Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYunus 4:3 Tafsiran ayat Alkitab
Yunus 4:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sekarangpun, ya Tuhan! ambillah kiranya jiwaku dari padaku, karena dari pada hidup baiklah aku mati.
Yunus 4:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yunus 4:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Raja-raja 19:4 (IDN) »
tetapi ia seorang-orangnya pergi ke padang belantara barang sehari perjalanan jauhnya, maka datanglah ia duduk di bawah sebatang pokok arar, lalu dipintanya doa supaya putuslah nyawanya, sembahnya: Terlampau sangat halku sekarang, ya Tuhan! ambillah juga akan nyawaku, karena hambamu ini tiada lebih baik dari pada segala nenek moyang hamba.

Pengkhotbah 7:1 (IDN) »
Bahwa terutamalah nama yang baik dari pada minyak bau-bauan yang indah, dan baiklah hari orang mati dari pada hari jadinya.

Bilangan 20:3 (IDN) »
lalu orang banyak itu berbantah-bantah dengan Musa, katanya: Wai, baiklah telah putus nyawa dengan saudara kami, tatkala mereka itu putus nyawa di hadapan hadirat Tuhan.
Yunus 4:3 (IDN)
Ayat ini muncul sebagai respons Yunus setelah kegeraman Allah atas belas kasihan-Nya kepada kota Niniwe yang taat bertobat. Dalam suasana hati yang getir, Yunus memohon kepada Tuhan agar mengambil nyawanya, karena hidupnya terasa gagal dan tidak berarti dibandingkan dengan turunnya hukuman yang ia sangka perlu.
Setting segera ayat
Yunus sedang duduk di luar kota Niniwe, menunggu Allah menurunkan hukuman seperti yang ia bayangkan terjadi. Allah menyiapkan daun jarak untuk memberi naungan, lalu menumbuhkan cacing untuk merusak tanaman tersebut. Ketika tanaman itu layu, Yunus menjadi sangat terpukul karena kehilangan tempat teduhnya. Dalam keputusasaan itulah ia berdoa dengan keras: permintaan untuk mati bukan untuk mengakhiri hidupnya secara rohani, melainkan sebagai ekspresi kelelahan emosional dan persepsi bahwa misi yang ia terima gagal.
Makna teks dan apa yang didedahkan tentang Allah
Ayat ini menunjukkan bahwa di balik keinginan Yunus untuk mati ada ketidaknyamanan batin terhadap bagaimana Allah beroperasi dalam kasih-Nya kepada orang-orang yang dianggap layak didapati murka. Allah menjelaskan bahwa belas kasihan-Nya tidak terbatas pada satu bangsa saja, tetapi meluas kepada semua yang bertobat. Dalam konteks ini, doa Yunus menyingkap bahwa iman sejati melibatkan kepercayaan bahwa Allah berdaulat atas hidup dan kematian, serta memiliki tujuan yang lebih besar daripada kebahagiaan pribadi manusia.
Istilah penting yang perlu dipahami
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain Alkitab menilai respons nabi terhadap kasih Allah dan kemahakuasaan rencana-Nya:
Catatan: Ayat-ayat rujukan tidak disalin secara penuh di sini, tetapi dijadikan panduan tematik agar pembaca melihat kesinambungan wahyu ilahi.
Penafsiran berdasarkan tokoh komentar publik-domain
Beberapa pandangan klasik menyoroti bahwa Yunus menakar keseluruhan hidupnya pada kepuasan pribadi, sedangkan Allah menegaskan bahwa kasih-Nya tidak bergantung pada kenyamanan manusia. Matthew Henry menekankan pentingnya berkompromi dengan kehendak Tuhan ketika manusia kurang memahami jalannya kasih-Nya. Albert Barnes menilai bahwa doa Yunus mencerminkan kerinduan manusia untuk melepaskan beban hidup, sementara Allah menanti respons iman yang percaya bahwa tujuan-Nya lebih besar daripada keinginan pribadi. Adam Clarke menambah bahwa ketidakpuasan Yunus tidak meniadakan kebenaran bahwa Allah adalah pengontrol segalanya, termasuk perasaan kita.
Inti pesan dan penerapan sekarang
Ayah, panggilan Allah tampak menuntut kita untuk percaya bahwa hidup ini memiliki tujuan ilahi yang melampaui kenyamanan pribadi. Jika kita mengalami kelelahan rohani atau ketidaksetujuan terhadap cara Allah bekerja, kita dipanggil untuk menelusuri isi hati dan menyerahkan diri pada pimpinan-Nya. Doa Yunus adalah refleksi kejujuran manusia, namun Allah membentuk kita melalui pengalaman itu agar kita mengerti bahwa kasih-Nya melimpah bagi semua yang bertobat.
Aplikasi praktis