Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYunus 4:10 Tafsiran ayat Alkitab
Yunus 4:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka firman Tuhan: Bahwa engkau sayang akan pohon alhairani ini, yang tiada engkau kerjakan barang pekerjaan padanya dan yang tiada kaupeliharakan, yang sudah tumbuh pada satu malam dan yang hilangpun pada satu malam juga.
Yunus 4:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yunus 4:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Samuel 20:31 (IDN) »
Karena pada segala hari bin Isai itu lagi hidup di atas bumi, niscaya engkau dan kerajaanmupun tiada dapat ditentukan; maka sekarang juga suruhkanlah orang mengambil dia dan membawa dia kepadaku, karena akan mati dibunuh adanya.

Kejadian 17:12 (IDN) »
Maka anak laki-laki yang umur delapan hari itu patut disunatkan, yaitu segala laki-laki dalam bangsamu, dan orang yang diperanakkan dalam rumahmu dan yang dibeli dengan uang kepada segala orang dagang, yang bukan dari pada anak buahmu.
Yunus 4:10 (IDN) — Demi Pohon Alhairani
Setting seketika pasca respons Yunus terhadap belas kasihan Tuhan atas kota Ninive. Setelah nabi menyesali rencana pembinasaan, akar persoalan muncul: kemarahan Yunus terhadap belas kasihan Allah dan tema kemurahan-Nya terhadap ciptaan yang lemah. Firman Tuhan menyingkap pandangan-Nya yang berpusat pada kasih, tujuan hidup, dan keadilan.
Apa yang diungkap teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah memperhatikan perasaan manusia dan menyoroti ukuran kasih-Nya yang luas. Allah menilai tidak hanya tindakan manusia tetapi juga motif hati. Dalam konteks Yunus, Allah menantang pengarang untuk melihat bahwa kasih-Nya tidak bergantung pada kenyamanan pribadi maupun hasil kerja manusia. Ketika Yunus merasa puas dengan kematian pohon alhairani, Tuhan memperlihatkan bahwa Ia berpegang pada tujuan yang lebih besar: belas kasihan bagi umat yang lemah dan perubahan hati manusia melalui permintaan doa, ikhtiar, dan penyataan kasih-Nya kepada semua makhluk.
Penjelasan kata dan gambaran kunci
Kaitan dengan bagian lain Alkitab
Beberapa referensi yang relevan:
Rangkaian ragam penjelasan para komentator TBBD (ringkas)
Beberapa ulasan sumber berbahasa Inggris dalam publik domain menekankan bahwa bagian ini mengoreksi sikap keinginan pribadi Yunus terhadap kenyamanan dan menantang kita melihat kasih Allah sebagai tujuan utama hidup. Ringkasan pendek dari pandangan para komentator klasik menyoroti:
Apa yang dapat kita ambil untuk hidup sekarang
1) Ujian kasih: Allah menuntun kita untuk menilai motif hati ketika kita melihat belas kasihan bagi orang lain. Belas kasihan Tuhan tidak dibatasi pada kelompok atau keinginan pribadi kita. 2) Ketahanan empati: kita dipanggil untuk menjaga empati bagi semua ciptaan, bukan hanya bagi kita sendiri. 3) Ketetapan doa: ketika kita menghadapi kemarahan atau kecewa terhadap bagaimana Tuhan menjalankan dunia, kita perlu meminta hikmat supaya belas kasihan-Nya mengubah cara pandang kita, bukan menebalkan sikap keras hati.
Quotations from the classical commentators (IDN): — Tidak ada kutipan langsung teks penuh yang disertakan di sini tanpa konteks ayat lengkap, namun ringkasannya mencerminkan pandangan bahwa kasih Allah melampaui kenyamanan pribadi dan bahwa manusia sering perlu dirubah oleh belas kasihan-Nya.
Penutup: Narasi Yunus 4:10 mengingatkan bahwa kasih Allah adalah alasan utama untuk hidup: Dia mengampuni, mengasihi, dan bekerja dalam hati manusia demi tujuan-Nya yang lebih besar daripada keinginan pribadi kita. Karena itu, kita diajak untuk menilai diri dalam terang kasih Allah yang universal dan penuh belas kasihan.