Yeremia 18:23 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Tetapi Engkau, ya Tuhan! mengetahui akan segala bicaranya hendak membunuh aku; jangan apalah Engkau mengadakan gafirat atas salahnya dan jangan Engkau menghapuskan dosanya dari hadapan hadirat-Mu, melainkan hendaklah mereka itu tumbang di hadapan hadirat-Mu. Perbuatlah oleh-Mu akan mereka itu demikian, apabila ketika murka-Mu sudah sampai.

Ayat sebelumnya
« Yeremia 18:22
Ayat berikutnya
Yeremia 19:1 »

Yeremia 18:23 Tafsiran ayat Alkitab

Yeremia 18:23 (IDN) — Doa derita di hadapan Tuhan

Pemikiran utama: Yeremia mengungkapkan kepercayaan bahwa Tuhan Maha Mengetahui setiap kata yang ditujukan untuk mencelakai dirinya, memohon agar Allah tidak mengingat sebagian besar, melainkan menghukum pelaku kejahatan itu. Tekanan doa ini adalah penyerahan hati kepada keadilan ilahi di tengah tekanan manusia yang berusaha membinasakan nabi.

Konteks sastra dan aliran narasi

Ayat ini muncul dalam bagian Yeremia yang memperlihatkan irama kecaman nabi terhadap perbuatan bangsanya, sekaligus doa berani yang lahir dari keadaan tertekan. Yeremia menempatkan dirinya sebagai manusia yang rentan—dikepung fitnah, ancaman, dan upaya pembunuhan. Namun, ia menenangkan diri dengan iman bahwa Allah mengenal semua hal: perkataan, maksud, dan motif para penentangnya (Yer. 18:17; 11:21). Ayat ini menyoroti dua unsur utama: keadilan Tuhan yang menimbang setiap tindakan manusia, dan kepercayaan Yeremia bahwa Tuhan mendengar doa orang yang terzalimi.

Analisis teologis singkat

  • Ketelitian Tuhan terhadap tutur kata: Yeremia menegaskan bahwa Tuhan mengetahui semua ucapannya yang menargetkan pembunuhannya. Hal ini menegaskan bahwa tidak ada komunikasi manusia yang luput dari pemeriksaan ilahi.
  • Permohonan ganjaran ilahi: Refleksi Yeremia tentang gafirat (pengampunan) menunjukkan keseimbangan antara keadilan dan kasih Tuhan. Ia memohon agar pelaku tidak diampuni tanpa pertanggungjawaban, sambil menyerahkan pembalasan kepada Allah yang berkuasa mengatur urutan murka-Nya.
  • Penegasan terhadap keadilan akhir: Permintaan untuk "mereka itu tumbang" menunjukkan keyakinan bahwa kejahatan tidak luput dari penghakiman. Wallah menyusun ulang situasi dengan kekuatan-Nya pada waktu-Nya.

Cross-reference singkat

  • Mazmur 54:2-3 — Pengakuan bahwa Allah mendengar doa orang yang terpaksa dan berperasaan terancam, menaruh kepercayaan pada pembelaan ilahi.
  • Amsal 24:29 — Prinsip bahwa tidak membalas dengan kejahatan adalah jalan Tuhan; keadilan ilahi mengatur balasan yang benar.
  • Roma 12:19 — Ajaran tentang membiarkan murka kepada Tuhan dan tidak menuntut balas secara manusiawi, karena Allah akan membalas.

Penjelasan singkat hubungan: doa Yeremia mencerminkan pola kitab-kitab Hukum dan Ratapan yang menyaksikan keadilan Tuhan dalam situasi penindasan; pembalasan manusia tidak menggantikan perlindungan dan keadilan ilahi.

Pertanyaan refleksi

  • Apa arti “Engkau mengetahui tutur katanya hendak membunuh aku” bagi kita ketika menghadapi fitnah atau tekanan–bagaimana iman menolong kita bersikap?
  • Bagaimana kita mengerti bahwa pengampunan Allah tidak berarti menghapus akibat kejahatan, melainkan menata keadilan-Nya tepat pada waktunya?
  • Dalam situasi konflik, bagaimana kita menyeimbangkan doa untuk keadilan dengan anjuran kasih Kristus yang mengampuni?

Kesimpulan singkat

Yeremia 18:23 menegaskan bahwa Allah melihat motif di balik ucapan yang berbahaya dan bahwa umat-Nya dapat menyalurkan keresahan mereka kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa keadilan-Nya tidak pernah tertunda. Doa ini bukan kekerasan rohani, melainkan pernyataan iman bahwa di hadapan Tuhan, pelaku kejahatan tidak kebal dari pertanggungjawaban ilahi, dan keadilan-Nya akan ditegakkan pada waktunya.

Kutipan pendek yang relevan dari para komentator publik domain yang bisa dipakai sebagai rujukan (tanpa menyertakan teks lengkap):

– Dari Matthew Henry: catatan bahwa doa Yeremia menggabungkan kejujuran hati dengan kepercayaan pada Tuhan sebagai pengganti pembalasan manusia. (kutipan ringkas paraphrase dari gaya Henry)

– Dari Albert Barnes: refleksi bahwa Yeremia menempatkan dirinya dalam sorotan kehendak Tuhan dan memohon agar keadilan Tuhan bekerja atas pelaku secara benar.

– Dari Adam Clarke: penekanan pada konsep gafirat (pengampunan) bukan berarti mengurangi perlunya penghakiman Tuhan terhadap kejahatan.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yeremia 18:23 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Nehemia 4:4 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Nehemia 4:4 (IDN) »
Ya, Allah kami! dengarlah kiranya bagaimana kami dicelakan dan pulangkan apalah kecelaan kami kepada kepala mereka itu, dan serahkanlah mereka itu kepada hal tertawan akan jarahan.

Mazmur 35:4 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 35:4 (IDN) »
Biarlah mendapat malu dan kena aib segala orang yang menyengajakan matiku; biarlah undur ke belakang dan kemalu-maluan segala orang yang mereka jahat akan daku.

Mazmur 69:22 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 69:22 (IDN) »
(69-23) Biarlah meja mereka itu menjadi jerat di hadapan mukanya dan sepenuh-penuh pembalasan dan perangkap.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab