Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYoel 1:20 Tafsiran ayat Alkitab
Yoel 1:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lagipun segala margasatwa di padang berteriaklah kepada-Mu, karena kekeringanlah segala aliran air dan apipun sudah makan habis akan segala kandang kambing yang di padang itu.
Yoel 1:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yoel 1:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 104:21 (IDN) »
Maka singa muda mengaum-aum hendak beroleh rampasan dan meminta mangsanya dari pada Allah.

1 Raja-raja 17:7 (IDN) »
Arakian, maka kemudian dari pada setahun kekeringanlah anak sungai itu, sebab tiada turun hujan di tanah itu.

1 Raja-raja 18:5 (IDN) »
Maka Akhab sudah bertitah kepada Obaja demikian: Hendaklah engkau beredar-edar dalam negeri itu, pergilah kepada segala mata air dan sungai, barangkali kita mendapat rumput, supaya segala kuda dan bagal dapat kita hidupi dan jangan segala binatangpun binasa.
Yoel 1:20 – Gambaran Kedaulatan Allah di Tengah Kesusahan
Ringkasan pembaca: Yoel 1 menampilkan gambaran dahsyat kelaparan, kekeringan, dan kerugian secara luas sebagai respons Allah terhadap ketidaktaatan umat. Ayat Yoel 1:20 menekankan kebangkitan makhluk hidup padang yang meratap kepada Tuhan karena kekeringan dan kehilangan air serta dam dam kandang hewan. Dalam konteks kitab Yoel, seruan ini membuka bagian respons raja-kehulungan yang mengundang umat untuk bertobat dan mengandalkan Tuhan sebagai sumber kehidupan.
Ayat dalam konteks pasal
Pada bagian awal Yoel 1, Nabi Yoel mengecam kerugian kebun anggur, ladang, dan buah-buahan lain akibat serangan belalang dan kekeringan. Seruan hewan-hewan padang menambah nuansa kehancuran yang menuntut respons doa dan pertobatan dari umat Israel. Ayat 20 melukiskan bahwa semua margasatwa di padang, meratap kepada Tuhan karena kekeringan yang melanda aliran air dan karena hilangnya kandang kambing. Ini menekankan bahwa bahaya moral dan fisik saling terkait: ketidaktaatan manusia menimbulkan dampak yang meluas pada ciptaan.
Inti pelajaran spiritual utama
Pelajaran utama ayat ini adalah bahwa doa dan pertobatan harus lahir dari pengalaman kehilangan dan kerugian yang disebabkan oleh dosa. Ketakutan terhadap kekeringan fisik menjadi cermin dari kemerosotan rohani: tanpa Allah sebagai sumber hidup, semua makhluk kehilangan perlindungan dan makna. Respons yang benar adalah merendahkan diri, memohon pemulihan Tuhan, dan mengubah hidup agar selaras dengan kehendak-Nya.
Kaitan dengan bagian lain Alkitab
Hubungan-hubungan ini menegaskan bahwa respond umat kepada peringatan Tuhan adalah kunci pemulihan, bukan sekadar mencari solusi fisik bagi kelaparan atau kekeringan.
Aplikasi praktis
Bagaimana kita merespons hari-hari kekeringan rohani maupun material? Pertama, introspeksi: apakah kita telah menempatkan sumber daya hidup sebagai pusat tujuan kita? Kedua, doa yang menimbang ketidakmampuan manusia dan kebergantungan pada Tuhan sebagai sumber hidup. Ketiga, perubahan hidup yang nyata—termasuk keadilan sosial, kepedulian lingkungan, dan komitmen untuk hidup sesuai firman Tuhan—yang sejalan dengan peringatan-Nya. Doa bukan sekadar permintaan, tetapi langkah pembaruan pribadi dan komunitas.
Cuplikan pemikiran para komentator terdahulu
Matthew Henry menyoroti bahwa kelaparan dan kekeringan menunjukkan kemahakuasaan Tuhan dalam membimbing umat menuju pertobatan; Albert Barnes menekankan bahwa keadaan makhluk ciptaan meratap mengindikasikan kehancuran moral umat, bukan sekadar bencana fisik; Adam Clarke menafsirkan syarat-syarat pertobatan sebagai respons yang melibatkan penyesalan mendalam dan perubahan tindakan. Frasa-alihnya, komentar-komentar ini menggarisbawahi bahwa Allah menuntut respons hati yang tunduk.
Cross-reference singkat
Atralin hub: Ayub 12:10 menunjukkan bahwa hidup dalam tangan Tuhan, termasuk bencana, ada di dalam kendali-Nya; Mazmur 42–43 menampilkan keresahan rohani yang memerlukan pemulihan iman; Yoel 2:12–13 mengajak umat untuk bertobat dengan sungguh-sungguh sebelum pemulihan datang.
Penutup ringkas
Yoel 1:20 memusatkan perhatian pada hubungan antara kelalaian spiritual dan bagaimana ciptaan meratap. Ayat ini mengingatkan bahwa hanya Allah sumber hidup; respons beriman adalah pertobatan, doa, dan perubahan hidup yang sungguh. Dalam masa-masa kekeringan, umat diajak kembali kepada Tuhan, sumber air hidup yang tidak pernah kering.