menilai hidup pribadi dan komunitas secara jujur di hadapan Tuhan, menghindari kesombongan, dan hidup dalam kemurahan serta keadilan-Nya.