Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Ayub 1 Ayub 2 Ayub 3 Ayub 4 Ayub 5 Ayub 6 Ayub 7 Ayub 8 Ayub 9 Ayub 10 Ayub 11 Ayub 12 Ayub 13 Ayub 14 Ayub 15 Ayub 16 Ayub 17 Ayub 18 Ayub 19 Ayub 20 Ayub 21 Ayub 22 Ayub 23 Ayub 24 Ayub 25 Ayub 26 Ayub 27 Ayub 28 Ayub 29 Ayub 30 Ayub 31 Ayub 32 Ayub 33 Ayub 34 Ayub 35 Ayub 36 Ayub 37 Ayub 38 Ayub 39 Ayub 40 Ayub 41 Ayub 42



Ayub 6:25 | Bagaimana manis segala perkataan yang benar, tetapi apa gerangan gunanya peneguran yang dari pada kamu itu?
Ayub menegaskan bahwa kebenaran dan ujaran yang benar itu manis bagi telinga, tetapi jika datang dari teman yang bersifat menjerat atau menuntut dengan cara yang keras, maka kebenaran itu kehilangan daya dorongnya. Perkataan yang tepat dan tepat guna tetap berharga, namun biasanya peneguran yang datang tanpa kasih bisa menimbulkan kecewa atau pembendungan jiwa.
Latar konteks
Ayub merespons teman-temannya yang menuduhnya berdosa atau menyimpang dari jalan Tuhan (persembahan berulang tentang sakitnya sebagai hukuman). Ayub merasa bahwa bicaranya benar dan jujur meski ia mengalami penderitaan berat. Ayub 6–7 mencatat keluh kesahnya atas cara teman-temannya berbicara: mereka menuduh tanpa memahami penderitaannya, padahal peneguran sejati seharusnya dilandasi belas kasihan dan empati.
Pemahaman interpretif
- Kebenaran yang manis berarti perkataan yang tepat, adil, dan benar secara moral, menuntun kepada pemahaman yang benar tentang keadaan seseorang serta cara menghadapi masalah tanpa menambah beban penderitaan.
- Peneguran yang lahir dari kekerasan, sindiran, atau superioritas tidak memuliakan kebenaran; sebaliknya, itu bisa mengabaikan kebutuhan asli orang yang sedang menderita.
- Dalam kitab Ayub, kita melihat teguran yang seharusnya membangun: menegur dengan empati, dengan tujuan membentuk, bukan menghancurkan. Kebenaran kehilangan kuasanya bila disampaikan tanpa kasih.
Catatan pendek temas
Hubungan dengan bagian lain (cross-references)
Rangkaian renungan praktis
Pengantarian akhir
Dalam konteks Ayub, perkataan yang benar tetap bernilai; namun peneguran—yang seharusnya membentuk—harus disalurkan dengan kasih, perhatian, dan realisme terhadap penderitaan. Kebenaran yang dipadu kasih menguatkan iman dan memulihkan relasi, bukan menambah beban.
Catatan kutipan (jika ada): Tidak ada kutipan langsung panjang dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang disalin utuh dalam bagian ini. Namun, pandangan umum perinyataan para komentator lama menekankan bahwa kebenaran perlu disampaikan dengan maksud membangun dan belas kasih, bukan merobek jiwa orang yang sedang menderita.