Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Yesaya 34:17 (IDN) — Penetapan Tuhan atas Pembalasan dan Warisan
Di Yesaya 34, nabi menyampaikan janji kutukan dan penghakiman terhadap bangsa-bangsa yang menentang Allah, khususnya Edom sebagai lambang kebencian umat Tuhan. Ayat 34:17 menegaskan bahwa Tuhan sendiri yang membuang undi tentang pembagian tanah dan menyiapkan warisan bagi umat-Nya. Ayat ini menggambarkan bagaimana keadilan ilahi menetapkan milik yang pantas bagi setiap pihak, yakni milik bagi mereka yang setia kepada-Nya, meski jalan-Nya sering berat bagi yang tidak taat.
Inti makna
Inti ayat ini menegaskan bahwa pembagian wilayah dan hak milik dilakukan oleh Tuhan sendiri. Tidak ada kekuatan manusia yang mengubah hasil undian-Nya; umat-Nya akan menerima bagian yang telah ditetapkan-Nya, dan mereka akan tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya. Ayat ini menekankan kedaulatan Allah atas sejarah bangsa-bangsa serta perlindungan-Nya bagi umat pilihan-Nya.
Tema utama
Cross-references (hubungan singkat)
- Yeremia 25:31-33: Menunjukkan penghakiman Tuhan atas kerajaan-kerajaan yang menentang-Nya, serta perlunya umat-Nya percaya bahwa Tuhan akan membimbing jalan pulang dan pemulihan bagi yang setia. Hubungan tema keadilan Allah dan pemulihan bagi umat-Nya.
- Ulangan 32:8-9: Menegaskan bahwa Allah membatasi bangsa-bangsa dan memberikan tanah sebagai milik bagi keturunan-Nya, khususnya bagi umat yang diberi warisan dalam perjanjian-Nya. Kaitan dengan pembagian tanah sebagai bagian perjanjian ilahi.
- Mazmur 33:12: Berkat bagi bangsa yang menjadi milik Tuhan; penegasan bahwa milik dan perlindungan berasal dari takut akan Tuhan. Kaitan keberadaan milik yang dijaga Tuhan.
Makna praktis bagi pembaca
Ayat ini mengingatkan umat percaya untuk menilai kepemilikan dan perjalanan hidup mereka dengan perspektif kekekalan. Sesuatu yang tampak milik sendiri di dunia ini adalah bagian yang Tuhan tetapkan bagi kita untuk dipergunakan demi kemuliaan-Nya. Dalam masa-masa sulit, ingatlah bahwa Tuhan mengatur batas-batas hidup Saudara dan menyediakan tempat perlindungan yang kekal bagi mereka yang setia kepada-Nya.
Ringkasan penutup
Yesaya 34:17 menegaskan kedaulatan Allah dalam membagi warisan bagi umat-Nya dan menjanjikan ketetapan yang kekal. Ayat ini menghibur dengan gambaran bagaimana Allah sendiri mengatur hak milik dan melindungi umat-Nya sepanjang masa dan turun-temurun, sementara menegakkan keadilan terhadap lawan-Nya.
Refleksi singkat: Dalam dunia yang berubah-ubah, kita dapat percaya bahwa milik kita di dalam Tuhan adalah bagian yang telah ditetapkan-Nya. Fokuskan hidup pada firman Tuhan, tetap taat, dan jadikan warisan kekal sebagai tujuan utama.
Cuplikan rujukan singkat dari tokoh tinta kuno: Matthew Henry menekankan bahwa pembagian tanah merupakan simbol keadilan Allah yang menobatkan tempat tinggal bagi umat-Nya; Albert Barnes menyoroti kekuasaan Tuhan atas takdir bangsa-bangsa; Adam Clarke menekankan pentingnya kedaulatan ilahi dalam menentukan warisan. (Cuplikan ini disadur untuk konteks pembacaan ayat; tidak menyalin teks penuh.)