Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYakobus 5:4 Tafsiran ayat Alkitab
Yakobus 5:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tengoklah, upah orang yang berusaha menuai di ladangmu, yang kamu tahan dengan tipu daya itu, berteriak dan teriak orang yang menuai itu telah masuk ke dalam telinga Tuhan segala tentara.
Yakobus 5:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yakobus 5:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 19:13 (IDN) »
Jangan kamu menganiayakan samamu manusia, atau merampas barang-barangnya, dan uang pembayar upah orang upahanmu jangan bermalam sertamu sampai pagi hari.

Yeremia 22:13 (IDN) »
Wai bagi orang yang membangunkan rumahnya di atas barang yang tiada benar dan anjung-anjungnya di atas barang yang tiada betul, yang menyuruh samanya manusia bekerja dengan cuma-cuma dan yang tiada memberi kepadanya upah pekerjaannya!

Ulangan 24:14 (IDN) »
Jangan kamu menganiaya orang upahan yang syak dan papa, baik ia dari pada saudaramu atau ia dari pada orang dagang yang duduk dalam negerimu sebelah dalam segala pintu gerbangmu.
Yakobus 5:4 dalam Konteks Kitab Yakobus
Ayat ini muncul dalam bagian penutup Yakobus yang menegaskan pentingnya iman yang diwujudkan dalam perbuatan, khususnya pada taraf sosial-ekonomis. Yakobus menubuhkan sebuah peringatan keras kepada para pemilik ladang yang menindas buruhnya—mereka menahan upah dengan tipu daya, sementara pengeras rungutan kerja berakhir pada telinga Tuhan semesta alam. Konteksnya menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan tidak cukup; Tuhan memperhatikan mereka yang lapar dan tertindas, dan pembangkitan keadilan bagi mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari pengakuan iman Kristen.
Inti makna ayat
Inti ayat ini adalah peringatan keras terhadap ketidakadilan ekonomi. Penundaan upah buruh dan tindakan tipu daya terhadap mereka yang bekerja dinilai sebagai tindakan yang mengundang murka Tuhan. Tuhan tidak acuh terhadap penderitaan korban penindasan; upah yang tertunda adalah tanda perhitungan ilahi atas ketidaksetiaan manusia terhadap martabat kerja manusia dan hamba-Nya yang lemah.
Tema-tema utama
Beberapa perspektif tafsiran (ringkas dari sumber berbahasa publik domain)
Beberapa tafsiran klasik menekankan bahwa Yakobus menautkan iman dengan tindakan praktis. Dari catatan para komentator publik domain, ayat ini menegaskan bahwa kelalaian dalam membayar upah adalah bentuk penindasan yang menarik murka ilahi. Penginjil-pengkhotbah lama melihat ayat ini sebagai respons terhadap praktik korupsi ekonomi pada masa gereja mula-mula, serta sebagai ajakan untuk kejujuran dalam hubungan kerja.
Referensi silang yang relevan
Beberapa ayat yang sejalan untuk dipertimbangkan: - I Korintus 4:5 — Allah menyelidiki kehidupan tersembunyi dan akan membalas keadaan yang tidak jelas menurut keserakahan manusia. - Amsal 3:27-28 — Jangan menunda memberi kepada yang membutuhkan; jangan menunda keadilan ketika ada kesempatan di hadapanmu. - Ul 24:14-15 — Pembayaran upah buruh segera pada malam hari demi menjaga martabat pekerja.
Penjelasan singkat: Ayat-ayat silang ini menekankan bahwa keadilan dan kemurahan hati adalah bagian integral dari hidup beriman. Allah melihat bagaimana kita memperlakukan orang yang bekerja bagi kita, dan perbuatan adil adalah bagian dari kesaksian iman.
Refleksi praktis
Bagaimana kita bersikap terhadap pekerja dan rekan kerja? Doa harian kita perlu diiringi dengan praktik adil: membayar tepat waktu, memperlakukan buruh dengan hormat, dan menghindari tipu daya yang menahan upah. Iman tidak hanya di bibir, tetapi juga di tangan yang bekerja dan di konsekuensi etis yang kita buat sehari-hari.
Ringkasan singkat
Yakobus 5:4 menegaskan bahwa pembangkangan terhadap keadilan ekonomi tidak luput dari perhatian Tuhan. Tuhan mendengar seruan mereka yang tertindas, dan iman yang hidup memanggil kita untuk bertindak adil terhadap para pekerja, menjaga hak mereka, serta memperlakukan mereka dengan martabat yang layak bagi manusia ciptaan Tuhan.
Catatan kutipan singkat dari tokoh berbahasa publik domain (jika ada): beberapa penafsir mengulang pesan bahwa iman tanpa kasih dan keadilan terwujud dalam tindakan nyata terhadap mereka yang bekerja keras namun diperlakukan tidak adil.