Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRatapan 4:16 Tafsiran ayat Alkitab
Ratapan 4:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Wajah Tuhan sudah menghamburkan mereka itu, tiada dipandang-Nya akan mereka itu lagi, karena tiada mereka itu sayang akan imam-imam dan tiada dikasihankannya akan segala tua-tua.
Ratapan 4:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ratapan 4:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 9:14 (IDN) »
(9-13) Maka sebab itu dikerat Tuhan kelak dari antara orang Israel baik kepala baik ekor baik cabang baik empulur pada satu hari juga.

Ratapan 5:12 (IDN) »
Mereka itu sudah menggantungkan segala penghulu pada kayu dan muka orang tua-tuapun tiada diindahkannya.

Ulangan 28:64 (IDN) »
Maka Tuhanpun akan mencerai beraikan kamu di antara segala bangsa, dari pada ujung bumi datang kepada ujungnya, maka di sana biarlah kamu berbuat bakti kepada berhala, yang tiada dikenal dahulu oleh kamu atau oleh nenek moyangmupun tidak, yaitu yang dari pada kayu atau batu.
Ratapan 4:16 (IDN)
Segmen ayat ini berada dalam rangkaian ratapan tentang kejatuhan Yerusalem dan penghakiman Tuhan terhadap pemimpin-pemimpin kota, imam-imam, dan tua-tua. Pasal ini menyingkap bagaimana umat kehilangan perlindungan dan perhatian ilahi karena ketidaksetiaan mereka. Ayat ini menegaskan bahwa wajah Tuhan telah menghukum mereka, tidak lagi memandang mereka, karena mereka tidak menunjukkan kasih kepada imam-imam dan tidak diberi hormat kepada para tua-tua.
Apa yang dikisahkan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan kasih Tuhan yang benar-benar adil dan konsisten dengan perbuatan umat-Nya. Allah tidak menanggung ketidakadilan atau perlakuan tidak hormat terhadap pemimpin rohani ketika umat mengingkari perjanjian-Nya. Wajah Tuhan yang “menghamburkan” menandai penolakan-Nya terhadap pendamaian yang rusak dan kegagalan umat dalam menghormati struktur kepemimpinan rohani yang dipakai-Nya untuk membimbing mereka menuju kebenaran. Namun, konteks Ratapan juga mengajak pembaca memahami bahwa pemisahan ini adalah konsekuensi dari dosa bersama bangsa, bukan sekadar tindakan terhadap individu tertentu.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga referensi menegaskan bahwa kepemimpinan rohani memiliki tanggung jawab di hadapan Allah, dan umat yang menolak bimbingan itu menyebabkan pemiskinan rohani serta kehancuran sosial.
Aplikasi bagi hidup kini
Ayat ini mengingatkan pembaca untuk menghargai pemimpin rohani yang setia dan berkomitmen pada perjanjian Tuhan, sambil mengevaluasi diri secara pribadi. Jika institusi rohani gagal, umat perlu tetap setia kepada Allah dengan berpegang pada kebenaran-Nya dan berdoa untuk pemulihan rohani bersama. Kita juga diajak mengingat bahwa kasih kepada pemimpin rohani bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan atas pekerjaan Tuhan melalui mereka dan perlunya kita menghormati arahan yang membawa keadilan.
Ringkasan pendek
Ratapan 4:16 menegaskan bahwa Tuhan membalas ketidaktaatan umat dengan menarik perhatian-Nya dari orang-orang yang seharusnya menjadi contoh rohani. Ketegasan ini menggarisbawahi pentingnya hormat kepada imam dan tua-tua serta kesetiaan umat terhadap bimbingan rohani sebagai bagian integral dari hidup beriman.
Cuplikan pandangan para penafsir terdahulu
Menurut penafsiran klasik, karya Adam Clarke dan Albert Barnes menekankan keadilan Allah yang tidak menoleransi penyelewengan umat terhadap pemimpin rohani; Matthew Henry juga menyoroti bahwa kehancuran ini adalah akibat ketidak setiaan yang meluas dan mengakibatkan kehilangan perlindungan ilahi.