Yesaya 66:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Dengarlah olehmu akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar akan firman-Nya! Adapun saudara-saudaramu, yang benci akan dikau dan yang membuang engkau karena sebab nama-Ku itu, kendatilah mereka itu berkata demikian: Yaitu supaya Tuhan dipermuliakan! Niscaya Tuhan kelihatan kelak akan kesukaan kamu, tetapi mereka itu akan malu.

Ayat sebelumnya
« Yesaya 66:4
Ayat berikutnya
Yesaya 66:6 »

Yesaya 66:5 Tafsiran ayat Alkitab

Konteks Sejurus Ishaya (Yesaya) 66:5

Ayat ini muncul dalam bagian terakhir kitab Yesaya, yang berfokus pada pemulihan, penghiburan bagi umat yang setia, dan penegasan bahwa Tuhan berkuasa membalas perlakuan terhadap umat-Nya. Suara nabi menegaskan bahwa mereka yang menanggung cercaan karena nama Tuhan tetap setia, sementara Tuhan akan membuktikan kemuliaan-Nya di tengah-tengah penderitaan umat-Nya.

Makna inti tentang Allah dan iman

Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan memperhitungkan pengorbanan orang percaya saat menghadapi penolakan atau penganiayaan karena kesetiaan kepada nama-Nya. Allah tidak membiarkan penyintas hidup dalam kehampaan; sebaliknya, Dia memuliakan mereka pada waktunya. Bagi umat yang menantikan pemulihan, ini adalah sumber penghiburan: kesetiaan kepada Tuhan tidak pernah tidak diperhatikan.

Kata-kata kunci dan gambaran penting

  • “dengarlah… firman Tuhan”— panggilan untuk memperhatikan pesan ilahi yang disampaikan melalui nabi, terutama bagi mereka yang hidup dalam ketakutan karena firman-Nya.
  • “hai kamu yang gentar akan firman-Nya”— umat yang berpegang teguh pada firman Tuhan meski menghadapi tekanan di luar maupun dari sesama umat.
  • “yang membuang engkau karena sebab nama-Ku”— penganiayaan akibat identitas rohani; dinamika ini memperlihatkan konflik antara iman dan tekanan dunia.
  • “supaya Tuhan dipermuliakan”— tujuan akhir dari segala penderitaan: kemuliaan Tuhan ditampilkan melalui pembenaran-Nya atas umat-Nya.
  • “Tuhan kelihatan kelak… malu”— pembalasan ilahi yang menegaskan keadilan-Nya; bagi yang menolak, ada malu, sementara bagi setia, pemuliaan Tuhan yang dijanjikan.

Rujukan terkait

Beberapa bagian lain menyinggung tema serupa: penyertaan Tuhan bagi yang setia saat menghadapi cercaan (mis. Ayub, Mazmur tentang perlindungan Tuhan terhadap orang benar), serta penghiburan bahwa kebenaran Allah akan terungkap di masa mendatang. Hubungan erat dengan nubuat Allah tentang pemulihan umat-Nya menunjukkan pola berulang: ujian di ujung, kemuliaan-Nya kemudian.

Menemukan kepraktisan bagi masa kini

Pada masa kini, ayat ini menguatkan orang percaya yang menghadapi tekanan karena iman. Dalam bekerja, di komunitas, atau di rumah, kita dipanggil untuk tetap setia terhadap firman Tuhan, meskipun ada olok-olok atau intimidasi. Allah berjanji bahwa kesetiaan itu tidak sia-sia; di waktunya, Dia akan memperlihatkan kemuliaan-Nya melalui pemeliharaan, pembelaan, dan pemulihan bagi yang menanggung beban karena nama-Nya.

Integrasi pendapat para komentator klasik

Penekanan Yesaya 66:5 sejalan dengan penguatan yang sering ditemukan Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke tentang Allah yang membalaskan perlakuan terhadap umat-Nya dan memastikan bahwa iman yang tahan uji akan dipermuliakan. Mereka menekankan bahwa pertentangan jelas antara ketaatan kepada Tuhan dan penolakan dunia adalah bagian dari jalan menuju pemuliaan Tuhan. Kutipan singkat yang relevan: Henry menekankan bahwa Allah memperhitungkan kesetiaan umat-Nya; Clarke menyoroti bahwa perlakuan buruk umat karena identitas rohani hanyalah sementara. (Kutipan tepat tidak disertakan di sini karena tidak tersedia teks penuh secara langsung dalam konteks ini, namun semangatnya adalah pemuliaan Tuhan melalui pemulihan bagi orang benar.)

Cross-references singkat

- Mazmur 27:14: dorongan untuk tetap kuat dan berharap pada Tuhan dalam masa penantian. Penekanan pada keberanian dan penantian pada pemulihan ilahi.
- 1 Petrus 4:14: jika kalian dicela karena nama Kristus, bersukacital karena Roh kemuliaan Allah ada dalam diri kalian. Kaitan dengan penderitaan karena identitas rohani dan pembalasan Allah di kemudian hari.
- Matius 5:11-12: berbahagia jika dicela karena alasan benar; pembalasan ilahi akan datang sebagai upah.

Kesimpulan: Yesaya 66:5 menegaskan pola teologis bahwa kesetiaan umat kepada firman Tuhan dalam keadaan tertekan tidak sia-sia. Allah memerhatikan, membela, dan akhirnya memuliakan mereka, agar kemuliaan-Nya dinyatakan di dunia melalui pemulihan dan pembuktian kebenaran-Nya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yesaya 66:5 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 38:20 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 38:20 (IDN) »
(38-21) Dan orang yang membalas baik dengan jahat itu berbangkit melawan aku, sebab aku menuntut perkara yang baik.

Matius 5:10 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Matius 5:10 (IDN) »
Berbahagialah segala orang yang teraniaya oleh sebab kebenaran, karena mereka itu yang empunya kerajaan surga.

Yesaya 66:2 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Yesaya 66:2 (IDN) »
Bukankah segala perkara itu perbuatang tangan-Ku juga adanya tatkala semesta alam Kujadikan? demikianlah firman Tuhan; tetapi Aku juga menilik kepada orang yang berdukacita hatinya dan yang termangu-mangu dan yang gentar akan firman-Ku.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab