Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yeremia 1 Yeremia 2 Yeremia 3 Yeremia 4 Yeremia 5 Yeremia 6 Yeremia 7 Yeremia 8 Yeremia 9 Yeremia 10 Yeremia 11 Yeremia 12 Yeremia 13 Yeremia 14 Yeremia 15 Yeremia 16 Yeremia 17 Yeremia 18 Yeremia 19 Yeremia 20 Yeremia 21 Yeremia 22 Yeremia 23 Yeremia 24 Yeremia 25 Yeremia 26 Yeremia 27 Yeremia 28 Yeremia 29 Yeremia 30 Yeremia 31 Yeremia 32 Yeremia 33 Yeremia 34 Yeremia 35 Yeremia 36 Yeremia 37 Yeremia 38 Yeremia 39 Yeremia 40 Yeremia 41 Yeremia 42 Yeremia 43 Yeremia 44 Yeremia 45 Yeremia 46 Yeremia 47 Yeremia 48 Yeremia 49 Yeremia 50 Yeremia 51 Yeremia 52
Yeremia 35:10 (IDN)
Setting segera: Nabi Yeremia mengumpulkan keluarga Yonadab dan menceritakan tentang ketaatan mereka, yang dikenal sebagai contoh iman yang tidak tergoyahkan. Yonadab dan keluarganya hidup dalam kemah-kemah, menolak adat kebiasaan yang menyimpang di sekitar mereka. Mereka memilih taat kepada perintah orang tua Yonadab, meski berada di tengah-tengah budaya yang beruntun berubah. Versi ini menegaskan bahwa ketaatan yang konsisten kepada satu pewaris doa dan tradisi bisa berdampak pada identitas rohani mereka sendiri.
Makna teks dan pelajaran tentang Allah serta iman
Ayat ini menunjukkan bahwa bagaimana kita menanggapi perintah Tuhan bisa dilihat melalui contoh ketaatan yang berkelanjutan. Yonadab tidak disebutkan sebagai orang saleh secara eksplisit, tetapi ketaatannya kepada tradisi leluhurnya dipakai Allah sebagai teladan bagi orang Israel. Pada bagian berikut, Allah menilai kesetiaan kecil dan konsisten sebagai bentuk iman yang terbukti.
Istilah kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain dalam Alkitab
Beberapa ayat yang relevan menyoroti tema ketaatan berkelanjutan kepada perintah Tuhan meskipun dikelilingi oleh kemunduran spiritual.
Aplikasi bagi kita sekarang
Kisah Yonadab mengingatkan kita bahwa iman tidak hanya berbicara tentang keyakinan, melainkan tentang komitmen berkelanjutan untuk hidup setia kepada pewaris-pewaris iman. Dalam masa perubahan budaya, kita dipanggil untuk menilai kebiasaan kita: apakah kita meneguhkan prinsip-prinsip batin melalui tindakan yang konsisten? Ketaatan lembut tetapi gigih kepada perintah Tuhan—serta menjaga integritas keluarga rohani—menjadi fondasi yang kuat untuk hidup yang patut diteladani.
Kaitan silang (cross-references)
Beberapa ayat terkait yang dapat dipertimbangkan secara singkat:
Catatan komptabilitas penasihat terdahulu
Ringkasnya, para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa contoh Yonadab adalah ilustrasi bagaimana ketaatan generasi sebelumnya dapat menjadi teladan bagi generasi yang lain. Mereka menekankan bahwa iman yang nyata terlihat dalam tindakan konstan, bukan hanya ucapan.
Quotations (singkat, jika ada) dari komentator publik domain (tidak melebihi kutipan pendek):
Henry, Barnes, Clarke: menyebut bahwa ketaatan yang konsisten adalah buah dari iman yang bekerja melalui kasih.