Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYunus 2:2 Tafsiran ayat Alkitab
Yunus 2:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
katanya: Bahwa berserulah aku kepada Tuhan dalam hal kepicikanku, lalu sahutlah Ia kepadaku; menangislah aku di dalam perut kubur itu, lalu Engkau mendengar akan bunyi suaraku!
Yunus 2:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yunus 2:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 18:4 (IDN) »
(18-5) Beberapa ombak maut telah mengelilingi aku dan sebab orang Belial mengejutkan aku.

Mazmur 120:1 (IDN) »
Nyanyian Hamaalot. -- Bahwa dalam kepicikanku telah aku berseru kepada Tuhan, maka didengar-Nya akan daku.

Mazmur 34:6 (IDN) »
(34-7) Maka orang miskin ini telah berseru, lalu didengar Tuhan akan dia dan dilepaskan-Nya dari dalam segala kepicikannya.
Yunus 2:2 (IDN) — Bahwa berserulah aku kepada Tuhan dalam hal kepicikanku, lalu sahutlah Ia kepadaku; menangislah aku di dalam perut kubur itu, lalu Engkau mendengar akan bunyi suaraku!
Setting seketika: Ayat ini adalah bagian inti doa Yunus saat ia berada di dalam perut ikan setelah pelarian dari panggilan Tuhan. Dalam kepenuhan keputusasaan, Yunus mengangkat doa bukan dari kemewahan ibadah, melainkan dari keterjebakan, kegelapan, dan rasa ditinggalkan. Doa ini menandai peralihan tempat dari pelarian manusia kepada penyembuhan Tuhan yang penuh belas kasihan.
Apa yang diungkapkan teks tentang Allah dan iman
Di satu sisi, teks menunjukkan bahwa Tuhan mendengar: meski keadaan Yunus tampak seperti “perut kubur,” Tuhan tetap memperhatikan doanya. Allah bukan pengunduran diri terhadap kepicikan manusia, melainkan sumber pemulihan. Di sisi lain, ayat ini menegaskan bahwa doa sejati bisa lahir dari pengalaman terjepit sekalipun, mengubah keadaan manusia menjadi tempat bertemu dengan kasih ilahi.
Penjelasan kata dan citra penting
Cross-references yang relevan
Pemahaman terhadap doa Yunus menegaskan bahwa kesiagaan Allah melampaui keadaan manusia. Doa diberikan dalam bahasa harap dan pengakuan, meskipun konteksnya adalah penyertaan ketika berada dalam “kubur” bawah laut.
Bagaimana relevan untuk hidup sekarang
Keluh kesah, rasa tersudut, atau kegoncangan tidak menghalangi Allah untuk mendengar. Ketika kita berada dalam tren pelarian spiritual—menginginkan jalur mudah—kompas iman tetap terbuka: berseru kepada Tuhan dengan jujur, biarkan Dia menilai hati, dan percaya bahwa jawaban-Nya datang sesuai hikmat-Nya. Doa Yunus menguatkan kita bahwa bahkan dalam gelap, pemazmur doa—dan Tuhan—memiliki cara untuk menarik kita kembali pada tujuan-Nya.
Quotations from public-domain commentators (pernyataan ringkas):
Matthew Henry menyoroti bahwa doa Yunus tumbuh dari kegentingan; Allah yang berbelas kasihan tidak menolak doa dalam keadaan terkutuk. Albert Barnes menekankan bahwa perut ikan tidak menghapus kemampuan Allah untuk mendengar; sebaliknya, itu menunjukkan bahwa keselamatan datang melalui Allah yang hidup. Adam Clarke menegaskan bahwa pengalaman kelam dapat menjadi pintu masuk bagi kepercayaan yang lebih teguh pada iman kepada Tuhan yang berkuasa.
Ringkasnya: doa di tengah kepicikan menjelaskan bahwa Allah tetap berkehendak menyelamatkan, mendengar, dan memulihkan. Iman tidak lari dari kegelapan, melainkan menunggu terang-Nya yang menyelamatkan.