Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYoel 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
Yoel 1:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Ceriterakanlah hal itu kepada anak-anakmu dan hendaklah anak-anakmupun menceriterakan dia kepada anak-anaknya dan anak-anak mereka itu pula kepada gilir orang yang lain.
Yoel 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yoel 1:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 13:14 (IDN) »
Maka akan jadi besok, apabila anakmu bertanya akan kamu, katanya: Apakah ini? hendaklah kamu katakan kepadanya: Bahwa Tuhan telah menghantar akan kami keluar dari Mesir, dari dalam tempat perhambaan itu dengan tangan yang kuat.

Ulangan 6:7 (IDN) »
Dan hendaklah kamu mengajarkan dia akan anak-anakmu, dan berkata-katalah kamu akan halnya apabila kamu duduk dalam rumahmu atau apabila kamu berjalan di luar atau apabila kamu membaringkan dirimu hendak tidur atau apabila kamu bangun dari pada tidurmu.

Mazmur 71:18 (IDN) »
Maka sebab itu sedang sudah sampai masa tuaku dan putih ubanku, jangan apalah Engkau meninggalkan daku, ya Allah! supaya aku memberitahu kuat-Mu kepada bangsa ini dan kuasa-Mu kepada anak cucunya.
Pokok Tafsiran: Ceriterakanlah hal itu kepada anak-anakmu (Yoel 1:3)
Pusat interpretasi ayat ini menekankan tanggung jawab berkelanjutan umat Israel untuk mewariskan pengalaman, peristiwa, dan panggilan Tuhan kepada generasi berikutnya. Ayat Yoel 1:3 menggambarkan kesinambungan cerita intervensi Tuhan: apa yang telah terjadi tidak berhenti pada generasi sekarang, melainkan ditransmisikan ke keturunan selanjutnya hingga semua orang mengerti akan perbuatan Tuhan dan kebutuhan bertobat.
Konteks sastra dan aliran narasi
Yoel membangun gambaran krisis gemilangnya pemahaman umat mengenai peristiwa besar yang menimpa (serangan belalang, kekeringan, dan penglihatan nabiah). Pengulangan frasa dalam ayat ini menekankan pentingnya cerita yang hidup: keluarga menjadi wadah pewartaan, bukan sekadar catatan sejarah. Dengan menuntun anak-anak untuk menceritakan hal yang telah mereka saksikan, narasi Yoel mengubah peristiwa menjadi pengalaman iman yang personal dan komunal.
Signifikansi teologis
Ayat ini menegaskan bahwa pewartaan tentang karya Allah bukanlah hal privat, melainkan tradisi hidup yang diwariskan. Pewartaan turun-temurun menekankan tanggung jawab generasi tua untuk membimbing yang muda, agar kesaksian tentang pemeliharaan Tuhan berlanjut. Dalam konteks Yoel, pewartaan itu mengarah pada respons ibadah, pertobatan, dan pengakuan bahwa antara murid dan guru, antara orang tua dan anak-anak, terjalin relasi kebenaran ilahi yang meneguhkan identitas umat Allah.
Rangkaian rujukan Alkitab dan hubungan lintas kitab
- Ulangan 6:6-7: Perintah untuk menanamkan hukum Tuhan dalam hati anak-anak melalui pengajaran yang terus-menerus, sehingga mereka menimbang dan menceriterakan kebenaran itu.\n- 2 Timotius 1:5; 3:14-15: Pewarisan iman dari orang tua kepada anak-anak dan generasi berikutnya dalam konteks Perjanjian Baru.\n- 1 Tawarikh 16:8-12: Ajaklah bangsa untuk menceritakan karya Allah kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari penyembahan kolektif.
Pertanyaan refleksi
Penutupan singkat
Ayat Yoel 1:3 menegaskan garis keturunan iman: pengalaman Tuhan tidak berhenti pada generasi tertentu, melainkan diteruskan melalui cerita terucap dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan demikian, umat Allah tetap hidup dalam ingatan kolektif akan pemeliharaan-Nya, sambil mempersiapkan jemaat untuk respons kenyataan rohani yang lebih luas.
Cuplikan pemikiran para komentator klasik (ringkas)
Beberapa penafsir publik-domain menekankan bahwa tugas utama ayat ini adalah menjaga ingatan akan karya Tuhan agar tidak lenyap. Mereka melihatnya sebagai fondasi bagi doa, pertobatan, dan penyembahan berkelanjutan. Beberapa kutipan singkat berikut merangkum semangat umum:
“Ceriterakanlah hal itu kepada anak-anakmu, supaya mereka juga menceriterakannya kepada anak-anak mereka.”
Catatan: Kutipan penuh Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke hanya disebut jika tersedia secara tepat dalam sumber publik-domain yang relevan.
Cross-references singkat
- Ulangan 6:7: Menekankan pendidikan iman secara berulang dalam rumah tangga. Penekanan pada pembelajaran yang terus-menerus membantu anak-anak mengingat hukum Tuhan.
- Efesus 6:4: Menyoroti peran orang tua dalam membimbing anak-anak dalam asas iman dengan kasih dan disiplin yang sehat.
- Kisah 2 Timotius 3:14-15: Pewarisan iman dari generasi ke generasi, menunjukkan kesinambungan ajaran kitab suci.