Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ayub 1 Ayub 2 Ayub 3 Ayub 4 Ayub 5 Ayub 6 Ayub 7 Ayub 8 Ayub 9 Ayub 10 Ayub 11 Ayub 12 Ayub 13 Ayub 14 Ayub 15 Ayub 16 Ayub 17 Ayub 18 Ayub 19 Ayub 20 Ayub 21 Ayub 22 Ayub 23 Ayub 24 Ayub 25 Ayub 26 Ayub 27 Ayub 28 Ayub 29 Ayub 30 Ayub 31 Ayub 32 Ayub 33 Ayub 34 Ayub 35 Ayub 36 Ayub 37 Ayub 38 Ayub 39 Ayub 40 Ayub 41 Ayub 42



Makna langsung Ayub 6:29
Ayub menantang pendapat teman-temannya: jika kalian menimbang kembali, kalian tidak akan menemukan kesalahan pada aku; jika kalian menimbang kembali lagi, aku tetap tidak bersalah. Ayub menekankan keadilan dirinya di hadapan Allah, meskipun situasinya tampak membuktikan sebaliknya bagi mata manusia.
Latar konteks singkat
Ayat ini adalah bagian dari dialog Ayub dengan ketiga sahabatnya Elifaz, Bildad, dan Zofar. Mereka berargumen bahwa penderitaan Ayub adalah akibat dosa tersembunyi; Ayub menolak klaim itu dan meminta mereka menilai kembali dengan adil. Dalam konteks kitab Ayub, pernyataan Ayub ini menegaskan keyakinannya bahwa ia tidak melakukan kejahatan yang dituduhkan, meski keadaan hidupnya tampak menantang integritasnya.
Pemahaman interpretasi
Beberapa hal yang menonjol dalam ayat ini:
Kait Alkitabiah terkait
Beberapa rujukan yang sejalan dalam tema integritas menghadapi penderitaan:
Pandangan para penafsir terdahulu (ringkas)
Menurut catatan para komentator publik-domain, Ayub 6:29 dipahami sebagai seruan untuk menilai kembali dengan adil dan tidak menuduh tanpa dasar. Beberapa catatan merujuk pada perlunya menjaga integritas di tengah ujian; meski strukturnya menitikberatkan pada pertahanan diri, maknanya lebih luas mengenai bagaimana manusia menanggapi penderitaan secara jujur dan taat kepada Allah.
Inti tematik singkat
Takeaway praktis
Ketika menghadapi tuduhan yang tidak adil atau penderitaan yang membingungkan, penting untuk menjaga integritas pribadi, mencari kebenaran di hadapan Allah, dan menghindari penilaian sepihak terhadap orang lain. Dalam doa dan pertimbangan, kita diajak percaya bahwa Allah berdaulat atas rencana-Nya meski jalannya belum sepenuhnya kita mengerti.
Cross-ref singkat: Ayub 9:2-4; Yakobus 1:2-4; Roma 8:28-29.